alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Jalan Ditanami Pisang, Ternyata Jembrana Koleksi 270 Km Jalan Rusak

NEGARA – Warga di Pohsanten, Jembrana sebelumnya menanam pohon pisang di jalan sebagai bentuk protes jalan rusak. Ternyata, jalan rusak tidak hanya terjadi di Pohsanten. Banyak jalan kabupaten yang rusak di Jembrana. Bahkan, Pemkab Jembrana masih mengoleksi jalan rusak yang cukup panjang. Jalan rusak di Jembrana itu mencapai 270 kilometer lebih.

 

Memasuki tahun anggaran baru APBD 2022, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu program yang digenjot pemerintah kabupaten. Namun, perbaikan jalan masih melihat sisi prioritas jalan dan anggaran, sehingga tidak semua jalan yang rusak berat diperbaiki tahun ini.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan, berdasarkan data kondisi jalan di Jembrana memang masih ada jalan yang kondisinya rusak. 

Baca Juga:  Ubah Pasal Sangkaan, Pembunuh Tukang Ojek Terancam 15 Tahun Penjara

Namun, I Wayan Sudirta mengklaim panjang jalan dalam kondisi rusak tidak banyak. “Jumlahnya tidak banyak, tetapi tetap menjadi program prioritas untuk meningkatkan infrastruktur,” aku dia.

 

Dijelaskan, dari panjang jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Jembrana 1.075,93 kilometer, sepanjang 618,59 kilometer kondisinya baik, sepanjang 183,53 kilometer kondisinya sedang dan 103,72 kilometer atau 9,64 persen kondisinya rusak berat, dan 170 kilometer kondsi rusak ringan. Dengan demikian dalam kondisi rusak sekitar 273 kilometer. 

 

Dalam peningkatan jalan, lanjutnya, pihaknya melihat sisi prioritas jalan. Misalnya, jalan induk menjadi prioritas karena akses utama masyarakat dan jumlah penduduk yang ada sekitar lokasi.

 

“Kami juga melihat kondisi keuangan daerah, karena untuk perbaikan jalan membutuhkan anggaran cukup banyak. Sehingga di tengah kondisi Pandemi saat ini, secara bertahap jalan rusak akan diperbaiki,” jelasnya.

Baca Juga:  Miris, Dulu Sebulan Bisa Rp 2 Juta, Kini Rp 200 Ribu Sudah Bersyukur

 

Mengenai jalan rusak di Banjar Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi, karena ada lima ruas jalan yang diusulkan untuk perbaikan, salah satunya jalan yang ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga.

 

Perbaikan jalan dari lima ruas jalan yang diusulkan, hanya satu jalan induk yang bisa untuk direalisasikan melalui DAK tahun ini.

 

“Perbaikan jalan yang lain, masih melihat kemampuan anggaran Kabupaten Jembrana itu sendiri,” terangnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA – Warga di Pohsanten, Jembrana sebelumnya menanam pohon pisang di jalan sebagai bentuk protes jalan rusak. Ternyata, jalan rusak tidak hanya terjadi di Pohsanten. Banyak jalan kabupaten yang rusak di Jembrana. Bahkan, Pemkab Jembrana masih mengoleksi jalan rusak yang cukup panjang. Jalan rusak di Jembrana itu mencapai 270 kilometer lebih.

 

Memasuki tahun anggaran baru APBD 2022, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu program yang digenjot pemerintah kabupaten. Namun, perbaikan jalan masih melihat sisi prioritas jalan dan anggaran, sehingga tidak semua jalan yang rusak berat diperbaiki tahun ini.


 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Jembrana I Wayan Sudiarta mengatakan, berdasarkan data kondisi jalan di Jembrana memang masih ada jalan yang kondisinya rusak. 

Baca Juga:  GTPP Covid-19: Dua Pasien Positif Diduga Terpapar di Luar Jembrana

Namun, I Wayan Sudirta mengklaim panjang jalan dalam kondisi rusak tidak banyak. “Jumlahnya tidak banyak, tetapi tetap menjadi program prioritas untuk meningkatkan infrastruktur,” aku dia.

 

Dijelaskan, dari panjang jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten Jembrana 1.075,93 kilometer, sepanjang 618,59 kilometer kondisinya baik, sepanjang 183,53 kilometer kondisinya sedang dan 103,72 kilometer atau 9,64 persen kondisinya rusak berat, dan 170 kilometer kondsi rusak ringan. Dengan demikian dalam kondisi rusak sekitar 273 kilometer. 

 

Dalam peningkatan jalan, lanjutnya, pihaknya melihat sisi prioritas jalan. Misalnya, jalan induk menjadi prioritas karena akses utama masyarakat dan jumlah penduduk yang ada sekitar lokasi.

 

“Kami juga melihat kondisi keuangan daerah, karena untuk perbaikan jalan membutuhkan anggaran cukup banyak. Sehingga di tengah kondisi Pandemi saat ini, secara bertahap jalan rusak akan diperbaiki,” jelasnya.

Baca Juga:  Lama Disimpan, Ogoh-Ogoh Hari Pengerupukan Akhirnya Dilombakan

 

Mengenai jalan rusak di Banjar Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, pihaknya melakukan pengecekan ke lokasi, karena ada lima ruas jalan yang diusulkan untuk perbaikan, salah satunya jalan yang ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga.

 

Perbaikan jalan dari lima ruas jalan yang diusulkan, hanya satu jalan induk yang bisa untuk direalisasikan melalui DAK tahun ini.

 

“Perbaikan jalan yang lain, masih melihat kemampuan anggaran Kabupaten Jembrana itu sendiri,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/