alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Gubernur Koster Wajibkan Warga Pakai Tenun Endek Bali Setiap Selasa

DENPASAR- Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengeluarkan kebijakan atau aturan baru.

Aturan baru itu yakni terkait kewajiban masyarakat untuk menggunakan pakaian berbahan tenun endek Bali atau tenun tradisional Bali dalam berbagai aktivitas setiap hari Selasa. 

Bahkan sesuai edaran, kebijakan yang dituangkan dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali, yang telah ditandatangani pada Kamis 28 Januari 2021, ini mulai berlaku pada Selasa tanggal 23 Februari 2021 mendatang.

Seperti disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (11/2).

Terkait hal ini, Koster menyampaikan, kebijakan baru ini merupakan konsistensi keberpihakan pada produk budaya lokal masyarakat Bali.  

Baca Juga:  Bansos Cair saat Kampanye Pilkada, Pastika: Tidak Masalah

Lanjutnya, kebijakan baru tersebut didasarkan pada pertimbangan yaitu kain tenun endek Bali/ kain tenun tradisional Bali merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang wajib dilestarikan dan dilindungi, serta digunakan dan diberdayakan sebagai jati diri masyarakat Bali.

Selain itu, kata Koster, kain tenun endek Bali juga telah dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.0000085 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, tanggal 22 Desember 2020.  

Untuk itu, gubernur Bali mengimbau kepada pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi; bupati/wali kota, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan perusahaan swasta, dan pimpinan Organisasi/lembaga kemasyarakatan se-Bali.

Baca Juga:  Sebut Ada Simantri Mati dan Setengah Mati, Pastika Akan Temui Koster

Hal itu untuk menghormati dan mengapresiasi kain tenun endek bali/kain tenun tradisional bali sebagai warisan. 

“Pakaian/busana berbahan kain tenun endek Bali/kain tenun tradisional Bali, harus merupakan produk lokal masyarakat Bali. Penggunaan pakaian/busana berbahan kain tenun endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali pada setiap hari Selasa tersebut, tidak dibatasi atau tidak harus seragam dengan motif tertentu dikecualikan jika bertepatan dengan Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah,” ujarnya. 

 



DENPASAR- Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengeluarkan kebijakan atau aturan baru.

Aturan baru itu yakni terkait kewajiban masyarakat untuk menggunakan pakaian berbahan tenun endek Bali atau tenun tradisional Bali dalam berbagai aktivitas setiap hari Selasa. 

Bahkan sesuai edaran, kebijakan yang dituangkan dalam bentuk Surat Edaran (SE) Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali, yang telah ditandatangani pada Kamis 28 Januari 2021, ini mulai berlaku pada Selasa tanggal 23 Februari 2021 mendatang.

Seperti disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (11/2).

Terkait hal ini, Koster menyampaikan, kebijakan baru ini merupakan konsistensi keberpihakan pada produk budaya lokal masyarakat Bali.  

Baca Juga:  Bikin Bali Bangga, Songket Beratan Diusulkan ke UNESCO

Lanjutnya, kebijakan baru tersebut didasarkan pada pertimbangan yaitu kain tenun endek Bali/ kain tenun tradisional Bali merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang wajib dilestarikan dan dilindungi, serta digunakan dan diberdayakan sebagai jati diri masyarakat Bali.

Selain itu, kata Koster, kain tenun endek Bali juga telah dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.0000085 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, tanggal 22 Desember 2020.  

Untuk itu, gubernur Bali mengimbau kepada pimpinan instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi; bupati/wali kota, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan perusahaan swasta, dan pimpinan Organisasi/lembaga kemasyarakatan se-Bali.

Baca Juga:  Gubernur Sebut Hotel di Amed Banyak yang Tak Bayar Pajak

Hal itu untuk menghormati dan mengapresiasi kain tenun endek bali/kain tenun tradisional bali sebagai warisan. 

“Pakaian/busana berbahan kain tenun endek Bali/kain tenun tradisional Bali, harus merupakan produk lokal masyarakat Bali. Penggunaan pakaian/busana berbahan kain tenun endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali pada setiap hari Selasa tersebut, tidak dibatasi atau tidak harus seragam dengan motif tertentu dikecualikan jika bertepatan dengan Purnama, Tilem, dan Hari Jadi Pemerintah Daerah,” ujarnya. 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/