alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Klaster LP Singaraja Meluas, Satgas Minta Napi Positif Dipindah ke RS

SINGARAJA – Satgas Covid-19 Buleleng meminta agar otoritas Lapas Singaraja memindahkan warga binaan (napi dan tahanan) yang reaktif ke sel khusus.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa menyebut mereka sudah dipindahkan ke sel khusus untuk memudahkan pengawasan dan isolasi.

“Kalau warga binaan yang terkonfirmasi positif, sudah dipindahkan ke rumah sakit. Ini memang agak mengkhawatirkan. Mudah-mudahan tidak berkembang lagi,” kata Suyasa.

Apalagi hasil tes swab menunjukkan terjadi penambahan kasus, satgas akan melakukan pertemuan khusus dengan Lapas Singaraja.

Pertemuan itu akan membahas mekanisme pengawasan dan penjagaan warga binaan. Suyasa menyebut para warga binaan membutuhkan pengawalan dan pengawasan khusus.

“Kalau warga biasa kan tinggal tenaga medis saja. Tapi ini kan warga binaan, mereka sedang berurusan dengan hukum. Kalau diisolasi di luar lapas apa boleh.

Baca Juga:  Satgas Tunggu Regulasi Vaksin Mandiri, Vaksinasi Pedagang Tunggu Data

Misalnya kalau di hotel, siapa yang akan menjaga. Apakah pegawai dari lapas cukup. Tentu ini harus dibahas bersama oleh lapas,” tegas Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lapas Singaraja menjadi salah satu klaster baru penularan covid-19. Hingga kemarin (10/2) dinyatakan ada 9 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kalapas Singaraja Mut Zaini mengaku bingung dari mana asal muasal covid-19 bisa masuk lapas. Sebab hingga kini lapas masih melakukan pembatasan aktivitas.

Jam besuk serta pelatihan keterampilan kerja di luar area lapas tidak diberlakukan. Kegiatan pelatihan dan keterampilan hanya dilakukan di internal lapas.



SINGARAJA – Satgas Covid-19 Buleleng meminta agar otoritas Lapas Singaraja memindahkan warga binaan (napi dan tahanan) yang reaktif ke sel khusus.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa menyebut mereka sudah dipindahkan ke sel khusus untuk memudahkan pengawasan dan isolasi.

“Kalau warga binaan yang terkonfirmasi positif, sudah dipindahkan ke rumah sakit. Ini memang agak mengkhawatirkan. Mudah-mudahan tidak berkembang lagi,” kata Suyasa.

Apalagi hasil tes swab menunjukkan terjadi penambahan kasus, satgas akan melakukan pertemuan khusus dengan Lapas Singaraja.

Pertemuan itu akan membahas mekanisme pengawasan dan penjagaan warga binaan. Suyasa menyebut para warga binaan membutuhkan pengawalan dan pengawasan khusus.

“Kalau warga biasa kan tinggal tenaga medis saja. Tapi ini kan warga binaan, mereka sedang berurusan dengan hukum. Kalau diisolasi di luar lapas apa boleh.

Baca Juga:  Berubah Lagi, Bandara Ngurah Rai Bali Tak Berlakukan PCR

Misalnya kalau di hotel, siapa yang akan menjaga. Apakah pegawai dari lapas cukup. Tentu ini harus dibahas bersama oleh lapas,” tegas Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lapas Singaraja menjadi salah satu klaster baru penularan covid-19. Hingga kemarin (10/2) dinyatakan ada 9 orang warga binaan yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kalapas Singaraja Mut Zaini mengaku bingung dari mana asal muasal covid-19 bisa masuk lapas. Sebab hingga kini lapas masih melakukan pembatasan aktivitas.

Jam besuk serta pelatihan keterampilan kerja di luar area lapas tidak diberlakukan. Kegiatan pelatihan dan keterampilan hanya dilakukan di internal lapas.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/