alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Kasus Covid-19 Meroket, Satpol PP Tabanan Tutup Fasilitas Publik Lagi

TABANAN – Kasus Covid-19 yang terus meroket membuat Pemerintah Kabupaten Tabanan menutup lagi fasilitas publik. Apalagi adanya kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 3.

Penutupan sejumlah fasilitas umum tersebut seperti dilakukan lapangan atau taman kota Tabanan. Penutupan taman dan lapangan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan sejak kemarin, Kamis (10/2).

Seperti terpantau di Lapangan Alit Saputra yang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak menjadi salah satu yang ditutup. Petugas Satpol PP yang dikerahkan terlihat memasang garis pembatas.

“Ini tindak lanjut dari surat edaran Bupati Nomor 517/01/Satgas/2022 yang diterbitkan pada Kamis (3/2),” jelas Kepala Satpol PP Tabanan, I Gede Sukanada, Kamis (10/2).

Baca Juga:  Disdikpora Panggil dan Ancam Cabut Izin 6 Sekolah Bagi WNA di Badung

Dia menjelaskan, penutupan taman dan lapangan ini mulai dilakukan pekan ini. Bertujuan untuk mencegah kerumunan orang yang juga dipertegas sebagai poin penting dalam surat edaran tersebut.

“Mengingat taman kota dan lapangan sebagai lokasi aktivitas masyarakat yang biasanya ramai dikunjungi warga. Ditutup sementara sebagai cara mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru omicron,” jelasnya.

Bukan hanya lapangan dan taman, kata dia bahkan pihaknya meniadakan car free day untuk sementara waktu. Aktivitas car free day masyarakat Tabanan biasanya dilakukan di lapangan Alit Saputra.

“Jadi kami imbau masyarakat menunda dulu demi mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Selain penutupan fasilitas publik tersebut. Dikatakan Gede Sukanada, pihaknya juga menerapkan patroli keliling ke tempat-tempat umum yang aktivitasnya masyarakatnya tinggi. Seperti pasar atau tempat-tempat usaha.

Baca Juga:  Dua Bulan Diteror Via SMS, Sepuluh Emak-Emak Ngadu ke Polres

Dan itu dilakukan untuk memastikan tempat-tempat tersebut telah menyiapkan sarana penunjang penerapan kode batang (QR Barcode) aplikasi Peduli Lindungi.

Patroli tersebut juga dibarengi dengan penegakan disiplin prokes terhadap pelanggarnya. Setidaknya dalam dua hari terakhir, dari Rabu (9/2) sampai dengan kemarin, sudah ada tujuh orang dan tempat usaha yang diberikan teguran dan peringatan.

“Khusus pelaku usaha kami ingatkan mereka untuk mengatur jarak antar meja dan memastikan jumlah pengunjung dibatasi sesuai kapasitas ruangannya. Pemilik atau pengelolanya juga kami ingatkan agar mengingatkan pengunjung untuk pakai masker. Patroli ini akan terus kami jalankan secara acak,” tandasnya.



TABANAN – Kasus Covid-19 yang terus meroket membuat Pemerintah Kabupaten Tabanan menutup lagi fasilitas publik. Apalagi adanya kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 3.

Penutupan sejumlah fasilitas umum tersebut seperti dilakukan lapangan atau taman kota Tabanan. Penutupan taman dan lapangan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan sejak kemarin, Kamis (10/2).

Seperti terpantau di Lapangan Alit Saputra yang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak menjadi salah satu yang ditutup. Petugas Satpol PP yang dikerahkan terlihat memasang garis pembatas.

“Ini tindak lanjut dari surat edaran Bupati Nomor 517/01/Satgas/2022 yang diterbitkan pada Kamis (3/2),” jelas Kepala Satpol PP Tabanan, I Gede Sukanada, Kamis (10/2).

Baca Juga:  Main di Pantai, Bocah 11 Tahun Asal Jembrana Hilang Ditelan Ombak

Dia menjelaskan, penutupan taman dan lapangan ini mulai dilakukan pekan ini. Bertujuan untuk mencegah kerumunan orang yang juga dipertegas sebagai poin penting dalam surat edaran tersebut.

“Mengingat taman kota dan lapangan sebagai lokasi aktivitas masyarakat yang biasanya ramai dikunjungi warga. Ditutup sementara sebagai cara mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru omicron,” jelasnya.

Bukan hanya lapangan dan taman, kata dia bahkan pihaknya meniadakan car free day untuk sementara waktu. Aktivitas car free day masyarakat Tabanan biasanya dilakukan di lapangan Alit Saputra.

“Jadi kami imbau masyarakat menunda dulu demi mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Selain penutupan fasilitas publik tersebut. Dikatakan Gede Sukanada, pihaknya juga menerapkan patroli keliling ke tempat-tempat umum yang aktivitasnya masyarakatnya tinggi. Seperti pasar atau tempat-tempat usaha.

Baca Juga:  Mimih! Karangasem Krisis Pengawas Tanaman, Cuma 1 Orang Per Kecamatan

Dan itu dilakukan untuk memastikan tempat-tempat tersebut telah menyiapkan sarana penunjang penerapan kode batang (QR Barcode) aplikasi Peduli Lindungi.

Patroli tersebut juga dibarengi dengan penegakan disiplin prokes terhadap pelanggarnya. Setidaknya dalam dua hari terakhir, dari Rabu (9/2) sampai dengan kemarin, sudah ada tujuh orang dan tempat usaha yang diberikan teguran dan peringatan.

“Khusus pelaku usaha kami ingatkan mereka untuk mengatur jarak antar meja dan memastikan jumlah pengunjung dibatasi sesuai kapasitas ruangannya. Pemilik atau pengelolanya juga kami ingatkan agar mengingatkan pengunjung untuk pakai masker. Patroli ini akan terus kami jalankan secara acak,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/