alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

WOW, Badung Kucurkan Dana Kreativitas Rp 5,8 Miliar

MANGUPURA– Meski Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan imbauan pawai ogoh-ogoh menyambut Nyepi 2022 tidak dilakukan, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tetap mencairkan dana hibah kreativitas Sekaa Teruna (ST) dan Yowana.

 

Tidak tanggung-tanggung, total dana yang akan dicairkan sebesar Rp 5,84 miliar. Setiap STT akan mendapatkan Rp 10 juta.

 

Penyerahan dana akan dilakukan hari ini, Jumat, 11 Februari 2022 di Gedung Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

 

Dana bantuan hibah tersebut salah satu peruntukannya bisa digunakan pembuatan ogoh-ogoh.

 

“Surat undangan penyerahaan dana bantuan hibah uang dalam rangka peningkatan kreativitas Sekaa Teruna dan Yowana telah kami sebar,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Kamis kemarin (10/1).

Baca Juga:  Dewan Minta Lebih Ramping, Pemkab Buleleng Usul Tiga Dinas Dilebur

 

Namun, karena masih dalam situasi PPKM level 3, Pemkab Badung mengimbau penerima bantuan dari STT yang hadir hanya satu orang mewakili yang lain. Hal itu untuk menghindari kerumunan. “Boleh ketua atau yang lain mewakili. Satu orang saja,” imbau mantan Camat Petang itu.

 

Dijelaskan Sudarwitha, jumlah penerima bantuan hibah sebanyak 584 STT dan Yowana. Jumlah tersebut sesuai dengan proposal yang masuk. Tiap Sekaa Teruna dan Yowana akan menerima bantuan masing – masing Rp 10 juta.

 

Ditambahkan, Jumat hari ini hibah akan diserahkan pada 541 STT. Sedangkan 43 lainnya akan dicairkan pada 18 Februari 2022. Pencairan tahap kedua dilakukan karena kendala administrasi serta keterlambatan mengumpulkan persyaratan.

Baca Juga:  KABAR DUKA! Anak Pertama Gubernur Bali Pertama Meninggal Dunia

 

Selain membuat ogoh-ogoh, dana Rp 10 juta itu bisa dimanfaatkan untuk kreativitas seni budaya lainnya. Misalnya pementasan tari sakral, tari kolaborasi, pembacaan lontar, pembacaan awig-awig dan perarem.

 

Menurut Sudarwitha, hal tersebut tidak melanggar aturan karena dana bantuan diberikan sesuai nomenklatur atau penamaan kegiatan. Selama bentuk kegiatan mengandung unsur seni, budaya, adat, dan tradisi Bali.

 

“Jadi tergantung proposal yang diajukan. Intinya tidak melenceng dari kreativitas kegiatan seni, adat, tradisi, dan budaya,” tukasnya.

 

 

 



MANGUPURA– Meski Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan imbauan pawai ogoh-ogoh menyambut Nyepi 2022 tidak dilakukan, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tetap mencairkan dana hibah kreativitas Sekaa Teruna (ST) dan Yowana.

 

Tidak tanggung-tanggung, total dana yang akan dicairkan sebesar Rp 5,84 miliar. Setiap STT akan mendapatkan Rp 10 juta.

 

Penyerahan dana akan dilakukan hari ini, Jumat, 11 Februari 2022 di Gedung Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

 

Dana bantuan hibah tersebut salah satu peruntukannya bisa digunakan pembuatan ogoh-ogoh.

 

“Surat undangan penyerahaan dana bantuan hibah uang dalam rangka peningkatan kreativitas Sekaa Teruna dan Yowana telah kami sebar,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Kamis kemarin (10/1).

Baca Juga:  WOoww!! Penutupan HUT Kota Negara Libatkan 3500 Seniman

 

Namun, karena masih dalam situasi PPKM level 3, Pemkab Badung mengimbau penerima bantuan dari STT yang hadir hanya satu orang mewakili yang lain. Hal itu untuk menghindari kerumunan. “Boleh ketua atau yang lain mewakili. Satu orang saja,” imbau mantan Camat Petang itu.

 

Dijelaskan Sudarwitha, jumlah penerima bantuan hibah sebanyak 584 STT dan Yowana. Jumlah tersebut sesuai dengan proposal yang masuk. Tiap Sekaa Teruna dan Yowana akan menerima bantuan masing – masing Rp 10 juta.

 

Ditambahkan, Jumat hari ini hibah akan diserahkan pada 541 STT. Sedangkan 43 lainnya akan dicairkan pada 18 Februari 2022. Pencairan tahap kedua dilakukan karena kendala administrasi serta keterlambatan mengumpulkan persyaratan.

Baca Juga:  Istri Tim Ahli Bupati Gianyar Negatif Covid, Tapi Sang Anak Positif

 

Selain membuat ogoh-ogoh, dana Rp 10 juta itu bisa dimanfaatkan untuk kreativitas seni budaya lainnya. Misalnya pementasan tari sakral, tari kolaborasi, pembacaan lontar, pembacaan awig-awig dan perarem.

 

Menurut Sudarwitha, hal tersebut tidak melanggar aturan karena dana bantuan diberikan sesuai nomenklatur atau penamaan kegiatan. Selama bentuk kegiatan mengandung unsur seni, budaya, adat, dan tradisi Bali.

 

“Jadi tergantung proposal yang diajukan. Intinya tidak melenceng dari kreativitas kegiatan seni, adat, tradisi, dan budaya,” tukasnya.

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/