alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Senderan Rumah Warga Jebol, Akses Jalan Sekumpul-Galungan Terganggu

SINGARAJA– Musibah tanah longsor kembali terjadi di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

Kali ini, sebuah senderan rumah milik Gede Karata, 42, warga di Banjar Dinas Desa, Rabu petang (10/3) jebol.

Akibat jebolnya senderan setinggi 3 meter, menyebabkan material longsor menutup separo badan Jalan Raya Sekumpul-Galungan.

Akibat tertutup material, akses dari arah Sekumpul maupun Galungan sempat terganggu.

Seperti dibenarkan Perbekel Galungan I Nyoman Suksema.

Menurutnya, akibat jebolnya senderan milik  warga juga menyebabkan sebagian bangunan kamar mandi dan dapur milik korban ikut ambrol kebawah.

“Senderan yang jebol itu tingginya sekitar 3 meter dan lebarnya sekitar 5 meter. Sebagian bangunan kamar mandi dan dapurnya juga kena. Pondasinya sudah amblas, tinggal bangunannya saja di atas,” kata I Nyoman Suksema saat dihubungi, Kamis sore (11/3).

Baca Juga:  SDN 3 Patas Terbakar, Disdik Bagi Dua Sift Proses Mengajar Belajar

Menurutnya, bencana longsor memang sangat rentan terjadi di Desa Galungan. Lebih lagi dalam sepekan terakhir, hujan lebat selalu mengguyur wilayah tersebut. Biasanya hujan turun pada siang hari hingga malam hari.

“Tahun ini memang sudah beberapa kali rumah warga kami kena bencana longsor. Terakhir ya rumah ini. Syukurnya keluarga mereka tidak sampai mengungsi, karena bangunan utamanya masih aman,” katanya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya masih menjajagi kerusakan yang terjadi di Desa Galungan. Pihaknya akan melakukan assessment dan melaporkannya pada BPBD Bali. Sehingga pemilik rumah berpeluang mendapatkan bantuan stimulan rekonstruksi pasca-bencana.

Sedangkan dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, akibat longsor, sejumlah petugas dibantu warga secara swadaya melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan material yang sempat menutup separo badan jalan.

Baca Juga:  Ambrol Sejak Dua Bulan Lalu, Senderan Jembatan Nagasepaha Dibiarkan

 


SINGARAJA– Musibah tanah longsor kembali terjadi di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

Kali ini, sebuah senderan rumah milik Gede Karata, 42, warga di Banjar Dinas Desa, Rabu petang (10/3) jebol.

Akibat jebolnya senderan setinggi 3 meter, menyebabkan material longsor menutup separo badan Jalan Raya Sekumpul-Galungan.

Akibat tertutup material, akses dari arah Sekumpul maupun Galungan sempat terganggu.

Seperti dibenarkan Perbekel Galungan I Nyoman Suksema.

Menurutnya, akibat jebolnya senderan milik  warga juga menyebabkan sebagian bangunan kamar mandi dan dapur milik korban ikut ambrol kebawah.

“Senderan yang jebol itu tingginya sekitar 3 meter dan lebarnya sekitar 5 meter. Sebagian bangunan kamar mandi dan dapurnya juga kena. Pondasinya sudah amblas, tinggal bangunannya saja di atas,” kata I Nyoman Suksema saat dihubungi, Kamis sore (11/3).

Baca Juga:  Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Warung di Gilimanuk

Menurutnya, bencana longsor memang sangat rentan terjadi di Desa Galungan. Lebih lagi dalam sepekan terakhir, hujan lebat selalu mengguyur wilayah tersebut. Biasanya hujan turun pada siang hari hingga malam hari.

“Tahun ini memang sudah beberapa kali rumah warga kami kena bencana longsor. Terakhir ya rumah ini. Syukurnya keluarga mereka tidak sampai mengungsi, karena bangunan utamanya masih aman,” katanya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya masih menjajagi kerusakan yang terjadi di Desa Galungan. Pihaknya akan melakukan assessment dan melaporkannya pada BPBD Bali. Sehingga pemilik rumah berpeluang mendapatkan bantuan stimulan rekonstruksi pasca-bencana.

Sedangkan dari pantauan Jawa Pos Radar Bali, akibat longsor, sejumlah petugas dibantu warga secara swadaya melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan material yang sempat menutup separo badan jalan.

Baca Juga:  Baru Jabat Kajari 4 Bulan, Nur Chusniah Dimutasi ke Jampidsus Kejagung

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/