alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Belajar Tatap Muka, TP Sarin Rare Wajibkan Siswa Isi Form Kesehatan

GIANYAR – Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan siswa, Taman Pendidikan (TP) Sarin Rare di Desa Mas, Kecamatan Ubud punya kiat jitu.

Siswa yang mendaftar diminta mengisi formulir kesehatan secara jujur. Pengelola TP Sarin Rare, Made Ariasa, menyatakan, form kesehatan wajib diisi mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kami mohon dengan hormat para orang tua atau wali anak didik TP Sarin Rare agar mengisi google form sejujur-jujurnya. Atas kerja sama dan dukungan demi kebaikan kita bersama,” ujar Made Ariasa kemarin.

Ariasa yang juga Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, menambahkan, form itu untuk memastikan PTM yang sehat, aman dan selamat.

Baca Juga:  Stres Terkena Dampak Erupsi, Muni Menghilang Bawa Pisau, Lantas…

“Maka KPPAD Bali bidang pendidikan mendorong pihak Lembaga Pendidikan maupun seluruh Satuan Pendidikan berbagai jenjang agar melakukan pendataan kesehatan para peserta didik termasuk orang tua,” pintanya.

Lanjut dia, terlepas seluruh guru sudah dilakukan upaya vaksin, pendataan kesehatan ini tetap dibutuhkan.

“Bukan hanya terkait pandemi covid, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan resiko dampak kesehatan yang mendadak seperti yang menimpa para anak didik maupun guru yang pernah terjadi selama ini,” terangnya.

- Advertisement -

Lanjut dia, melalui data di form itu, akan direkapitulasi dan dilakukan analisa untuk membuat program. “Itu sebagai  upaya melakukan pencegahan yg bersifat praktis dan strategis,” jelasnya.

Ariasa juga meneruskan imbauan dari Kemendikbud, anak bisa tidak ikut PTM apabila ada anggota keluarga yang komorbid.

Baca Juga:  Terdampar, Lumba-lumba Mati, Langsung Dikubur, BKSDA Minta…

Pihaknya berharap, upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi berbagai resiko.

“Selain itu juga mengantisipasi kalau ada anggota keluarga yang memiliki penyakit yg komorbid maupun bawaan bisa dilakukan upaya-upaya pencegahan terkait resiko penularan Covid-19,” pungkasnya. 

- Advertisement -

GIANYAR – Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan siswa, Taman Pendidikan (TP) Sarin Rare di Desa Mas, Kecamatan Ubud punya kiat jitu.

Siswa yang mendaftar diminta mengisi formulir kesehatan secara jujur. Pengelola TP Sarin Rare, Made Ariasa, menyatakan, form kesehatan wajib diisi mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kami mohon dengan hormat para orang tua atau wali anak didik TP Sarin Rare agar mengisi google form sejujur-jujurnya. Atas kerja sama dan dukungan demi kebaikan kita bersama,” ujar Made Ariasa kemarin.

Ariasa yang juga Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, menambahkan, form itu untuk memastikan PTM yang sehat, aman dan selamat.

Baca Juga:  Bali Masuk Jalur Ring of Fire, BPBD Minta Masyarakat Siap Siaga

“Maka KPPAD Bali bidang pendidikan mendorong pihak Lembaga Pendidikan maupun seluruh Satuan Pendidikan berbagai jenjang agar melakukan pendataan kesehatan para peserta didik termasuk orang tua,” pintanya.

Lanjut dia, terlepas seluruh guru sudah dilakukan upaya vaksin, pendataan kesehatan ini tetap dibutuhkan.

“Bukan hanya terkait pandemi covid, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan resiko dampak kesehatan yang mendadak seperti yang menimpa para anak didik maupun guru yang pernah terjadi selama ini,” terangnya.

Lanjut dia, melalui data di form itu, akan direkapitulasi dan dilakukan analisa untuk membuat program. “Itu sebagai  upaya melakukan pencegahan yg bersifat praktis dan strategis,” jelasnya.

Ariasa juga meneruskan imbauan dari Kemendikbud, anak bisa tidak ikut PTM apabila ada anggota keluarga yang komorbid.

Baca Juga:  Orang Tua Murid Kembali Disibukkan dengan Belajar Daring

Pihaknya berharap, upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi berbagai resiko.

“Selain itu juga mengantisipasi kalau ada anggota keluarga yang memiliki penyakit yg komorbid maupun bawaan bisa dilakukan upaya-upaya pencegahan terkait resiko penularan Covid-19,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/