alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Gelombang Pasang, Abrasi Picu Kerusakan Pesisir Semakin Parah

NEGARA – Naiknya air laut selatan Jembrana sejak dua hari terakhir tidak hanya menyebabkan banjir rob yang merendam pemukiman warga, pasangnya air laut juga menyebabkan abrasi pantai semakin parah.

Seperti di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Melaya. Gelombang pasang memicu abrasi pantai dan menyebabkan sejumlah rumah dan warung makan ambruk.

Gelombang pasang yang terjadi sejak Jumat (8/5) hingga Sabtu (9/5) itu menyebabkan rumah warga tergerus abrasi.

Sebagian warga membongkar sendiri rumahnya sebelum rusak karena abrasi. Namun, ada warga yang tidak sempat membongkar rumah dan memindahkan barang berharga sehingga rusak digerus abrasi.

Selain rumah, tempat usaha kuliner juga terdampak. Deretan usaha wisata kuliner juga ambruk. Bangunan permanen dan semi permanen hilang digerus abrasi.

Baca Juga:  Warga Pesisir Resah, Warga Kayubuntil Harus Siap Mengungsi Kapan Saja

Salah satunya warung milik Yanto. Dapur tempat usahanya ambruk dan hanya tersisa bangunan khusus untuk membakar ikan dengan kondisi sudah miring.

“Airnya pasang, ombaknya besar. Hampir semua bangunan semua hancur,” ujar Yanto. Warga sudah tidak banyak berharap lagi mendapat penanganan pantai.

Karena sejak beberapa tahun lalu sudah meminta pada pemerintah agar segera dibuatkan penahan abrasi berupa senderan pantai namun belum terealisasi.

“Tidak tahu sampai kapan bertahan. Kalau tidak segera dibuat senderan hilang semua pemukiman warga ini,” ungkapnya. 



NEGARA – Naiknya air laut selatan Jembrana sejak dua hari terakhir tidak hanya menyebabkan banjir rob yang merendam pemukiman warga, pasangnya air laut juga menyebabkan abrasi pantai semakin parah.

Seperti di pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Melaya. Gelombang pasang memicu abrasi pantai dan menyebabkan sejumlah rumah dan warung makan ambruk.

Gelombang pasang yang terjadi sejak Jumat (8/5) hingga Sabtu (9/5) itu menyebabkan rumah warga tergerus abrasi.

Sebagian warga membongkar sendiri rumahnya sebelum rusak karena abrasi. Namun, ada warga yang tidak sempat membongkar rumah dan memindahkan barang berharga sehingga rusak digerus abrasi.

Selain rumah, tempat usaha kuliner juga terdampak. Deretan usaha wisata kuliner juga ambruk. Bangunan permanen dan semi permanen hilang digerus abrasi.

Baca Juga:  Ribut Tanah Duwen Pura Berawal dari Isu Bandara, Ini Kata Jro Warkadea

Salah satunya warung milik Yanto. Dapur tempat usahanya ambruk dan hanya tersisa bangunan khusus untuk membakar ikan dengan kondisi sudah miring.

“Airnya pasang, ombaknya besar. Hampir semua bangunan semua hancur,” ujar Yanto. Warga sudah tidak banyak berharap lagi mendapat penanganan pantai.

Karena sejak beberapa tahun lalu sudah meminta pada pemerintah agar segera dibuatkan penahan abrasi berupa senderan pantai namun belum terealisasi.

“Tidak tahu sampai kapan bertahan. Kalau tidak segera dibuat senderan hilang semua pemukiman warga ini,” ungkapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/