alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Antisipasi Bule Nyeleneh di Pura, DTW Ulun Danu Beratan Pasang 36 CCTV

TABANAN, radarbali.id – Untuk mengantisipasi bule atau wisatawan nyeleneh di pura, pihak pengelola DTW Ulun Danu Beratan memasang 36 kamera CCTV. Kamera CCTV ini tersebar di sejumlah titik di objek wisata yang berlokasi di Bedugul, Tabanan, ini.

Pemasangan kamera pengawas CCTV dan petugas ini dilakukan agar tidak terjadi peristiwa yang sempat viral adanya foto bule telanjang di obyek wisata Kayu Putih pada areal Pura Pemaksan Babakan, Desa Tua Marga, Tabanan.

“Kami lebih awal antisipasi, kami tidak ingin ada wisatawan yang berfoto selfie, namun merusak areal kesucian. Seperti yang viral terjadi di Desa Tua, Marga,” ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra ditemui, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga:  Anggota DPRD Prioritas Divaksin, Begini Kata Satgas Covid-19 Buleleng

Dia menyebut sebanyak 36 camera CCTV terpasang khusus tersebut untuk mengontrol wisatawan, mengingat para wisatawan kerap kali mengabadikan momen foto mereka di areal pura. Apalagi jumlah kunjungan wisatawan mulai normal kembali setelah dua tahun pandemi Covid-19.

“Bukan hanya itu kamera CCTV ini juga berfungsi untuk memastikan keamanan bagi para wisatawan. Siapa tahu ada wisatawan yang ketinggalan tas, terjadi aksi pencurian dan lainnya. Bisa kita telusuri dan awasi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan di kawasan DTW Ulun Danu Beratan kamera CCTV yang terpasang sebanyak 100 lebih, namun fokus berada di areal pura dan lahan parkir.

Di samping pihaknya gunakan teknologi CCTV mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, juga menyiapkan 6 petugas jaga di areal pura serta petugas keamanan.

Baca Juga:  Atap Rumah Ambruk, Kakek Renta di Sukawati Nyaris Tertimbun
- Advertisement -

“Kita tahu kunjungan banyak siapa tahu ada kejadian dan tingkah laku wisatawan nyeleneh, ini bisa kita cegah lebih awal. Kita tahu sendiri pariwisata itu menyangkut imej dan Bali umumnya,” tandasnya.

Bahkan agar areal kesucian Pura Ulun Danu Beratan tetap terjaga setiap wisatawan khusus asing yang datang diberikan sosialisasi. Bahwa mereka yang datang ke kawasan DTW Ulun Danu Beratan tidak diperkenakan memasuki areal pura. Pura hanya bisa dimasuki oleh pemedek yang bersembahyang.

“Sosialiasi kami biasanya lakukan kepada tour guide (pramuwisata) dan secara langsung petugas kami memberikan informasi kepada tamu asing tersebut yang berwisata,” tandasnya. (uli)

- Advertisement -

TABANAN, radarbali.id – Untuk mengantisipasi bule atau wisatawan nyeleneh di pura, pihak pengelola DTW Ulun Danu Beratan memasang 36 kamera CCTV. Kamera CCTV ini tersebar di sejumlah titik di objek wisata yang berlokasi di Bedugul, Tabanan, ini.

Pemasangan kamera pengawas CCTV dan petugas ini dilakukan agar tidak terjadi peristiwa yang sempat viral adanya foto bule telanjang di obyek wisata Kayu Putih pada areal Pura Pemaksan Babakan, Desa Tua Marga, Tabanan.

“Kami lebih awal antisipasi, kami tidak ingin ada wisatawan yang berfoto selfie, namun merusak areal kesucian. Seperti yang viral terjadi di Desa Tua, Marga,” ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra ditemui, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga:  Jatuh ke Jurang Usai Foto Selfie, Jasad Bule Belarusia Terseret Arus

Dia menyebut sebanyak 36 camera CCTV terpasang khusus tersebut untuk mengontrol wisatawan, mengingat para wisatawan kerap kali mengabadikan momen foto mereka di areal pura. Apalagi jumlah kunjungan wisatawan mulai normal kembali setelah dua tahun pandemi Covid-19.

“Bukan hanya itu kamera CCTV ini juga berfungsi untuk memastikan keamanan bagi para wisatawan. Siapa tahu ada wisatawan yang ketinggalan tas, terjadi aksi pencurian dan lainnya. Bisa kita telusuri dan awasi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan di kawasan DTW Ulun Danu Beratan kamera CCTV yang terpasang sebanyak 100 lebih, namun fokus berada di areal pura dan lahan parkir.

Di samping pihaknya gunakan teknologi CCTV mengantisipasi hal-hal tak diinginkan, juga menyiapkan 6 petugas jaga di areal pura serta petugas keamanan.

Baca Juga:  Geram Temukan Tumpukan Sampah di Pasar, Bupati Ancam Pidanakan Warga

“Kita tahu kunjungan banyak siapa tahu ada kejadian dan tingkah laku wisatawan nyeleneh, ini bisa kita cegah lebih awal. Kita tahu sendiri pariwisata itu menyangkut imej dan Bali umumnya,” tandasnya.

Bahkan agar areal kesucian Pura Ulun Danu Beratan tetap terjaga setiap wisatawan khusus asing yang datang diberikan sosialisasi. Bahwa mereka yang datang ke kawasan DTW Ulun Danu Beratan tidak diperkenakan memasuki areal pura. Pura hanya bisa dimasuki oleh pemedek yang bersembahyang.

“Sosialiasi kami biasanya lakukan kepada tour guide (pramuwisata) dan secara langsung petugas kami memberikan informasi kepada tamu asing tersebut yang berwisata,” tandasnya. (uli)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/