alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Gianyar Tidak Punya Dana Promosi Pariwisata, Tapi Jor-joran Bagi TPP Pegawai

GIANYAR, radarbali.id – Di tengah situasi ekonomi yang masih muram akibat dihajar wabah Covid-19 hingga mengguncang pariwisata, Dinas Pariwisata Gianyar justru tidak memiliki anggaran promosi pariwisata pada 2022 ini. Namun, Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya justru jor-joran bagi-bagi tambahan penghasilan PNS (TPP) ratusan miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan, pada 2022, pemerintah masih terkendala anggaran promosi pariwisata.

“Sekarang kami tidak punya anggaran untuk promosi. Dulu ada, tapi nilainya saya tidak ingat,” ujar Anak Agung Gede Putrawan, Selasa (10/5).

Atas seretnya anggaran promosi pariwisata, Dinas Pariwisata Giayar pun menyerahkan urusan promosi kepada stakeholder pariwisata di Kabupaten Gianyar, misalnya badan pariwisata yang ada di Gianyar untuk melakukan promosi secara mandiri.

“Sekarang kami serahkan ke stakeholder untuk mempromosikan Gianyar ini,” terangnya.

Dulu, sebelum pandemi melanda, Gianyar melakukan promosi dengan cara ikut membuka stand di setiap agenda internasional.

“Di sana kami membuka stand, mempromosikan produk Gianyar, kami fasilitasi, termasuk mengenalkan destinasi yang ada di Gianyar,” jelasnya.

Baca Juga:  Duh, Pegawai Kontrak Damkar Gianyar Tak Kunjung Terima Subsidi Gaji
- Advertisement -

Lebih lanjut dikatakan, situasi pariwisata Gianyar saat ini berangsur normal seiring menurunnya kasus covid.

“Waktu liburan Lebaran, kunjungan domestik sangat tinggi, tapi setelah berakhirnya cuti bersama, kembali normal seperti pandemi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, istri dari pemilik cottages di Jalan Raya Ubud, yang ditemui di kota Gianyar mengaku situasi Ubud mulai bergeliat dibanding dua tahun saat pandemi.

“Kami ada 8 kamar. Waktu libur Lebaran full kamar terisi. Sekarang ini mulai menurun lagi isi kamar,” ujarnya.

Untuk pekan ini, isian kamar separuhnya, sekitar 4 kamar terisi. “Sekarang tetap domestik,” ujarnya.

Selain itu, selama libur Lebaran hingga pekan ini, harga kamar turun 50 persen. “Pelayanan tetap, kualitas tetap. Dapat breakfast, kolam renang, bersihkan kamar tiap hari itu tetap,” ujarnya.

Mengenai dana promosi yang tidak dimiliki Dinas Pariwisata, dia tidak berani menanggapi. Yang jelas, setiap hotel, vila dan lainnya saat ini sebagian besar menggandeng biro wisata berbasis online.

Baca Juga:  Peduli Budaya dan Keris Jadi Alasan Puri Beri Penghargaan Fadli Zon

“Gandeng Traveloka, Airbnb, TripAdvisor, kami promosi dari sana berusaha dapatkan bintang tinggi dari pelayanan ke tamu,” ujarnya.

Dari rating dan testimoni pada aplikasi biro wisata itu, akan menjadi promosi bagi pengusaha penginapan.

“Kami harus sabar melayani tamu. Memang ada beberapa negara yang tamunya cerewet ada juga yang jorok. Mereka tetap harus dilayani,” pungkasnya.

Kondisi kontras terjadi pada politik anggaran untuk aparatur. Ketika anggaran promosi pariwisata tak ada, Bupati Giayar, Made Mahayastra sebelumnya malah bagi-bagi TPP.

Pada sisi lain, ketiadaan anggaran untuk promosi pariwisata ini juga tak sejalan dengan amanat pemerintah pusat. Seperti diutarakan Wapres Ma’ruf Amin saat ke Bali yang meminta Pemda di Bali melakukan promosi pariwisata untuk kembali menggeliatkan pariwisata di Bali setelah terpuruk dihantam pandemi Covid-19.  (dra)

- Advertisement -

GIANYAR, radarbali.id – Di tengah situasi ekonomi yang masih muram akibat dihajar wabah Covid-19 hingga mengguncang pariwisata, Dinas Pariwisata Gianyar justru tidak memiliki anggaran promosi pariwisata pada 2022 ini. Namun, Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya justru jor-joran bagi-bagi tambahan penghasilan PNS (TPP) ratusan miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan, pada 2022, pemerintah masih terkendala anggaran promosi pariwisata.

“Sekarang kami tidak punya anggaran untuk promosi. Dulu ada, tapi nilainya saya tidak ingat,” ujar Anak Agung Gede Putrawan, Selasa (10/5).

Atas seretnya anggaran promosi pariwisata, Dinas Pariwisata Giayar pun menyerahkan urusan promosi kepada stakeholder pariwisata di Kabupaten Gianyar, misalnya badan pariwisata yang ada di Gianyar untuk melakukan promosi secara mandiri.

“Sekarang kami serahkan ke stakeholder untuk mempromosikan Gianyar ini,” terangnya.

Dulu, sebelum pandemi melanda, Gianyar melakukan promosi dengan cara ikut membuka stand di setiap agenda internasional.

“Di sana kami membuka stand, mempromosikan produk Gianyar, kami fasilitasi, termasuk mengenalkan destinasi yang ada di Gianyar,” jelasnya.

Baca Juga:  Pura Taman Baginda, Tempat Pemandian Raja Bali Ditimpa Longsor

Lebih lanjut dikatakan, situasi pariwisata Gianyar saat ini berangsur normal seiring menurunnya kasus covid.

“Waktu liburan Lebaran, kunjungan domestik sangat tinggi, tapi setelah berakhirnya cuti bersama, kembali normal seperti pandemi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, istri dari pemilik cottages di Jalan Raya Ubud, yang ditemui di kota Gianyar mengaku situasi Ubud mulai bergeliat dibanding dua tahun saat pandemi.

“Kami ada 8 kamar. Waktu libur Lebaran full kamar terisi. Sekarang ini mulai menurun lagi isi kamar,” ujarnya.

Untuk pekan ini, isian kamar separuhnya, sekitar 4 kamar terisi. “Sekarang tetap domestik,” ujarnya.

Selain itu, selama libur Lebaran hingga pekan ini, harga kamar turun 50 persen. “Pelayanan tetap, kualitas tetap. Dapat breakfast, kolam renang, bersihkan kamar tiap hari itu tetap,” ujarnya.

Mengenai dana promosi yang tidak dimiliki Dinas Pariwisata, dia tidak berani menanggapi. Yang jelas, setiap hotel, vila dan lainnya saat ini sebagian besar menggandeng biro wisata berbasis online.

Baca Juga:  Ada 20 Rumdin, Tidak Ada Uang Kompensasi Bagi yang Tidak Menempati

“Gandeng Traveloka, Airbnb, TripAdvisor, kami promosi dari sana berusaha dapatkan bintang tinggi dari pelayanan ke tamu,” ujarnya.

Dari rating dan testimoni pada aplikasi biro wisata itu, akan menjadi promosi bagi pengusaha penginapan.

“Kami harus sabar melayani tamu. Memang ada beberapa negara yang tamunya cerewet ada juga yang jorok. Mereka tetap harus dilayani,” pungkasnya.

Kondisi kontras terjadi pada politik anggaran untuk aparatur. Ketika anggaran promosi pariwisata tak ada, Bupati Giayar, Made Mahayastra sebelumnya malah bagi-bagi TPP.

Pada sisi lain, ketiadaan anggaran untuk promosi pariwisata ini juga tak sejalan dengan amanat pemerintah pusat. Seperti diutarakan Wapres Ma’ruf Amin saat ke Bali yang meminta Pemda di Bali melakukan promosi pariwisata untuk kembali menggeliatkan pariwisata di Bali setelah terpuruk dihantam pandemi Covid-19.  (dra)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/