alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kerap Jadi Samsak Hidup, Ibu Rumah Tangga di Buleleng Polisikan Suami

SINGARAJA – Seorang ibu rumah tangga di Buleleng dengan inisial LPWT akhirnya melaporkan suaminya ke Unit PPA Polres Buleleng.

Pasalnya, perempuan yang bekerja sebagai seorang pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) tak tahan berkali-kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

LPWT melayangkan laporan KDRT terhadap suaminya berinisial KUK yang merupakan pekerja kapal pesiar.

Korban akhirnya menerima laporan polisi dengan nomor: LP/56/V/2020/Bali/Tes Buleleng.

Dalam laporan polisi tersebut terjadi dugaan tindak kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 44 UUD RI nomor 24 tahun 2004 tentang KDRT.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa KDRT yang dialami LPWT terjadi pada bulan Mei lalu oleh suaminya berinisial KUK yang baru saja pulang bekerja dari kapal pesiar.

Baca Juga:  BRI Tamblang Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Genset

LPWT mengalami KDRT di rumahnya di LC Desa Baktiseraga, Buleleng lantaran cekcok mulut dengan  dengan suaminya. Suami yang emosi lantas melakukan kekerasan fisik terhadap LPWT.

Adapun kekerasan fisik yang dialami LPWT dengan luka memar dibagian wajah, bagian atas dan bawah pelipis mata.

Karena tidak tahan dengan kekerasan suami tersebut yang keterlaluan, LPWT melaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto yang dikonfirmasi terpisah, tak menampik pihaknya telah menerima laporan KDRT seorang ibu rumah tangga (IRT) LPWT.

Kasus KDRT ini sedang ditangani unit PPA Reskrim. Dia melanjutkan sejumlah saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Termasuk kepada suami dari LPWT.

Baca Juga:  Tanpa Prokes,Seratusan Bebotoh Buleleng Gelar Judi Tajen Besar-besaran

“Kasus KDRT ini sudah masuk tahap penyidikan. Selain itu visum terhadap korban LPWT juga sudah kami lakukan,” pungkasnya. 



SINGARAJA – Seorang ibu rumah tangga di Buleleng dengan inisial LPWT akhirnya melaporkan suaminya ke Unit PPA Polres Buleleng.

Pasalnya, perempuan yang bekerja sebagai seorang pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) tak tahan berkali-kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

LPWT melayangkan laporan KDRT terhadap suaminya berinisial KUK yang merupakan pekerja kapal pesiar.

Korban akhirnya menerima laporan polisi dengan nomor: LP/56/V/2020/Bali/Tes Buleleng.

Dalam laporan polisi tersebut terjadi dugaan tindak kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 44 UUD RI nomor 24 tahun 2004 tentang KDRT.

Dari laporan tersebut diketahui bahwa KDRT yang dialami LPWT terjadi pada bulan Mei lalu oleh suaminya berinisial KUK yang baru saja pulang bekerja dari kapal pesiar.

Baca Juga:  Sepuluh Hari, Kabupaten Badung Dikepung 12 Bencana Alam

LPWT mengalami KDRT di rumahnya di LC Desa Baktiseraga, Buleleng lantaran cekcok mulut dengan  dengan suaminya. Suami yang emosi lantas melakukan kekerasan fisik terhadap LPWT.

Adapun kekerasan fisik yang dialami LPWT dengan luka memar dibagian wajah, bagian atas dan bawah pelipis mata.

Karena tidak tahan dengan kekerasan suami tersebut yang keterlaluan, LPWT melaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto yang dikonfirmasi terpisah, tak menampik pihaknya telah menerima laporan KDRT seorang ibu rumah tangga (IRT) LPWT.

Kasus KDRT ini sedang ditangani unit PPA Reskrim. Dia melanjutkan sejumlah saksi sudah dilakukan pemeriksaan. Termasuk kepada suami dari LPWT.

Baca Juga:  [Amor Ring Acintya] Positif Covid-19, Ibu Muda Meninggal Dunia

“Kasus KDRT ini sudah masuk tahap penyidikan. Selain itu visum terhadap korban LPWT juga sudah kami lakukan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/