alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Jak Si Anak Difabel Itu Akhirnya Diterima di SMPN 1 Sukawati

GIANYAR – Upaya yang dilakukan Komisioner Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali tidak sia-sia.

Siswa berkebutuhan khusus, I Kadek Agus Dharmayoga, 13, alias Jak, akhirnya diterima di SMPN 1 Sukawati. Siswa dari Banjar Bedil, Desa/Kecamatan Sukawati itu langsung mendaftar ulang.

Kepala SMPN 1 Sukawati I Komang Jati mengaku ada kesalahan teknis saat proses pendaftaran Jak.

“Kemungkinan saat verifikasi berkas, surat keterangan lumpuhnya tidak dilihat. Makanya digabung ke jalur zonasi reguler yang kemudian diseleksi dengan Nilai UN,” ujar Komang Jati, kemarin.

Setelah pertemuan dengan semua pihak, akhirnya Jak pun bisa diterima. “Setelah pertemuan ini, saya pastikan anak ini (Jak, red) diterima,” terangnya.

Diakui, sekolah memang wajib menerima calon siswa berkebutuhan khusus. Termasuk calon siswa yatim maupun yatim piatu.

Baca Juga:  FIX! KPPAD Bali Sebut Video Penamparan Siswa Bentuk Kekerasan Anak

Sekitar 15 tahun lalu, SMPN 1 Sukawati juga pernah menerima satu siswa berkebutuhan khusus. “Tahun ini yang kedua kalinya kami menerima anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

Sementara Komisioner KPPAD Provinsi Bali, I Made Ariasa menyambut baik respon dari sekolah. Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu langsung menjadi penjamin.

“Kami berharap anak ini diberi kesempatan. Karena semangatnya tinggi untuk sekolah. Selanjutnya, kami akan berusaha memperjuangkan

agar anak ini bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Tentu tidak setiap hari, yang jelas saya siap sebagai penjamin,” tegasnya.



GIANYAR – Upaya yang dilakukan Komisioner Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali tidak sia-sia.

Siswa berkebutuhan khusus, I Kadek Agus Dharmayoga, 13, alias Jak, akhirnya diterima di SMPN 1 Sukawati. Siswa dari Banjar Bedil, Desa/Kecamatan Sukawati itu langsung mendaftar ulang.

Kepala SMPN 1 Sukawati I Komang Jati mengaku ada kesalahan teknis saat proses pendaftaran Jak.

“Kemungkinan saat verifikasi berkas, surat keterangan lumpuhnya tidak dilihat. Makanya digabung ke jalur zonasi reguler yang kemudian diseleksi dengan Nilai UN,” ujar Komang Jati, kemarin.

Setelah pertemuan dengan semua pihak, akhirnya Jak pun bisa diterima. “Setelah pertemuan ini, saya pastikan anak ini (Jak, red) diterima,” terangnya.

Diakui, sekolah memang wajib menerima calon siswa berkebutuhan khusus. Termasuk calon siswa yatim maupun yatim piatu.

Baca Juga:  FIX! KPPAD Bali Sebut Video Penamparan Siswa Bentuk Kekerasan Anak

Sekitar 15 tahun lalu, SMPN 1 Sukawati juga pernah menerima satu siswa berkebutuhan khusus. “Tahun ini yang kedua kalinya kami menerima anak berkebutuhan khusus,” terangnya.

Sementara Komisioner KPPAD Provinsi Bali, I Made Ariasa menyambut baik respon dari sekolah. Komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu langsung menjadi penjamin.

“Kami berharap anak ini diberi kesempatan. Karena semangatnya tinggi untuk sekolah. Selanjutnya, kami akan berusaha memperjuangkan

agar anak ini bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Tentu tidak setiap hari, yang jelas saya siap sebagai penjamin,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/