alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Posko DO Diaktifkan Kembali, Korwil Kecamatan Wajib Kejar Siswa DO

SINGARAJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng kembali mengaktifkan Posko Drop Out (DO).

Posko ini dikhususkan untuk menanggulangi masalah drop out pada tahun ajaran 2020/2021. Nantinya posko ini akan dipimpin Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan di masing-masing kecamatan.

Mereka pun wajib mengejar siswa-siswa yang DO. Data di Disdikpora Buleleng menunjukkan pada tahun ajaran ini ada 11.991 orang siswa yang lulus dari sekolah dasar.

Dari belasan ribu siswa itu, diuga ada 33 orang yang belum mendaftar ke SMP. Entah itu SMP swasta maupun madrasah.

“Kami sudah himpun data penerimaan siswa. Termasuk dari swasta. Data kami, sementara ada 33 orang yang belum kami temukan daftar di mana. Ini yang sedang kami kejar.

Baca Juga:  Koster Segera Terbitkan Pergub Legalkan Arak Bali, Asal Syaratnya..

Ini belum termasuk siswa yang belum melakukan daftar ulang,” kata Plt. Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika.

Astika menyatakan saat ini Disdikpora Buleleng telah mengaktifikan kembali Posko DO. Posko ini khusus dibentuk untuk memantau siswa-siswa yang tak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Pemerintah akan melakukan penelusuran, mengapa siswa itu tak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pemerintah juga berkomitmen menyelesaikan masalah yang dihadapi, sehingga mereka bisa menyelesaikan pendidikan.

“Kami sudah minta Posko DO di masing-masing kecamatan bergerak. Kami minta tidak ada anak yang tidak sekolah.

Pokoknya Korwil di kecamatan harus mengejar, bagaimana caranya biar anak ini balik lagi ke sekolah. Kalau tidak mau di pendidikan formal,

Baca Juga:  Merasa Nyaman, Sebagian Pekerja Migran Pilih Karantina di Sekolah

daftarkan di pendidikan non formal. Kita punya PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang siap menampung kok,” tegas Astika.

Sejauh ini, Disdikpora Buleleng baru menemukan dua orang lulusan SD yang memutuskan tak melanjutkan ke jenjang SMP.

Keduanya ditemukan di Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak. Keduanya memutuskan tak melanjutkan karena permasalahan biaya.

“Kami sudah koordinasikan pada perbekel. Biar bisa diupayakan mereka ini mendapat beasiswa dari desa. Karena sayang sekali kalau mereka nggak melanjutkan ke SMP,” tukasnya. 



SINGARAJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng kembali mengaktifkan Posko Drop Out (DO).

Posko ini dikhususkan untuk menanggulangi masalah drop out pada tahun ajaran 2020/2021. Nantinya posko ini akan dipimpin Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan di masing-masing kecamatan.

Mereka pun wajib mengejar siswa-siswa yang DO. Data di Disdikpora Buleleng menunjukkan pada tahun ajaran ini ada 11.991 orang siswa yang lulus dari sekolah dasar.

Dari belasan ribu siswa itu, diuga ada 33 orang yang belum mendaftar ke SMP. Entah itu SMP swasta maupun madrasah.

“Kami sudah himpun data penerimaan siswa. Termasuk dari swasta. Data kami, sementara ada 33 orang yang belum kami temukan daftar di mana. Ini yang sedang kami kejar.

Baca Juga:  Berprestasi, tapi Tidak Dapat Fasilitas Latihan

Ini belum termasuk siswa yang belum melakukan daftar ulang,” kata Plt. Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika.

Astika menyatakan saat ini Disdikpora Buleleng telah mengaktifikan kembali Posko DO. Posko ini khusus dibentuk untuk memantau siswa-siswa yang tak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Pemerintah akan melakukan penelusuran, mengapa siswa itu tak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Pemerintah juga berkomitmen menyelesaikan masalah yang dihadapi, sehingga mereka bisa menyelesaikan pendidikan.

“Kami sudah minta Posko DO di masing-masing kecamatan bergerak. Kami minta tidak ada anak yang tidak sekolah.

Pokoknya Korwil di kecamatan harus mengejar, bagaimana caranya biar anak ini balik lagi ke sekolah. Kalau tidak mau di pendidikan formal,

Baca Juga:  Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir di Buleleng Dipercepat

daftarkan di pendidikan non formal. Kita punya PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang siap menampung kok,” tegas Astika.

Sejauh ini, Disdikpora Buleleng baru menemukan dua orang lulusan SD yang memutuskan tak melanjutkan ke jenjang SMP.

Keduanya ditemukan di Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak. Keduanya memutuskan tak melanjutkan karena permasalahan biaya.

“Kami sudah koordinasikan pada perbekel. Biar bisa diupayakan mereka ini mendapat beasiswa dari desa. Karena sayang sekali kalau mereka nggak melanjutkan ke SMP,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/