alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

10 Nakes Positif Covid, Ruangan Nifas RS Sanjiwani Ditutup 14 Hari

GIANYAR– Ruangan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar kembali ditutup. Kali ini, ruangan Nifas (Pascapersalinan) di RS plat merah itu ditutup selama 14 hari.

Penyebabnya, ada 10 tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19.

Pihak RS menempelkan pengumuman di ruangan Nifas. Stiker berlatar merah itu tertulis:

Pengumuman, sehubungan dengan adanya petugas ruangan Nifas terkonfirmasi positif covid 19. Pelayanan ruang nifas sementara ditutup selama 14 hari, mulai tanggal 10-8-2020 dan pelayanan buka kembali tanggal 24-8-2020.

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Ayu Cahyani, membenarkan ada penutupan ruangan pascapersalinan.

“Ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi. Sehingga perlu mensterilkan ruangan pelayanan,” ujar Cahyani, kemarin.

Baca Juga:  Tingkatkan Pelayanan, RS Sanjiwani Koleksi CT Scan Seharga Rp 11 M

Menurut informasi, penutupan ini dilakukan karena ada 10 nakes yang terpapar Covid. Untuk pelayanan melahirkan, sementara ini dialihkan ke RS Payangan. Atau bisa ke RS swasta yang ada di Gianyar.

Sebelum ruang Nifas ditutup, sempat merawat 4 bayi. Untuk merawat bayi itu, petugas Bidan diperbantukan. Dengan penutupan itu, pihak RS tidak melayani persalinan.

Wadir RS Sanjiwani Anak Agung Oka Bharata membenarkan penutupan ruangan nifas selama 14 hari itu. Selama penutupan ruangan tersebut, pihak rumah sakit pun tidak melayani pasien persalinan.

“Tidak melayani pasien kebidanan atau persalinan. Karena yang telah bersalin akan dirawat  di ruang nifas,” jelasnya. 

Sebelumnya, pihak RS Sanjiwani sempat menutup ruang poli rawat jalan. Ruang poli sempat dialihkan ke ruangan lain. Namun, kini, poli rawat jalan telah beroperasi dengan normal. 

Baca Juga:  Heboh, Buruh Tewas Usai Terjun dari Atas Jembatan Setinggi 20 Meter

Berdasar data Covid-19 terakhir, total pasien Covid mencapai 342 orang. Dengan jumlah sembuh mencapai 283 orang.

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5. Lalu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 96. Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 520. Dan meninggal sebanyak 7 orang. 



GIANYAR– Ruangan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar kembali ditutup. Kali ini, ruangan Nifas (Pascapersalinan) di RS plat merah itu ditutup selama 14 hari.

Penyebabnya, ada 10 tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19.

Pihak RS menempelkan pengumuman di ruangan Nifas. Stiker berlatar merah itu tertulis:

Pengumuman, sehubungan dengan adanya petugas ruangan Nifas terkonfirmasi positif covid 19. Pelayanan ruang nifas sementara ditutup selama 14 hari, mulai tanggal 10-8-2020 dan pelayanan buka kembali tanggal 24-8-2020.

Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, dr. Ida Ayu Cahyani, membenarkan ada penutupan ruangan pascapersalinan.

“Ada tenaga kesehatan yang terkonfirmasi. Sehingga perlu mensterilkan ruangan pelayanan,” ujar Cahyani, kemarin.

Baca Juga:  Bertemu Warga, Korban Percobaan Bunuh Diri Mengaku Dikejar Orang

Menurut informasi, penutupan ini dilakukan karena ada 10 nakes yang terpapar Covid. Untuk pelayanan melahirkan, sementara ini dialihkan ke RS Payangan. Atau bisa ke RS swasta yang ada di Gianyar.

Sebelum ruang Nifas ditutup, sempat merawat 4 bayi. Untuk merawat bayi itu, petugas Bidan diperbantukan. Dengan penutupan itu, pihak RS tidak melayani persalinan.

Wadir RS Sanjiwani Anak Agung Oka Bharata membenarkan penutupan ruangan nifas selama 14 hari itu. Selama penutupan ruangan tersebut, pihak rumah sakit pun tidak melayani pasien persalinan.

“Tidak melayani pasien kebidanan atau persalinan. Karena yang telah bersalin akan dirawat  di ruang nifas,” jelasnya. 

Sebelumnya, pihak RS Sanjiwani sempat menutup ruang poli rawat jalan. Ruang poli sempat dialihkan ke ruangan lain. Namun, kini, poli rawat jalan telah beroperasi dengan normal. 

Baca Juga:  Ya Tuhan...Pergi Mengaji, Diimingi Uang, Bocah Dicabuli Kakek

Berdasar data Covid-19 terakhir, total pasien Covid mencapai 342 orang. Dengan jumlah sembuh mencapai 283 orang.

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5. Lalu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 96. Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 520. Dan meninggal sebanyak 7 orang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/