alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Upacara Agustusan di Jembrana Bakal Tanpa Siswa

NEGARA — Upacara hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan upacara digelar dengan sederhana dan dengan peserta terbatas. Bahkan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) juga diikuti oleh beberapa orang.

Kepala bidang kepemudaan dan olahraga I Komang Trilaksmana, sesuai dengan arahan dan petunjuk dari pusat untuk pelaksanaan upacara hari ulang tahun kemerdekaan tahun ini tidak melaksanakan perekrutan Paskibraka.

“Paskibraka yang bertugas dari purna Paskibraka tahun lalu,” jelasnya.

Namun tidak semua purna Paskibraka dipanggil. Hanya delapan orang dipanggil untuk bertugas sebagai pengibar bendera dan yang menurunkan bendera masing-masing tiga orang, serta dua orang Paskibraka cadangan.

Baca Juga:  Jalan Kabupaten Rusak, Warga Perbaiki Sendiri Pakai Campuran Semen

“Pelaksanaan dan formasi pelaksanaan upacara nanti tetap dengan protokol yang telah ditentukan dari pusat,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai peserta upacara tidak lagi seperti tahun lalu, di mana diikuti oleh siswa dan masyarakat umum. Upacara tahun ini hanya diikuti peserta terbatas, yakni Bupati Jembrana I Putu Artha sebagai inspektur upacara. Pesertanya, wakil bupati Jembrana, Forkopimda Jembrana dan perwakilan dari TNI dan Polri masing-masing 10 orang. 

“Jumlah peserta upacara dibatasi,” ujar kepala bagian pemerintahan Edy Sudarso.

Edy menegaskan, karena masih pandemi Covid-19 pelaksanaan upacara pada 17 Agustus nanti, dipusatkan di tingkat kabupaten. Pelaksanaan upacara di masing-masing-masing kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya ditiadakan. Selama upacara juga digelar secara sederhana dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. 

Baca Juga:  Jasa Raharja Beri Santunan Korban Kecelakaan di Jembrana

“Protokol kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan,” tegasnya.



NEGARA — Upacara hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan upacara digelar dengan sederhana dan dengan peserta terbatas. Bahkan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) juga diikuti oleh beberapa orang.

Kepala bidang kepemudaan dan olahraga I Komang Trilaksmana, sesuai dengan arahan dan petunjuk dari pusat untuk pelaksanaan upacara hari ulang tahun kemerdekaan tahun ini tidak melaksanakan perekrutan Paskibraka.

“Paskibraka yang bertugas dari purna Paskibraka tahun lalu,” jelasnya.

Namun tidak semua purna Paskibraka dipanggil. Hanya delapan orang dipanggil untuk bertugas sebagai pengibar bendera dan yang menurunkan bendera masing-masing tiga orang, serta dua orang Paskibraka cadangan.

Baca Juga:  Pengungsi KRB I Enggan Pulang, BPBD: Kami Beri Dispensasi Seminggu

“Pelaksanaan dan formasi pelaksanaan upacara nanti tetap dengan protokol yang telah ditentukan dari pusat,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai peserta upacara tidak lagi seperti tahun lalu, di mana diikuti oleh siswa dan masyarakat umum. Upacara tahun ini hanya diikuti peserta terbatas, yakni Bupati Jembrana I Putu Artha sebagai inspektur upacara. Pesertanya, wakil bupati Jembrana, Forkopimda Jembrana dan perwakilan dari TNI dan Polri masing-masing 10 orang. 

“Jumlah peserta upacara dibatasi,” ujar kepala bagian pemerintahan Edy Sudarso.

Edy menegaskan, karena masih pandemi Covid-19 pelaksanaan upacara pada 17 Agustus nanti, dipusatkan di tingkat kabupaten. Pelaksanaan upacara di masing-masing-masing kecamatan seperti tahun-tahun sebelumnya ditiadakan. Selama upacara juga digelar secara sederhana dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. 

Baca Juga:  Sudirta Ajak Dosen dan Mahasiswa Bangun Karakter Melalui Pendidikan

“Protokol kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/