alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Gali Tanah, Dua Buruh Tertimbun Proyek Hotel di Ubud, Langsung Tewas

UBUD — Pembangunan sebuah hotel di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali makan korban jiwa. Dua buruh bangunan, yakni Dominggus Gheru Kaka, 21, asal Sumba Barat dan temannya Rafael Mone,25, asal Sumba Barat Daya, tertimbun longsoran tanah saat bekerja Jumat (11/9). Mereka sempat dievakuasi. Sayang, nyawa kedua korban tak tertolong.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, lokasi proyek dulunya areal persawahan. Awalnya ada enam orang buruh melakukan pekerjaan menggali tanah. Tujuannya untuk pengecoran tiang beton. Sebagai penguat dinding pelataran. 

Sebelum dicor, dua korban ini bertugas menggali tanah ke bawah. Mereka menggali menggunakan alat cangkul dan sekop. Empat orang lainnya berada di atas. Mereka bertugas menarik tanah dengan menggunakan jeriken. 

Baca Juga:  Tak Mempan Digerebek Polisi, Aktivitas Galian Batu Paras Kembali Marak

Awalnya, penarikan tanah lancar. Tiba-tiba, sekitar pukul 09.30, saat penarikan tanah yang ke-20, tanah pada bagian timur longsor. Material tanah longsor menimbun dua buruh tersebut. 

Melihat rekannya tertimbun, empat orang rekan kerjanya, yakni Goris Gheru, Darius Kabubu, Aris dan Miten berteriak minta tolong kepada teman buruh lainnya. Para buruh lainnya berusaha menolong korban yang tertimbun menggunakan alat seadanya.

Sekitar pukul  11.00, korban Dominggus berhasil dievakuasi. Kondisi Dominggus lemas namun masih bernapas. Dia kemudian dilarikan ke RS Arisanti, di Desa Mas, Kecamatan Ubud menggunakan mobil Kijang 942 Polsek Ubud. Di rumah sakit, kondisi Dominggus kritis dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:  Mobil Boks Hajar Dua Motor, Lima Luka Parah

Selanjutnya, sekitar pukul 11.45, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar tiba di lokasi kejadian. Mereka mengevakuasi satu korban yang masih tertimbun.  Pukul 13.33, korban kedua, Rafel dapat dievakuasi. Sayangnya dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jasad korban pun dibawa ke RS Ari Canti Mas oleh PMI Gianyar.

Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati, menyatakan evakuasi dilakukan oleh anggotanya yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC). Evakuasi dikomando oleh Komandan Regu (Danru) Pande Sastarawan. “Kami berupaya melakukan pertolongan dengan mengerahkan anggota TRC BPBD Kabupaten Gianyar beserta armada dan perlengkapan ke lokasi kejadian,” jelasnya.



UBUD — Pembangunan sebuah hotel di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali makan korban jiwa. Dua buruh bangunan, yakni Dominggus Gheru Kaka, 21, asal Sumba Barat dan temannya Rafael Mone,25, asal Sumba Barat Daya, tertimbun longsoran tanah saat bekerja Jumat (11/9). Mereka sempat dievakuasi. Sayang, nyawa kedua korban tak tertolong.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, lokasi proyek dulunya areal persawahan. Awalnya ada enam orang buruh melakukan pekerjaan menggali tanah. Tujuannya untuk pengecoran tiang beton. Sebagai penguat dinding pelataran. 

Sebelum dicor, dua korban ini bertugas menggali tanah ke bawah. Mereka menggali menggunakan alat cangkul dan sekop. Empat orang lainnya berada di atas. Mereka bertugas menarik tanah dengan menggunakan jeriken. 

Baca Juga:  Bupati Wanti-Wanti PDDS Tabanan Jangan Sampai Merugi

Awalnya, penarikan tanah lancar. Tiba-tiba, sekitar pukul 09.30, saat penarikan tanah yang ke-20, tanah pada bagian timur longsor. Material tanah longsor menimbun dua buruh tersebut. 

Melihat rekannya tertimbun, empat orang rekan kerjanya, yakni Goris Gheru, Darius Kabubu, Aris dan Miten berteriak minta tolong kepada teman buruh lainnya. Para buruh lainnya berusaha menolong korban yang tertimbun menggunakan alat seadanya.

Sekitar pukul  11.00, korban Dominggus berhasil dievakuasi. Kondisi Dominggus lemas namun masih bernapas. Dia kemudian dilarikan ke RS Arisanti, di Desa Mas, Kecamatan Ubud menggunakan mobil Kijang 942 Polsek Ubud. Di rumah sakit, kondisi Dominggus kritis dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:  Empat Tahun Lumpuh Sejak Alami Kecelakaan, Hidup Bergantung Dari Istri

Selanjutnya, sekitar pukul 11.45, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar tiba di lokasi kejadian. Mereka mengevakuasi satu korban yang masih tertimbun.  Pukul 13.33, korban kedua, Rafel dapat dievakuasi. Sayangnya dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jasad korban pun dibawa ke RS Ari Canti Mas oleh PMI Gianyar.

Kepala BPBD Gianyar, Ngakan Dharma Jati, menyatakan evakuasi dilakukan oleh anggotanya yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC). Evakuasi dikomando oleh Komandan Regu (Danru) Pande Sastarawan. “Kami berupaya melakukan pertolongan dengan mengerahkan anggota TRC BPBD Kabupaten Gianyar beserta armada dan perlengkapan ke lokasi kejadian,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/