SINGARAJA– Rumah milik Nyoman Wardaya, 36, di Banjar Dinas Tegallinggah, Desa Les, Kecamatan Tejakula, ludes dilahap api. Diduga kebakaran dipicu api dupa yang dibiarkan tetap menyala, saat rumah ditinggal penghuninya.
Musibah kebakaran itu terjadi pada Sabtu (11/) pukul 09.00. Kebakaran melahap habis rumah milik Nyoman Wardaya.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sejam sebelum kebakaran anak pemilik rumah melakukan persembahyangan di kamar suci. Persembahyangan dilakukan mengingat kemarin merupakan hari raya tumpek landep.
Setelah sembahyang, dupa ditinggal begitu saja tanpa diawasi. Tiba-tiba api muncul dari arah kamar suci. Api dengan cepat melahap bagian plafon rumah. Apalagi plafon terbuat dari anyaman bambu.
Warga di sekitar tempat kejadian pun panik. Warga hanya melakukan pemadaman ala kadarnya dengan cara menyiramkan air. Personel pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Kubutambahan baru tiba 30 menit setelah laporan diterima. Maklum saja, lokasi kejadian dengan pos penanganan terdekat terbilang jauh.
Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan. Api berhasil dipadamkan warga dan petugas bahu membahu memadamkan api. Sayangnya tak banyak barang-barang yang berhasil diselamatkan. Rumah yang terdiri atas 3 kamar tidur dan 1 kamar tamu itu ludes seluruhnya.
Kapolsek Tejakula AKP Ida Bagus Astawa mengatakan, kebakaran diduga kuat berasal dari dupa yang ada di kamar suci. Hal itu dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, termasuk pemilik rumah.
“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kemungkinan besar api bersumber dari dupa yang membakar pelangkiran. Kami imbau masyarakat memastikan sumber api dipadamkan sebelum meninggalkan rumah, termasuk dupa. Sehingga mencegah terjadinya kebakaran,” ujar Astawa.