alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pandemi Covid-19, 107 Napi Rutan Negara Dapat Jatah Asimilasi

NEGARA – Sejak pandemi Covid-19 datang, seratus lebih narapidana di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II B Negara mendapat asimiliasi di rumah.

Namun, meskipun sudah ada program asimilasi di rumah, kondisi Rutan Negara masih melebihi kapasitas semestinya.

Kondisi tersebut diakui Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Negara I Nyoman Tulus Sedeng. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 sebanyak 107 orang narapidana mengikuti program asimilasi.

“Secara bertahap, warga binaan yang memenuhi syarat mengikuti program asimilasi sudah di rumah masing-masing hingga saat ini sudah 107 orang napi,” jelas Tulus atas izin Karutan Bambang Hendra Setiawan kemarin.

Meski sudah banyak yang mengikuti program asimilasi di rumah, isi rutan saat ini masih 129 orang narapidana dan tahanan. Artinya, warga binaan rutan saat ini masih melebihi kapasitas semestinya sebanyak 71 orang.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Perajin Batu Akik Pulaki Pilih Stop Produksi

Karena kondisi rutan masih melebihi kapasitas, Tulus mengakui bahwa masih ada narapidana dan tahanan yang tidak tidur berdesakan dalam sel masing-masing.

“Memang masih overload. Kenyataan memang begitu, kita tidak bisa memungkiri itu,” imbuhnya. Padahal  sejak Covid-19, rutan tidak menerima tahanan polisi dan kejaksaan.

Tahanan yang belum dilimpahkan pada pengadilan untuk disidangkan, selama ini ditahan Polsek dan Polres Jembrana.

Tahanan yang sudah memasuki tahap sidang dimasukkan kedalam rutan dengan syarat miminal sudah dilakukan rapid test.

Jika tidak ada asimilasi di rumah, maka jumlah narapida dan tahanan akan lebih banyak lagi dari kapasitas semestinya meski sudah ada yang sudah menyelesaikan masa penahanan. 

Baca Juga:  Syarat Masuk Bali Wajib Rapid Test Masih Berlaku, Gilimanuk Dipelototi


NEGARA – Sejak pandemi Covid-19 datang, seratus lebih narapidana di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II B Negara mendapat asimiliasi di rumah.

Namun, meskipun sudah ada program asimilasi di rumah, kondisi Rutan Negara masih melebihi kapasitas semestinya.

Kondisi tersebut diakui Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Negara I Nyoman Tulus Sedeng. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19 sebanyak 107 orang narapidana mengikuti program asimilasi.

“Secara bertahap, warga binaan yang memenuhi syarat mengikuti program asimilasi sudah di rumah masing-masing hingga saat ini sudah 107 orang napi,” jelas Tulus atas izin Karutan Bambang Hendra Setiawan kemarin.

Meski sudah banyak yang mengikuti program asimilasi di rumah, isi rutan saat ini masih 129 orang narapidana dan tahanan. Artinya, warga binaan rutan saat ini masih melebihi kapasitas semestinya sebanyak 71 orang.

Baca Juga:  Bakar Kartu KIS Warga Miskin Hoax, Pelaku Sebut Hanya Cari Sensasi

Karena kondisi rutan masih melebihi kapasitas, Tulus mengakui bahwa masih ada narapidana dan tahanan yang tidak tidur berdesakan dalam sel masing-masing.

“Memang masih overload. Kenyataan memang begitu, kita tidak bisa memungkiri itu,” imbuhnya. Padahal  sejak Covid-19, rutan tidak menerima tahanan polisi dan kejaksaan.

Tahanan yang belum dilimpahkan pada pengadilan untuk disidangkan, selama ini ditahan Polsek dan Polres Jembrana.

Tahanan yang sudah memasuki tahap sidang dimasukkan kedalam rutan dengan syarat miminal sudah dilakukan rapid test.

Jika tidak ada asimilasi di rumah, maka jumlah narapida dan tahanan akan lebih banyak lagi dari kapasitas semestinya meski sudah ada yang sudah menyelesaikan masa penahanan. 

Baca Juga:  Cegah Penularan Kian Meluas, GTPP Telusuri Kontak Dokter Positif Covid

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/