alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pohon Tumbang Hancurkan Pura, Sarang Tawon Ganggu Evakuasi Pohon

NEGARA – Hujan deras yang terjadi pekan lalu menimpa bangunan Pura Sari Manik, Banjar Sari, Desa Gumrih, Kecamatan Pekutatan.

Namun hingga kemarin, pohon tumbang berdiameter 1 meter yang menimpa bangunan Pura Sari Manik belum dipotong.

Alasannya karena masih ada tawon yang dikhawatirkan mengganggu proses pemotongan kayu.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, pohon tumbang yang menimpa pura terjadi Sabtu (7/12) lalu.

Pohon ara tersebut roboh karena hujan deras dan angin kencang yang terjadi, lalu menimpa bangunan pura. “Pohon tumbang karena hujan deras dan angin kencang,” jelas Eko Susilo Artha Permana.

Pohon yang tumbang tersebut menimpa bangunan pura hingga merusak penyengker, pelinggih pelik dan pelinggih gedong.

Baca Juga:  Tiga Rumah Jadi Korban Banjir Bandang, Arus Lalin Berangsur Normal

Beruntung pohon tersebut jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menyebabkan kerusakan rumah dan menimbulkan korban jiwa. Akibat kejadian tersebut, kerugian mencapai Rp 15 juta.

Pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemotongan, akan tetapi masih belum dilakukan karena membahayakan petugas.

“Pihak desa minta ditunda dulu pemotongan, karena ada tawon pada pohonnya,” terangnya. Jelang musim hujan yang diprediksi

pada bulan Desember ini, Kalaksa BPBD ini mengimbau agar warga berhati-hati, terutama rumahnya yang dekat dengan pohon besar.

Karena musim hujan ini diperkirakan disertai angin kencang, sehingga berpotensi menyebabkan pohon tumbang. “Warga sudah sering kami imbau untuk berhati-hati saat musim hujan tiba,” tandasnya. 



NEGARA – Hujan deras yang terjadi pekan lalu menimpa bangunan Pura Sari Manik, Banjar Sari, Desa Gumrih, Kecamatan Pekutatan.

Namun hingga kemarin, pohon tumbang berdiameter 1 meter yang menimpa bangunan Pura Sari Manik belum dipotong.

Alasannya karena masih ada tawon yang dikhawatirkan mengganggu proses pemotongan kayu.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan, pohon tumbang yang menimpa pura terjadi Sabtu (7/12) lalu.

Pohon ara tersebut roboh karena hujan deras dan angin kencang yang terjadi, lalu menimpa bangunan pura. “Pohon tumbang karena hujan deras dan angin kencang,” jelas Eko Susilo Artha Permana.

Pohon yang tumbang tersebut menimpa bangunan pura hingga merusak penyengker, pelinggih pelik dan pelinggih gedong.

Baca Juga:  Angin Kencang, Dahan Pohon Tumbang Rusak Pura Maksan Kancing Bumi

Beruntung pohon tersebut jauh dari pemukiman warga sehingga tidak menyebabkan kerusakan rumah dan menimbulkan korban jiwa. Akibat kejadian tersebut, kerugian mencapai Rp 15 juta.

Pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemotongan, akan tetapi masih belum dilakukan karena membahayakan petugas.

“Pihak desa minta ditunda dulu pemotongan, karena ada tawon pada pohonnya,” terangnya. Jelang musim hujan yang diprediksi

pada bulan Desember ini, Kalaksa BPBD ini mengimbau agar warga berhati-hati, terutama rumahnya yang dekat dengan pohon besar.

Karena musim hujan ini diperkirakan disertai angin kencang, sehingga berpotensi menyebabkan pohon tumbang. “Warga sudah sering kami imbau untuk berhati-hati saat musim hujan tiba,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/