alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Tebar Bau Busuk, Warga Keluhkan Sampah yang Tak Terangkut

AMLAPURA – Anggota DPRD Karangasem dari Partai Hanura, I Wayan Budi kesal lantaran sampah di Banjar Semadi, Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan dibiarkan menumpuk berbulan-bulan. Sampah tersebut bahkan dibiarkan hingga meluber ke jalan.

 

Selain terlihat kumuh, dengan adanya sampah yang menumpuk baik sampah plastik maupun rumah tangga itu dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

 

I Wayan Budi pun langsung menurunkan satu eksavator dan menghubungi Dinas Lingkungan Hidup Karangasem melakukan pengangkutan sampah. “Ini kumuh sekali, saya lihat sudah berbulan-bulan. Apalagi sampah selain bau ini kan bisa menimbulkan penyakit. Dibiarkan sampai berbulan-bulan,” ungkapnya Jumat (10/12).

 

Penanganan pun dilakukan secara swadaya dengan masyarakat sekitar. Dinas Lingkungan Hidup Karangasem juga langsung mengambil langkah sigap setelah mendapatkan informasi. Mereka terjun ke lokasi dengan tim membawa 7 dum truk. “Sampahnya sampai 1,5 ton,” tuturnya.

Baca Juga:  Satpam Rumjab Bupati Giri Dianiaya, Desa Adat dan Rekanan Bertemu

 

Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin langsung Kabid pengelolaan sampah limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, I Wayan Sandi mengaku akan terus memantau lingkungan setempat. Sebab, kawasan tersebut jauh dari kawasan jalan protokol untuk dilakukan pengangkutan oleh Dinas LHK.

 

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk saat ini agar bisa memilah sampah dari sumber yakni dari rumah mereka sendiri. “Untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka kami berikan edukasi ke masyarakat. Mereka juga harus bisa mengelola sampah sendiri. Jadi mengurangi sampah ke TPS,” kata Sandi.

 

Sementara itu, Penyarikan Desa Adat Jasri, I Ketut Sanur menyampaikan bahwa untuk selanjutnya terkait masalah penanganan sampah ini akan dibuatkan perarem melalui sangkepan desa.

Baca Juga:  Korban Dijanjikan Kerja di Denpasar sebelum Dijual lewat MiChat

AMLAPURA – Anggota DPRD Karangasem dari Partai Hanura, I Wayan Budi kesal lantaran sampah di Banjar Semadi, Desa Adat Jasri, Kelurahan Subagan dibiarkan menumpuk berbulan-bulan. Sampah tersebut bahkan dibiarkan hingga meluber ke jalan.

 

Selain terlihat kumuh, dengan adanya sampah yang menumpuk baik sampah plastik maupun rumah tangga itu dikhawatirkan menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar.

 

I Wayan Budi pun langsung menurunkan satu eksavator dan menghubungi Dinas Lingkungan Hidup Karangasem melakukan pengangkutan sampah. “Ini kumuh sekali, saya lihat sudah berbulan-bulan. Apalagi sampah selain bau ini kan bisa menimbulkan penyakit. Dibiarkan sampai berbulan-bulan,” ungkapnya Jumat (10/12).

 

Penanganan pun dilakukan secara swadaya dengan masyarakat sekitar. Dinas Lingkungan Hidup Karangasem juga langsung mengambil langkah sigap setelah mendapatkan informasi. Mereka terjun ke lokasi dengan tim membawa 7 dum truk. “Sampahnya sampai 1,5 ton,” tuturnya.

Baca Juga:  Model Pengelolaan Tanah Adat dan Implikasi Yuridisnya

 

Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin langsung Kabid pengelolaan sampah limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, I Wayan Sandi mengaku akan terus memantau lingkungan setempat. Sebab, kawasan tersebut jauh dari kawasan jalan protokol untuk dilakukan pengangkutan oleh Dinas LHK.

 

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk saat ini agar bisa memilah sampah dari sumber yakni dari rumah mereka sendiri. “Untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka kami berikan edukasi ke masyarakat. Mereka juga harus bisa mengelola sampah sendiri. Jadi mengurangi sampah ke TPS,” kata Sandi.

 

Sementara itu, Penyarikan Desa Adat Jasri, I Ketut Sanur menyampaikan bahwa untuk selanjutnya terkait masalah penanganan sampah ini akan dibuatkan perarem melalui sangkepan desa.

Baca Juga:  Tergolong Kabupaten Makmur, Ratusan Warga Gianyar Malah Pilih Jadi TKI

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/