alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Mesin Mati Disapu Gelombang Tinggi, Supandi Selamat Berkat Ikuti Arus

NEGARA – Kecelakaan laut nyaris menewaskan nelayan Pengambengan, Negara, Supandi. Gara-gara disapu gelombang tinggi, mesin perahu korban mati.

Beruntung, korban berhasil diselamatkan berkat kesigapan sang istri yang meminta bantuan aparat Polair Pengambengan.

Ditemui kemarin, Supandi mengatakan, saat dihantam angin dan ombak, mesin perahunya sempat mati sehingga dia terpaksa mengapung mengikuti arus sambil berusaha menghidupkan mesin.

“Mesin sempat bisa hidup, tapi kembali mati. Saya mengapung mengikuti arus sampai di perairan Desa Medewi, Pekutatan,” ujar Supandi. 

Usaha Supandi menghidupkan mesin kembali berhasil lalu balik pulang. Di saat perjalanan pulang datang  rubber boat Basarnas yang langsung membantu serta mengawal sampai di Pengambengan.

“Saat ombak menghantam, perahu saya miring dan kemasukan air laut, beruntung bisa saya kuras,” ujarnya.

Baca Juga:  Begini Penampakan Terakhir Kampung Samblong Pasca Dihantam Banjir

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, untuk keselamatan melaut, pihaknya meminta para nelayan membawa alat keselamatan seperti baju pelampung.

“Kalau tidak punya jaket pelampung silakan koordinasi ke syahbandar,” paparnya.



NEGARA – Kecelakaan laut nyaris menewaskan nelayan Pengambengan, Negara, Supandi. Gara-gara disapu gelombang tinggi, mesin perahu korban mati.

Beruntung, korban berhasil diselamatkan berkat kesigapan sang istri yang meminta bantuan aparat Polair Pengambengan.

Ditemui kemarin, Supandi mengatakan, saat dihantam angin dan ombak, mesin perahunya sempat mati sehingga dia terpaksa mengapung mengikuti arus sambil berusaha menghidupkan mesin.

“Mesin sempat bisa hidup, tapi kembali mati. Saya mengapung mengikuti arus sampai di perairan Desa Medewi, Pekutatan,” ujar Supandi. 

Usaha Supandi menghidupkan mesin kembali berhasil lalu balik pulang. Di saat perjalanan pulang datang  rubber boat Basarnas yang langsung membantu serta mengawal sampai di Pengambengan.

“Saat ombak menghantam, perahu saya miring dan kemasukan air laut, beruntung bisa saya kuras,” ujarnya.

Baca Juga:  Kampus Poltrada Bali Jadi Klaster Covid-19, Satgas Ungkap Penyebabnya

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, untuk keselamatan melaut, pihaknya meminta para nelayan membawa alat keselamatan seperti baju pelampung.

“Kalau tidak punya jaket pelampung silakan koordinasi ke syahbandar,” paparnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/