alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Perempuan Difabel Mental di Buleleng Disetubuhi, Ortu Lapor Polisi

SINGARAJA  – Seorang perempuan yang mengalami disabilitas mental atau difabel mental di Kecamatan Sawan, Buleleng diduga disetubuhi seseorang. Perempuan berusia 21 tahun, itu menjadi korban persetubuhan sehingga orang tuanya pun melapor ke polisi.

Kendati sudah tergolong dewasa, orang tua dari perempuan difabel mental itu tetap tak terima dengan hal tersebut. Karena perempuan yang menjadi korban persetubuhan mengalami disabilitas mental.

Orang tua korban mengadukan masalah tersebut ke polisi pada Jumat (7/1) pekan lalu. Hingga kini polisi menyatakan laporan orang tua korban baru sebatas pengaduan masyarakat. Belum ditingkatkan menjadi laporan polisi.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih menggali keterangan dari para pihak. Baik dari orang tua, maupun perempuan yang disebut disabilitas. Sumarjaya mengatakan polisi masih berhati-hati menyikapi pengaduan itu, sebab masih membutuhkan keterangan ahli.

Baca Juga:  Proyek Bendungan Gerokgak Rp 11 M Tak Jalan, Begini Kata BWS Bali…

Menurutnya saat ini penyidik baru sebatas meminta visum pada tim medis. “Penyidik masih membutuhkan keterangan ahli. Dalam hal ini psikiater. Untuk memastikan, apakah disabilitas mental, gangguan mental, atau hal lainnya. Keterangan ahli ini sangat dibutuhkan untuk menindaklanjuti pengaduan itu,” kata Sumarjaya.


SINGARAJA  – Seorang perempuan yang mengalami disabilitas mental atau difabel mental di Kecamatan Sawan, Buleleng diduga disetubuhi seseorang. Perempuan berusia 21 tahun, itu menjadi korban persetubuhan sehingga orang tuanya pun melapor ke polisi.

Kendati sudah tergolong dewasa, orang tua dari perempuan difabel mental itu tetap tak terima dengan hal tersebut. Karena perempuan yang menjadi korban persetubuhan mengalami disabilitas mental.

Orang tua korban mengadukan masalah tersebut ke polisi pada Jumat (7/1) pekan lalu. Hingga kini polisi menyatakan laporan orang tua korban baru sebatas pengaduan masyarakat. Belum ditingkatkan menjadi laporan polisi.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih menggali keterangan dari para pihak. Baik dari orang tua, maupun perempuan yang disebut disabilitas. Sumarjaya mengatakan polisi masih berhati-hati menyikapi pengaduan itu, sebab masih membutuhkan keterangan ahli.

Baca Juga:  Jadi Pro-Kontra Warga, Investasi TPS di Desa Bhuana Giri Capai Rp50 M

Menurutnya saat ini penyidik baru sebatas meminta visum pada tim medis. “Penyidik masih membutuhkan keterangan ahli. Dalam hal ini psikiater. Untuk memastikan, apakah disabilitas mental, gangguan mental, atau hal lainnya. Keterangan ahli ini sangat dibutuhkan untuk menindaklanjuti pengaduan itu,” kata Sumarjaya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/