alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Klaster LP Singaraja Belum Mereda, Kalapas Positif Terpapar Covid-19

SINGARAJA– Klaster di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II B Singaraja, Buleleng, Bali makin mengkhawatirkan.

Terbaru, dari keterangan Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Kepala Lapas Kelas II B Singaraja Mutzaini terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti dibenarkan  Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, Jumat (12/2).

“Hasil swab beliau (kalapas Kelas II B Singaraja) terkonfirmasi positif. Jadi sejak pagi tadi beliau sudah menjalani karantina mandiri di Denpasar,” kata Suyasa.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, terkait munculnya klaster di Lapas Singaraja, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Hasil koordinasi, Satgas provinsi pada prinsipnya mengizinkan para warga binaan yang terkonfirmasi positif, menjalani masa karantina pada fasilitas hotel yang telah disiapkan Pemprov Bali.

Hanya saja Satgas Provinsi mengingatkan agar pengawasan dan pengawalan dilakukan dengan ketat. Sehingga tak ada warga binaan yang kabur dari lokasi karantina.

Baca Juga:  Tanah Desa Adat Dikuasai Investor, Krama Kubutambahan Tuding Ada Mafia

Menurut Suyasa hal itu telah dikoordinasikan pada Lapas Singaraja. Dengan berbagai pertimbangan teknis, akhirnya diputuskan bahwa warga binaan yang terkonfirmasi positif covid-19 dan tidak bergejala, menjalani masa karantina di dalam sel tahanan.

“Kalau di hotel kan perlu pengawalan dan pengawasan dengan personil yang banyak. Ada banyak pertimbangan teknis yang menyebabkan opsi ini tidak bisa dilaksanakan untuk saat ini. Solusinya ya karantina di dalam lapas dulu. Saya sudah minta agar dinas kesehatan melakukan pengecekan kondisi kesehatan berkala. Apalagi kantornya kan dekat, tinggal menyeberang jalan aja,” tukas Suyasa.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus hingga Jumat hari ini (12/2), Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mencatat ada total 19 kasus baru terkonfirmasis positif.

Baca Juga:  Gagal Panen, Petani Tabanan Digerojok Klaim Asuransi Rp 2,4 Miliar

Disebutkan, 19 kasus baru di Buleleng itu, yakni meliputi Kecamatan Buleleng 8 kasus; Sukasada 2 kasus; Tejakula 1 kasus, Gerokgak 3 kasus, Seririt 3 kasus, serta Kecamatan Sawan dan Banjar masing-masing 1 kasus.

Untuk diketahui, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng hingga hari ini mencapai 2.021 kasus.

Kasus ini merupakan kasus kumulatif sejak dari awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu. Dari 2000-1n kasus, sebanyak 1.732 orang telah dinyatakan sembuh dan 87 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini kasus aktif tercatat sebanyak 202 kasus. Dari total kasus aktif itu, sebanyak 166 orang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Buleleng. Sedangkan 36 orang lainnya menjalani masa karantina pada fasilitas yang telah disiapkan Pemprov Bali



SINGARAJA– Klaster di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II B Singaraja, Buleleng, Bali makin mengkhawatirkan.

Terbaru, dari keterangan Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng, Kepala Lapas Kelas II B Singaraja Mutzaini terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti dibenarkan  Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, Jumat (12/2).

“Hasil swab beliau (kalapas Kelas II B Singaraja) terkonfirmasi positif. Jadi sejak pagi tadi beliau sudah menjalani karantina mandiri di Denpasar,” kata Suyasa.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, terkait munculnya klaster di Lapas Singaraja, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Hasil koordinasi, Satgas provinsi pada prinsipnya mengizinkan para warga binaan yang terkonfirmasi positif, menjalani masa karantina pada fasilitas hotel yang telah disiapkan Pemprov Bali.

Hanya saja Satgas Provinsi mengingatkan agar pengawasan dan pengawalan dilakukan dengan ketat. Sehingga tak ada warga binaan yang kabur dari lokasi karantina.

Baca Juga:  Tanah Desa Adat Dikuasai Investor, Krama Kubutambahan Tuding Ada Mafia

Menurut Suyasa hal itu telah dikoordinasikan pada Lapas Singaraja. Dengan berbagai pertimbangan teknis, akhirnya diputuskan bahwa warga binaan yang terkonfirmasi positif covid-19 dan tidak bergejala, menjalani masa karantina di dalam sel tahanan.

“Kalau di hotel kan perlu pengawalan dan pengawasan dengan personil yang banyak. Ada banyak pertimbangan teknis yang menyebabkan opsi ini tidak bisa dilaksanakan untuk saat ini. Solusinya ya karantina di dalam lapas dulu. Saya sudah minta agar dinas kesehatan melakukan pengecekan kondisi kesehatan berkala. Apalagi kantornya kan dekat, tinggal menyeberang jalan aja,” tukas Suyasa.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus hingga Jumat hari ini (12/2), Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mencatat ada total 19 kasus baru terkonfirmasis positif.

Baca Juga:  Nihil Penambahan Kasus Covid-19, Karangasem Harapkan Zona Kuning

Disebutkan, 19 kasus baru di Buleleng itu, yakni meliputi Kecamatan Buleleng 8 kasus; Sukasada 2 kasus; Tejakula 1 kasus, Gerokgak 3 kasus, Seririt 3 kasus, serta Kecamatan Sawan dan Banjar masing-masing 1 kasus.

Untuk diketahui, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng hingga hari ini mencapai 2.021 kasus.

Kasus ini merupakan kasus kumulatif sejak dari awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu. Dari 2000-1n kasus, sebanyak 1.732 orang telah dinyatakan sembuh dan 87 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kini kasus aktif tercatat sebanyak 202 kasus. Dari total kasus aktif itu, sebanyak 166 orang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Buleleng. Sedangkan 36 orang lainnya menjalani masa karantina pada fasilitas yang telah disiapkan Pemprov Bali


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/