alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Diduga Gara-gara PPKM Mikro, Paket Nyepi Hotel di Buleleng Tak Laku

SINGARAJA– Tingkat hunian hotel yang ada di wilayah Bali Utara masih dalam kondisi terpuruk.

Bahkan, berharap meraup hunian wisatawan melalui penawaran paket Nyepi, namun usaha ini juga belum membuahkan hasil.

Tingkat hunian hotel di Buleleng stagnan dan masih berada pada kisaran 10 persen saja.

Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Buleleng menyatakan, tingkat hunian hotel masih jalan di tempat.

Warga lokal yang diharapkan melakukan kunjungan ke hotel-hotel yang ada di Bali Utara, lebih memilih ke wilayah lain.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, para pengelola hotel sebenarnya sudah menyiapkan paket hunian untuk Nyepi.

Paket itu terdiri dari makan malam serta hunian selama dua malam. Namun tak banyak membuahkan hasil.

Baca Juga:  Waspada!Cuaca Selat Bali Buruk, KMP Swakarya Hanyut, Kandas Berjam-jam

“Kemarin teman-teman itu masuk sampai ke kantor-kantor jualan. Tapi tidak begitu maksimal. Sampai hari ini (kemarin, Red) belum banyak yang booking,” kata Suardipa.

Sebenarnya paket itu sudah dipasarkan sejak dua bulan lalu. Semula pengelola hotel berharap ada kelonggaran kebijakan untuk masuk ke Bali. Sehingga mendapat peluang menggaet wisatawan domestik dari Jakarta maupun Surabaya.

“Awalnya mau menggaet dari sana. Karena ada ketertarikan juga bagi wisatawan domestik bagaimana merasakan silent day di Bali. Tapi karena masih ada PPKM mikro, akhirnya ya promosi lokal Bali dan lokal Buleleng saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suardipa mengatakan, saat ini paket Nyepi yang dijual sebenarnya sudah sangat murah. Sejumlah hotel berbintang bersedia menjual paket nyepi seharga Rp 500ribu. Paket itu terdiri dari makan malam serta hunian selama dua malam.

Baca Juga:  Ribuan Masker Hasil Produksi Masyarakat Buleleng Mulai Dibagikan

“Kalau bicara untung, mungkin tidak. Kalau toh untung, sangat tipis sekali. Paling harga segitu hanya untuk menjaga operasional tetap jalan. Kondisi begini, sudah banyak hotel bintang tiga yang memilih tutup. Sudah jual harga segitu, juga tidak banyak yang masuk. Ya yang penting sudah usaha,” tukasnya. 


SINGARAJA– Tingkat hunian hotel yang ada di wilayah Bali Utara masih dalam kondisi terpuruk.

Bahkan, berharap meraup hunian wisatawan melalui penawaran paket Nyepi, namun usaha ini juga belum membuahkan hasil.

Tingkat hunian hotel di Buleleng stagnan dan masih berada pada kisaran 10 persen saja.

Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Buleleng menyatakan, tingkat hunian hotel masih jalan di tempat.

Warga lokal yang diharapkan melakukan kunjungan ke hotel-hotel yang ada di Bali Utara, lebih memilih ke wilayah lain.

Ketua PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa mengatakan, para pengelola hotel sebenarnya sudah menyiapkan paket hunian untuk Nyepi.

Paket itu terdiri dari makan malam serta hunian selama dua malam. Namun tak banyak membuahkan hasil.

Baca Juga:  Jawa – Bali Berlakukan PPKM Mikro, Ini Zona yang Wajib Anda Diketahui

“Kemarin teman-teman itu masuk sampai ke kantor-kantor jualan. Tapi tidak begitu maksimal. Sampai hari ini (kemarin, Red) belum banyak yang booking,” kata Suardipa.

Sebenarnya paket itu sudah dipasarkan sejak dua bulan lalu. Semula pengelola hotel berharap ada kelonggaran kebijakan untuk masuk ke Bali. Sehingga mendapat peluang menggaet wisatawan domestik dari Jakarta maupun Surabaya.

“Awalnya mau menggaet dari sana. Karena ada ketertarikan juga bagi wisatawan domestik bagaimana merasakan silent day di Bali. Tapi karena masih ada PPKM mikro, akhirnya ya promosi lokal Bali dan lokal Buleleng saja,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suardipa mengatakan, saat ini paket Nyepi yang dijual sebenarnya sudah sangat murah. Sejumlah hotel berbintang bersedia menjual paket nyepi seharga Rp 500ribu. Paket itu terdiri dari makan malam serta hunian selama dua malam.

Baca Juga:  Patroli PPKM Mikro, Pol PP Sebut Buka 24 Jam Hanya untuk Usaha Kuliner

“Kalau bicara untung, mungkin tidak. Kalau toh untung, sangat tipis sekali. Paling harga segitu hanya untuk menjaga operasional tetap jalan. Kondisi begini, sudah banyak hotel bintang tiga yang memilih tutup. Sudah jual harga segitu, juga tidak banyak yang masuk. Ya yang penting sudah usaha,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/