alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tak Diketahui Alasannya, Seorang Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Dapur

GIANYAR — I Wayan Gading, 70, warga Banjar Ponggang, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Jenazah korban ditemukan dalam posisi leher tergantung di atap dapur di Pondokan Biu Tasak, Banjar Ponggang, Kamis (11/3) sekitar pukul 19.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani awalnnya ditemukan sang istri, Ni Ketut Bucu. Saat itu, tubuh korban tergantung menggunakan selendang berwarna abu-abu.

Istri korban yang terkejut langsung berteriak sehingga membuat anak korban, I Made Tinggar dan cucu korban, I Wayan Priantika bergegas menuju dapur.

Selanjutnya anak dan cucu korban menurunkan tubuh korban dengan memotong selendang menggunakan pisau kecil. Saat diturunkan korban sudah tidak bernapas.

Baca Juga:  Korban Pemerkosaan Trauma Berat, Kapan Tersangka Diamankan?

Anak korban kemudian berupaya memanggil didan di dekat rumahnya untuk memeriksa kondisi sang ayah. Sayangnya setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Payangan, AKP Made Tama membenarkan kejadian itu. “Ya benar,” ujar Kapolsek, Jumat (12/3).

Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab gantung diri. “Istri korban mengaku tidak mengetahui alasan korban gantung diri. Karena sebelumnya korban tidak pernah ada permasalahan dengan keluarga maupun dengan orang lain,” pungkasnya.

- Advertisement -

GIANYAR — I Wayan Gading, 70, warga Banjar Ponggang, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Jenazah korban ditemukan dalam posisi leher tergantung di atap dapur di Pondokan Biu Tasak, Banjar Ponggang, Kamis (11/3) sekitar pukul 19.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani awalnnya ditemukan sang istri, Ni Ketut Bucu. Saat itu, tubuh korban tergantung menggunakan selendang berwarna abu-abu.

Istri korban yang terkejut langsung berteriak sehingga membuat anak korban, I Made Tinggar dan cucu korban, I Wayan Priantika bergegas menuju dapur.

Selanjutnya anak dan cucu korban menurunkan tubuh korban dengan memotong selendang menggunakan pisau kecil. Saat diturunkan korban sudah tidak bernapas.

Baca Juga:  Tembok Rumah Warga Banyubiru Retak-retak, Diduga Akibat Tanah Bergerak

Anak korban kemudian berupaya memanggil didan di dekat rumahnya untuk memeriksa kondisi sang ayah. Sayangnya setelah diperiksa, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kapolsek Payangan, AKP Made Tama membenarkan kejadian itu. “Ya benar,” ujar Kapolsek, Jumat (12/3).

Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab gantung diri. “Istri korban mengaku tidak mengetahui alasan korban gantung diri. Karena sebelumnya korban tidak pernah ada permasalahan dengan keluarga maupun dengan orang lain,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/