alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Perahu Nelayan Tenggelam di Muara Perancak, Astungkara 13 Awak Selamat

NEGARA – Cuaca buruk yang terjadi di perairan Selat Bali sejak dua hari terakhir, membuat perahu nelayan terbalik.

Sebanyak 13 orang awak perahu tenggelam bersama perahu. Beruntung perahu tenggelam di perairan dangkal, sehingga para awak perahu bisa segera diselamatkan.

Namun sebagian barang perlengkapan milik nelayan hilang. Perahu yang tenggelam dengan nama lambung Sekar Abadi memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter itu diketahui milik Ahmadi asal Desa Mimbo, Situbondo, Jawa Timur.

Perahu berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 08.00 wita. Rencana untuk mencari ikan di perairan selatan Desa Perancak.

Karena angin cukup kencang, sekitar pukul 13.00 wita, angin mendadak cukup kencang. “Meski tidak dapat ikan, perahu memutuskan untuk balik pulang,” kata Kepala Satuan Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo, kemarin.

Baca Juga:  Permintaan Minyak Ikan Tinggi, Cari Bahan Baku Hingga Papua

Namun, dalam perjalanan pulang, sekitar di perairan muara Perancak, tiba-tiba angin kencang datang dan ombak cukup tinggi datang dari arah selatan atau samping kiri perahu.

Akibatnya, mesin perahu mati, sehingga perahu kehilangan daya dorong. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 15.00 wita,

ombak besar datang menenggelamkan perahu di perairan dengan kedalaman sekitar 10 meter dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Beruntung awak perahu berhasil diselamatkan perahu nelayan yang lain. Ditaksir akibat insiden itu pemilik kapal ditaksir menderita kerugian Rp 80 juta lebih. 



NEGARA – Cuaca buruk yang terjadi di perairan Selat Bali sejak dua hari terakhir, membuat perahu nelayan terbalik.

Sebanyak 13 orang awak perahu tenggelam bersama perahu. Beruntung perahu tenggelam di perairan dangkal, sehingga para awak perahu bisa segera diselamatkan.

Namun sebagian barang perlengkapan milik nelayan hilang. Perahu yang tenggelam dengan nama lambung Sekar Abadi memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter itu diketahui milik Ahmadi asal Desa Mimbo, Situbondo, Jawa Timur.

Perahu berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 08.00 wita. Rencana untuk mencari ikan di perairan selatan Desa Perancak.

Karena angin cukup kencang, sekitar pukul 13.00 wita, angin mendadak cukup kencang. “Meski tidak dapat ikan, perahu memutuskan untuk balik pulang,” kata Kepala Satuan Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo, kemarin.

Baca Juga:  Pasien Meninggal Dibebani Biaya Penguburan, Begini Respons GTTP Covid

Namun, dalam perjalanan pulang, sekitar di perairan muara Perancak, tiba-tiba angin kencang datang dan ombak cukup tinggi datang dari arah selatan atau samping kiri perahu.

Akibatnya, mesin perahu mati, sehingga perahu kehilangan daya dorong. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 15.00 wita,

ombak besar datang menenggelamkan perahu di perairan dengan kedalaman sekitar 10 meter dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Beruntung awak perahu berhasil diselamatkan perahu nelayan yang lain. Ditaksir akibat insiden itu pemilik kapal ditaksir menderita kerugian Rp 80 juta lebih. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/