alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Bansos Bagi 2.202 Warga Terdampak Covid-19 Akan Dicairkan Bulan Ini

SINGARAJA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengklaim dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga miskin terdampak pandemi covid-19 sudah siap dicairkan.

Dana Bansos Covid itu, bersumber dari bantuan Kementerian Sosial. Tercatat ada 2.202 orang warga yang akan menerima bansos tersebut.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, selama pandemi covid ini, ada beberapa program jaring pengaman sosial (JPS) yang diluncurkan pemerintah pusat.

Salah satunya ialah bansos. Setiap keluarga miskin terdampak, akan menerima bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Lebih lanjt, Suyasa menjelaskan jika awalnya, ada 5.404 keluarga penerima manfaat yang menjadi sasaran penerima bansos.

Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi, ternyata hanya 2.202 keluarga yang dinyatakan layak menerima bantuan tersebut. Ribuan keluarga calon penerima itu, sudah dipastikan tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Guru Besar Meninggal Karena Covid, Aktivitas Kampus Undiksha Dibekukan

“Hasil verifikasi, banyak yang tidak memenuhi syarat. Ada yang sudah pindah domisili, ada yang meninggal, ada yang menikah, termasuk ada yang sudah kemampuan ekonominya meningkat,” kata Suyasa saat ditemui di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (12/5) siang.

Bahkan Suyasa menegaskan, bansos covid itu dipastikan cair bulan ini.

Sebab pemerintah telah menuntaskan proses verifikasi. Khusus di bulan Mei ini, calon penerima akan langsung menerima bansos untuk jatah dua bulan. Yakni untuk jatah bulan April dan Mei. Sementara jatah bulan Juni, akan dicairkan pada pertengahan bulan depan.

Di sisi lain, Suyasa menyebut, selain program dari pusat, dana APBDes dan Bantuan Keuangan Desa Adat juga digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Baca Juga:  Wow! Pemkab Buleleng Lelang Motor Win Bekas Seharga Rp500 Ribu

Khusus untuk BLT-Dana Desa, saat ini baru 14 desa yang sudah siap mencairkan program tersebut. Desa-desa itu yakni Desa Pejarakan, Pengulon, Kalianget, Pangkungparuk, Banyuseri, Pancasari, Ambengan, Padangbulia, Patemon, Tukadmungga, Bulian, Pakisan, Kubutambahan, dan Bondalem.

Kalau toh masih ditemukan warga miskin yang tercecer dari daftar penerima bantuan, Suyasa meminta agar aparat desa segera melapor pada Dinas Sosial Buleleng.

“Kami upayakan mereka menerima dari APBD. Nanti kami verifikasi lagi. Supaya tidak tumpang tindih, antara penerima bantuan dari pusat, provinsi, dana desa, atau desa adat. Biar tidak ada yang (penerima bantuan) ganda,” tukasnya



SINGARAJA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengklaim dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga miskin terdampak pandemi covid-19 sudah siap dicairkan.

Dana Bansos Covid itu, bersumber dari bantuan Kementerian Sosial. Tercatat ada 2.202 orang warga yang akan menerima bansos tersebut.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, selama pandemi covid ini, ada beberapa program jaring pengaman sosial (JPS) yang diluncurkan pemerintah pusat.

Salah satunya ialah bansos. Setiap keluarga miskin terdampak, akan menerima bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Lebih lanjt, Suyasa menjelaskan jika awalnya, ada 5.404 keluarga penerima manfaat yang menjadi sasaran penerima bansos.

Namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi, ternyata hanya 2.202 keluarga yang dinyatakan layak menerima bantuan tersebut. Ribuan keluarga calon penerima itu, sudah dipastikan tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca Juga:  Jadi Tersangka Korupsi Terminal, Gaji Kadiskominfo Dipotong 50 Persen

“Hasil verifikasi, banyak yang tidak memenuhi syarat. Ada yang sudah pindah domisili, ada yang meninggal, ada yang menikah, termasuk ada yang sudah kemampuan ekonominya meningkat,” kata Suyasa saat ditemui di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Selasa (12/5) siang.

Bahkan Suyasa menegaskan, bansos covid itu dipastikan cair bulan ini.

Sebab pemerintah telah menuntaskan proses verifikasi. Khusus di bulan Mei ini, calon penerima akan langsung menerima bansos untuk jatah dua bulan. Yakni untuk jatah bulan April dan Mei. Sementara jatah bulan Juni, akan dicairkan pada pertengahan bulan depan.

Di sisi lain, Suyasa menyebut, selain program dari pusat, dana APBDes dan Bantuan Keuangan Desa Adat juga digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Baca Juga:  Unas SMP, Puluhan Siswa di Buleleng Absen, Terungkap Fakta Miris

Khusus untuk BLT-Dana Desa, saat ini baru 14 desa yang sudah siap mencairkan program tersebut. Desa-desa itu yakni Desa Pejarakan, Pengulon, Kalianget, Pangkungparuk, Banyuseri, Pancasari, Ambengan, Padangbulia, Patemon, Tukadmungga, Bulian, Pakisan, Kubutambahan, dan Bondalem.

Kalau toh masih ditemukan warga miskin yang tercecer dari daftar penerima bantuan, Suyasa meminta agar aparat desa segera melapor pada Dinas Sosial Buleleng.

“Kami upayakan mereka menerima dari APBD. Nanti kami verifikasi lagi. Supaya tidak tumpang tindih, antara penerima bantuan dari pusat, provinsi, dana desa, atau desa adat. Biar tidak ada yang (penerima bantuan) ganda,” tukasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/