alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Belajar Daring di Buleleng Masih Temui Kendala, Ini Daftar Penyebabnya

SINGARAJA – Pelaksanaan proses pembelajaran daring di Kabupaten Buleleng ternyata masih menemui kendala. Tak seluruh guru dan siswa, bisa melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Permasalahannya pun beragam. Mulai dari keterbatasan sinyal, hingga keterbatasan perangkat yang layak digunakan untuk pembelajaran daring.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng disebut telah menuntaskan proses identifikasi masalah, selama melaksanakan pembalajaran daring.

Proses pembelajaran daring di Buleleng sendiri, sebenarnya sudah dilangsungkan selama 1,5 bulan terakhir.

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, dari hasil identifikasi di jenjang SD dan SMP, hanya 90 persen sekolah yang bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Sejumlah sekolah dan siswa, tak bisa melaksanakan pembelajaran daring, karena terkendala jaringan internet.

Baca Juga:  Peredaran Upal Marak, Buru Pembuat, Ini Hasilnya…

“Hanya 90 persen yang daring. Sisanya terpaksa belajar di luar jaringan. Tapi bukan berarti melakukan belajar tatap muka. Guru akhirnya datang ke rumah siswa membawakan soal dan tugas.

Ada juga yang soalnya dibawa ke sekolah, kemudian orang tua yang mengambil ke sekolah,” kata Astika saat dihubungi kemarin.

Lebih lanjut Astika mengatakan, kendala utama dalam pembelajaran daring ialah jaringan internet dan ketersediaan perangkat.

Astika menyebut ada beberapa daerah yang sinyalnya kurang memadai untuk jaringan internet. Namun bila digunakan untuk layanan telepon maupun SMS, cukup lancar.

Ada pula kendala dengan perangkat. “Identifikasi kami, ada 5 orang guru yang sekarang tidak punya android, karena rusak dan spesifikasinya belum mampu untuk aplikasi (zoom) seperti itu.

Baca Juga:  127 Sekolah Belum Punya Perpustakaan, Gerakan Literasi Terancam

Banyak juga siswa kami yang tidak punya perangkat memadai. Akhirnya numpang ke tetangga atau temannya yang punya. Hasil evaluasi ini sudah kami sampaikan pada Kemendikbud juga,” imbuh Astika.

Disamping itu, Astika menyatakan Disdikpora Buleleng telah meminta agar sekolah-sekolah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan pulsa.

Untuk tahap awal, beberapa sekolah telah menuntaskan proses refocusing anggaran BOS. Siswa pun telah diberikan insentif pulsa internet bulanan.



SINGARAJA – Pelaksanaan proses pembelajaran daring di Kabupaten Buleleng ternyata masih menemui kendala. Tak seluruh guru dan siswa, bisa melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Permasalahannya pun beragam. Mulai dari keterbatasan sinyal, hingga keterbatasan perangkat yang layak digunakan untuk pembelajaran daring.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng disebut telah menuntaskan proses identifikasi masalah, selama melaksanakan pembalajaran daring.

Proses pembelajaran daring di Buleleng sendiri, sebenarnya sudah dilangsungkan selama 1,5 bulan terakhir.

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, dari hasil identifikasi di jenjang SD dan SMP, hanya 90 persen sekolah yang bisa melaksanakan pembelajaran daring.

Sejumlah sekolah dan siswa, tak bisa melaksanakan pembelajaran daring, karena terkendala jaringan internet.

Baca Juga:  Bantu Korban Corona, Pembagian Beras oleh Desa Adat Terus Berlanjut

“Hanya 90 persen yang daring. Sisanya terpaksa belajar di luar jaringan. Tapi bukan berarti melakukan belajar tatap muka. Guru akhirnya datang ke rumah siswa membawakan soal dan tugas.

Ada juga yang soalnya dibawa ke sekolah, kemudian orang tua yang mengambil ke sekolah,” kata Astika saat dihubungi kemarin.

Lebih lanjut Astika mengatakan, kendala utama dalam pembelajaran daring ialah jaringan internet dan ketersediaan perangkat.

Astika menyebut ada beberapa daerah yang sinyalnya kurang memadai untuk jaringan internet. Namun bila digunakan untuk layanan telepon maupun SMS, cukup lancar.

Ada pula kendala dengan perangkat. “Identifikasi kami, ada 5 orang guru yang sekarang tidak punya android, karena rusak dan spesifikasinya belum mampu untuk aplikasi (zoom) seperti itu.

Baca Juga:  PTMT, Maksimal 3 Jam Pelajaran

Banyak juga siswa kami yang tidak punya perangkat memadai. Akhirnya numpang ke tetangga atau temannya yang punya. Hasil evaluasi ini sudah kami sampaikan pada Kemendikbud juga,” imbuh Astika.

Disamping itu, Astika menyatakan Disdikpora Buleleng telah meminta agar sekolah-sekolah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan pulsa.

Untuk tahap awal, beberapa sekolah telah menuntaskan proses refocusing anggaran BOS. Siswa pun telah diberikan insentif pulsa internet bulanan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/