alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Stafsus Presiden Jokowi Minta STAHN Mpu Kuturan Perkuat SDM Hindu

SINGARAJA – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hindu menjadi tantangan utama dewasa ini.

Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana meminta agar lembaga pendidikan tinggi, mengembangkan sumber daya manusia yang mumpuni dengan berakar pada agama serta tradisi Hindu.

Hal itu diungkapkan Ari Dwipayana saat menjadi narasumber webinar yang dilangsungkan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, Jumat (11/9) siang.

Webinar itu mengangkat tema Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

Ari mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi agama Hindu, STAHN Mpu Kuturan memiliki tanggung jawab besar.

Para civitas akademika diharapkan dapat menggali serta membesarkan warisan tradisi dan pemikiran besar hindu. Terutama yang diwariskan oleh Mpu Kuturan yang notabene meletakkan

Hal tersebut muncul saat AAGN Ari Dwipayana menjadi narasumber webinar yang dilaksanakan STAHN Mpu Kuturan Jumat (11/9) siang kemarin.

Menurutnya, STAHN Mpu Kuturan yang mengambil nama ornag besar tokoh Hindu memiliki tanggungjawab besar sebagai lembaga akademik.

Baca Juga:  Dibatasi, Pantai di Klungkung Sepi Bak Nyepi saat Momen Banyu Pinaruh

Civitas akademi STAH sesuai nama lembaga diharapkan dapat menggali dan membesarkan warisan tradisi dan pemikiran besar tentang Hindu.

Seperti yang dilakukan Mpu Kuturan orang besar Hindu yang meletakan pondasi dan berpengaruh besar apda perkembangan Hindu di Bali.

“Ini harus diteruskan STAH, tidak hanya membesarkan karya akademik tetapi juga menggali tradisi. itu yang dibutuhkan Hindu Bali dan Indonesia,” ucap pelingsir Puri Kauhan Ubud Gianyar ini.

STAHN Mpu Kuturan sebagai lembaga akademik berbasis Hindu harus mampu memperkuat keilmuannya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun kampus ini.

Seluruh dosen pengajar tak harus memenuhi klasifikasi pendidikan hingga S3, tetapi terus dikejar hingga guru besar.

Dia juga menekankan tradisi riset juga harus dikembangkan sehingag dapat memberi kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Tradisi berpikir, perdebatan berpikir kritis juga ahrus dibangun. hasilnya untuk pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Ari Dwipayana.

Baca Juga:  Dua Ibu Rumah Tangga Cekcok dan Baku Hantam, Keduanya Jadi Tersangka

STAHN Mpu Kuturan juga tidak bisa tutup mata di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, moment pandemi ini dapat dijadikan kesempatan oleh civitas akademika mendukung program pemerintah, utamanya mengedukasi masyarakat untuk mencegha penyebaran Covid-19.

Namun, edukasi yang diberikan kepada masyarakat disebut berhasil jika membuahkan perubahan prilaku.

Sementara itu Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja I Gede Suwinda, mengaku siap segera melakukan pembenahan internal SDMnya.

Bahkan, tahun ini sudah ada 5 dosennya yang dibiayai melalui beasiswa menuntaskan pendidikan S3nya. Selain program beasiswa pendiidkan dosen ke S2 juga cukup banyak.

“Kami siap berbenah di internal untuk jangka waktu panjang melakukan pesan pak Ari selain pembenahan SDM juga riset yang mendalam,” jelas Suwinda.

Selain melakukan Webinar, Ari Dwipayana juga sempat melakukan kunjungan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan di Vihara Banjar. 



SINGARAJA – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hindu menjadi tantangan utama dewasa ini.

Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana meminta agar lembaga pendidikan tinggi, mengembangkan sumber daya manusia yang mumpuni dengan berakar pada agama serta tradisi Hindu.

Hal itu diungkapkan Ari Dwipayana saat menjadi narasumber webinar yang dilangsungkan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan, Jumat (11/9) siang.

Webinar itu mengangkat tema Peran Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

Ari mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi agama Hindu, STAHN Mpu Kuturan memiliki tanggung jawab besar.

Para civitas akademika diharapkan dapat menggali serta membesarkan warisan tradisi dan pemikiran besar hindu. Terutama yang diwariskan oleh Mpu Kuturan yang notabene meletakkan

Hal tersebut muncul saat AAGN Ari Dwipayana menjadi narasumber webinar yang dilaksanakan STAHN Mpu Kuturan Jumat (11/9) siang kemarin.

Menurutnya, STAHN Mpu Kuturan yang mengambil nama ornag besar tokoh Hindu memiliki tanggungjawab besar sebagai lembaga akademik.

Baca Juga:  Alamakā€¦Sisa Logistik Pengungsi Gunung Agung Masih Menumpuk

Civitas akademi STAH sesuai nama lembaga diharapkan dapat menggali dan membesarkan warisan tradisi dan pemikiran besar tentang Hindu.

Seperti yang dilakukan Mpu Kuturan orang besar Hindu yang meletakan pondasi dan berpengaruh besar apda perkembangan Hindu di Bali.

“Ini harus diteruskan STAH, tidak hanya membesarkan karya akademik tetapi juga menggali tradisi. itu yang dibutuhkan Hindu Bali dan Indonesia,” ucap pelingsir Puri Kauhan Ubud Gianyar ini.

STAHN Mpu Kuturan sebagai lembaga akademik berbasis Hindu harus mampu memperkuat keilmuannya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun kampus ini.

Seluruh dosen pengajar tak harus memenuhi klasifikasi pendidikan hingga S3, tetapi terus dikejar hingga guru besar.

Dia juga menekankan tradisi riset juga harus dikembangkan sehingag dapat memberi kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

“Tradisi berpikir, perdebatan berpikir kritis juga ahrus dibangun. hasilnya untuk pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Ari Dwipayana.

Baca Juga:  Stafsus Presiden Jokowi: Vaksin Covid-19 Masih Tahap Uji di BPOM

STAHN Mpu Kuturan juga tidak bisa tutup mata di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, moment pandemi ini dapat dijadikan kesempatan oleh civitas akademika mendukung program pemerintah, utamanya mengedukasi masyarakat untuk mencegha penyebaran Covid-19.

Namun, edukasi yang diberikan kepada masyarakat disebut berhasil jika membuahkan perubahan prilaku.

Sementara itu Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja I Gede Suwinda, mengaku siap segera melakukan pembenahan internal SDMnya.

Bahkan, tahun ini sudah ada 5 dosennya yang dibiayai melalui beasiswa menuntaskan pendidikan S3nya. Selain program beasiswa pendiidkan dosen ke S2 juga cukup banyak.

“Kami siap berbenah di internal untuk jangka waktu panjang melakukan pesan pak Ari selain pembenahan SDM juga riset yang mendalam,” jelas Suwinda.

Selain melakukan Webinar, Ari Dwipayana juga sempat melakukan kunjungan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan di Vihara Banjar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/