alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Miris…Cabuli Tiga Siswi, Ini Dalih Eks Kasek…

RadarBali.com – Kepala sekolah yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap tiga orang siswinya, akhirnya menjalani rekonstruksi di sekolah tempat kejadian perkara, Rabu (11/10) kemarin.

Dari rekonstruksi tersebut, sejumlah adegan diakui tersangka. Tetapi ada adegan yang diakui korban, tetapi tidak diakui tersangka.

Sedangkan mengenai motif, tersangka mengaku perbuatannya hanya karena terdorong rasa kasih sayang sebagai seorang guru.

Menurut tersangka IBPS, saat melakukan perbuatannya tidak ada motif lain. Hanya karena sayangnya pada murid, bukan bermaksud melakukan tindakan asusila.

“Karena saya sayang sama murid,” ungkapnya. Sayangnya, tersangka enggan menjelaskan lebih lanjut karena dilarang Dinas Pendidikan Jembrana memberikan pernyataan apapun ke media.

“Saya dilarang beri pernyataan,” imbuhnya. Rekonstruksi kasus pencabulan yang dilakukan tersangka dilakukan di tiga tempat berbeda.

Di antaranya, ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang kelas. Total ada enam adegan yang dilakukan tersangka.

Dari enam adegan tersebut, perbuatan cabul tersangka dengan cara mencium pipi korban dari arah belakang sambil memeluk korban dan dari arah depan atau berhadapan.

Sedangkan jumlah perbuatan cabul yang dilakukan, dari enam adegan tersebut setiap korban berbeda beda.

Satu orang siswa ada yang dilakukan berulang hingga enam kali, ada juga yang tujuh kali dan ada dua kali. Jadi total dari tiga siswa 15 kali perbuatan mesum.

Namun ada lokasi yang tidak diakui tersangka. Dari pengakuan korban, perbuatan itu pernah dilakukan tersangka di kamar mandi, tetapi tersangka membantah pernah melakukan di kamar mandi.

Rekonstruksi tetap dilakukan tanpa tersangka. “Jumlah perbuatannya sama, tapi satu lokasi tidak diakui tersangka,” jelas Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai, usai rekonstruksi. 



RadarBali.com – Kepala sekolah yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap tiga orang siswinya, akhirnya menjalani rekonstruksi di sekolah tempat kejadian perkara, Rabu (11/10) kemarin.

Dari rekonstruksi tersebut, sejumlah adegan diakui tersangka. Tetapi ada adegan yang diakui korban, tetapi tidak diakui tersangka.

Sedangkan mengenai motif, tersangka mengaku perbuatannya hanya karena terdorong rasa kasih sayang sebagai seorang guru.

Menurut tersangka IBPS, saat melakukan perbuatannya tidak ada motif lain. Hanya karena sayangnya pada murid, bukan bermaksud melakukan tindakan asusila.

“Karena saya sayang sama murid,” ungkapnya. Sayangnya, tersangka enggan menjelaskan lebih lanjut karena dilarang Dinas Pendidikan Jembrana memberikan pernyataan apapun ke media.

“Saya dilarang beri pernyataan,” imbuhnya. Rekonstruksi kasus pencabulan yang dilakukan tersangka dilakukan di tiga tempat berbeda.

Di antaranya, ruang kepala sekolah, ruang guru dan ruang kelas. Total ada enam adegan yang dilakukan tersangka.

Dari enam adegan tersebut, perbuatan cabul tersangka dengan cara mencium pipi korban dari arah belakang sambil memeluk korban dan dari arah depan atau berhadapan.

Sedangkan jumlah perbuatan cabul yang dilakukan, dari enam adegan tersebut setiap korban berbeda beda.

Satu orang siswa ada yang dilakukan berulang hingga enam kali, ada juga yang tujuh kali dan ada dua kali. Jadi total dari tiga siswa 15 kali perbuatan mesum.

Namun ada lokasi yang tidak diakui tersangka. Dari pengakuan korban, perbuatan itu pernah dilakukan tersangka di kamar mandi, tetapi tersangka membantah pernah melakukan di kamar mandi.

Rekonstruksi tetap dilakukan tanpa tersangka. “Jumlah perbuatannya sama, tapi satu lokasi tidak diakui tersangka,” jelas Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai, usai rekonstruksi. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/