alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Shortcut Tuntas 2021, Alternatif Bangun Jalur Kereta atau Jalan Baru

SINGARAJA – Wacana pembangunan bandara di Bali Utara, masih menanti proses pembangunan infrastruktur.

Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Buleleng, kini tengah menanti desain pembangunan jalan baru yang menghubungkan antara Bali Utara dengan Bali Selatan.

Jalan baru ini juga menjadi infrastruktur utama, sebelum bandara benar-benar dibangun. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pembangunan infrastruktur penghubung antara Bali Utara-Bali Selatan, mutlak dibutuhkan.

Sebenarnya, sudah ada ruas infrastruktur antara utara-selatan. Ruas itu berupa jalur shortcut yang ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun 2021 mendatang.

“Tapi volume shortcut ini kan terbatas. Nanti akan dibuatkan lintasan yang lebih cepat,” kata Agus Suradnyana saat memberikan keterangan pers di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Kini setidaknya ada dua alternatif yang mencuat. Yakni pembangunan jalur kereta api, atau pembangunan jalan baru yang melewati wilayah Kintamani.

Baca Juga:  DPRD Ngotot Guru PAUD Diberi Insentif, Pemkab Cuma Beri “Tepuk Tangan”

Pembangunan jalur kereta api memiliki keunggulan dari sisi ketepatan waktu. Hanya saja dibutuhkan anggaran yang besar untuk merealisasikannya.

Sementara untuk pembangunan jalan, membutuhkan biaya yang lebih rendah. Hanya saja ada potensi alih fungsi lahan yang mencuat.

Bupati Agus menyebut, alternatif yang muncul yakni memadukan antara pembangunan jalan baru dengan jalan tol.

“Kalau semua jalan tol, daerah yang dilewati ekonominya tidak berkembang. Tapi kalau semua dibuka jalan baru, mengatur tata ruang agak berat.

Kita tunggu saja desain jalan dari Kementerian PU. Pak Menteri PU (Basuki Hadimuljono, Red) sudah mengiyakan pembangunan jalan ini,” imbuhnya.

Bupati Agus pun kembali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung sangat mutlak dibutuhkan.

Baca Juga:  Poros Sekumpul-Lemukih Tergerus Longsor, Arus Lalu Lintas Terganggu

“Kita nggak mau bandara baru di Buleleng ini nasibnya seperti Bandara Kertajati di Jawa Barat. Makanya nanti infrastruktur dulu,” katanya lagi.

Sekadar diketahui, pada Kamis (7/11) lalu, Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali sempat melakukan pertemuan membahas progress perencanaan bandara bersama Kementerian Perhubungan.

Dalam rapat itu tim Kemenhub menyampaikan aspek perencanaan teknis yang harus disempurnakan. Terutama yang terkait dengan keselamatan penerbangan.

Masukan yang muncul akan disampaikan pada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Nantinya masukan itu akan dituangkan dalam dokumen penyempurnaan masterplan yang disusun konsultan perencana.

Selanjutnya masterplan yang sudah dianggap final, akan dijadikan dasar oleh Guberur Bali Wayan Koster untuk menerbitkan izin penetapan lokasi. Diharapkan izin penetapan lokasi itu sudah terbit pada tahun ini. 



SINGARAJA – Wacana pembangunan bandara di Bali Utara, masih menanti proses pembangunan infrastruktur.

Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten Buleleng, kini tengah menanti desain pembangunan jalan baru yang menghubungkan antara Bali Utara dengan Bali Selatan.

Jalan baru ini juga menjadi infrastruktur utama, sebelum bandara benar-benar dibangun. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pembangunan infrastruktur penghubung antara Bali Utara-Bali Selatan, mutlak dibutuhkan.

Sebenarnya, sudah ada ruas infrastruktur antara utara-selatan. Ruas itu berupa jalur shortcut yang ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun 2021 mendatang.

“Tapi volume shortcut ini kan terbatas. Nanti akan dibuatkan lintasan yang lebih cepat,” kata Agus Suradnyana saat memberikan keterangan pers di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Kini setidaknya ada dua alternatif yang mencuat. Yakni pembangunan jalur kereta api, atau pembangunan jalan baru yang melewati wilayah Kintamani.

Baca Juga:  Bikin Bali Bangga, Songket Beratan Diusulkan ke UNESCO

Pembangunan jalur kereta api memiliki keunggulan dari sisi ketepatan waktu. Hanya saja dibutuhkan anggaran yang besar untuk merealisasikannya.

Sementara untuk pembangunan jalan, membutuhkan biaya yang lebih rendah. Hanya saja ada potensi alih fungsi lahan yang mencuat.

Bupati Agus menyebut, alternatif yang muncul yakni memadukan antara pembangunan jalan baru dengan jalan tol.

“Kalau semua jalan tol, daerah yang dilewati ekonominya tidak berkembang. Tapi kalau semua dibuka jalan baru, mengatur tata ruang agak berat.

Kita tunggu saja desain jalan dari Kementerian PU. Pak Menteri PU (Basuki Hadimuljono, Red) sudah mengiyakan pembangunan jalan ini,” imbuhnya.

Bupati Agus pun kembali menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung sangat mutlak dibutuhkan.

Baca Juga:  Hibah Pariwisita Rp 13 M Masuk Penyidikan, Penetapan TSK Tunggu Waktu

“Kita nggak mau bandara baru di Buleleng ini nasibnya seperti Bandara Kertajati di Jawa Barat. Makanya nanti infrastruktur dulu,” katanya lagi.

Sekadar diketahui, pada Kamis (7/11) lalu, Pemkab Buleleng dan Pemprov Bali sempat melakukan pertemuan membahas progress perencanaan bandara bersama Kementerian Perhubungan.

Dalam rapat itu tim Kemenhub menyampaikan aspek perencanaan teknis yang harus disempurnakan. Terutama yang terkait dengan keselamatan penerbangan.

Masukan yang muncul akan disampaikan pada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Nantinya masukan itu akan dituangkan dalam dokumen penyempurnaan masterplan yang disusun konsultan perencana.

Selanjutnya masterplan yang sudah dianggap final, akan dijadikan dasar oleh Guberur Bali Wayan Koster untuk menerbitkan izin penetapan lokasi. Diharapkan izin penetapan lokasi itu sudah terbit pada tahun ini. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/