26.5 C
Denpasar
Saturday, April 1, 2023

Koster Ngaku Akan Minta Masa Karantina Wisman Didiskon Jadi 1 Hari

DENPASAR – Hampir sebulan pintu internasional bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu.  Namun, kedatangan wisatawan mancanegara belum tampak.

 

Gubernur Bali I Wayan Koster belum bisa memastikan apakah sudah ada turis yang merencanakan . Disinggung pernyataannya sebelumnya  bahwa akan ada 20 ribu warga negara asing yang datang November ini , Koster mengaku  sudah ada yang akan datang dari Jepang tapi belum bisa dipastikan tanggalnya. 

 

“Sudah saya dapat kabar dari maksapai Garuda ada  WNA Jepang, tapi masih konsolidasi,” kata Koster, saat menerima 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali Kamis (11/11). 

 

Disinggung mengenai keluhan waktu karantina, walau sudah dikurangi menjadi 3 hari dari sebelumnya 5 hari, menurut Koster lebih baik ditiadakan atau maksimal satu hari saja sembari menunggu tes Swab PCR.

Baca Juga:  Janji Koster Soal Bantuan Desa Adat Rp 300 Juta Tahun 2019 Nyaplir

 

Katanya, syarat yang penting yakni vaksin lengkap dan membawa hasil negatif swab PCR  sudah  cukup.

 

“Syarat datang vaksin lengkap PCR sebenarnya sudah aman kalau sudah gitu harapan kita tidak perlu karantina. Kalaupun karantina cukup satu hari.  Nanti saya usulkan,” jelasnya. 

 

Di hadapan 15 calon duta besar yang diterima  di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar meminta para calon dubes sebagai duta Indonesia untuk ikut serta mempromosikan pariwisata Bali ke negara-negara sahabat.

Menurut Koster langkah ini sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata Bali yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19 selama 1,5 tahun belakangan ini.

“Jadi kami memohon kepada yang mulia duta besar, ketika sudah bertugas ikut menjadi bagian untuk mempromosikan Bali, mempromosikan upaya recovery pariwisata Bali, dan recovery perekonomian Bali,” paparnya.

Baca Juga:  Disapu Air Bah, Perumahan BCA Land Kediri Longsor Lalu Kebanjiran

Koster juga mengatakan upaya pemulihan ekonomi Bali ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Semua ini saya kira juga menjadi kepentingan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana kita harapkan recovery pariwisata Bali, recovery ekonomi Bali menjadi arus untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Saya kira itu, hal pertama yang saya sampaikan,” kata Koster.



DENPASAR – Hampir sebulan pintu internasional bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu.  Namun, kedatangan wisatawan mancanegara belum tampak.

 

Gubernur Bali I Wayan Koster belum bisa memastikan apakah sudah ada turis yang merencanakan . Disinggung pernyataannya sebelumnya  bahwa akan ada 20 ribu warga negara asing yang datang November ini , Koster mengaku  sudah ada yang akan datang dari Jepang tapi belum bisa dipastikan tanggalnya. 

 

“Sudah saya dapat kabar dari maksapai Garuda ada  WNA Jepang, tapi masih konsolidasi,” kata Koster, saat menerima 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali Kamis (11/11). 

 

Disinggung mengenai keluhan waktu karantina, walau sudah dikurangi menjadi 3 hari dari sebelumnya 5 hari, menurut Koster lebih baik ditiadakan atau maksimal satu hari saja sembari menunggu tes Swab PCR.

Baca Juga:  Ada 11 Ribu Orang Per Hari Masuk Bali, Arus Balik Diprediksi Membludak

 

Katanya, syarat yang penting yakni vaksin lengkap dan membawa hasil negatif swab PCR  sudah  cukup.

 

“Syarat datang vaksin lengkap PCR sebenarnya sudah aman kalau sudah gitu harapan kita tidak perlu karantina. Kalaupun karantina cukup satu hari.  Nanti saya usulkan,” jelasnya. 

 

Di hadapan 15 calon duta besar yang diterima  di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar meminta para calon dubes sebagai duta Indonesia untuk ikut serta mempromosikan pariwisata Bali ke negara-negara sahabat.

Menurut Koster langkah ini sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata Bali yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19 selama 1,5 tahun belakangan ini.

“Jadi kami memohon kepada yang mulia duta besar, ketika sudah bertugas ikut menjadi bagian untuk mempromosikan Bali, mempromosikan upaya recovery pariwisata Bali, dan recovery perekonomian Bali,” paparnya.

Baca Juga:  Gubernur Pastika Belum Diajak Bicara KRB, Golkar Yakin Imbangi PDIP

Koster juga mengatakan upaya pemulihan ekonomi Bali ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Semua ini saya kira juga menjadi kepentingan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana kita harapkan recovery pariwisata Bali, recovery ekonomi Bali menjadi arus untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Saya kira itu, hal pertama yang saya sampaikan,” kata Koster.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru