alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Koster Ngaku Akan Minta Masa Karantina Wisman Didiskon Jadi 1 Hari

DENPASAR – Hampir sebulan pintu internasional bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu.  Namun, kedatangan wisatawan mancanegara belum tampak.

 

Gubernur Bali I Wayan Koster belum bisa memastikan apakah sudah ada turis yang merencanakan . Disinggung pernyataannya sebelumnya  bahwa akan ada 20 ribu warga negara asing yang datang November ini , Koster mengaku  sudah ada yang akan datang dari Jepang tapi belum bisa dipastikan tanggalnya. 

 

“Sudah saya dapat kabar dari maksapai Garuda ada  WNA Jepang, tapi masih konsolidasi,” kata Koster, saat menerima 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali Kamis (11/11). 

 

Disinggung mengenai keluhan waktu karantina, walau sudah dikurangi menjadi 3 hari dari sebelumnya 5 hari, menurut Koster lebih baik ditiadakan atau maksimal satu hari saja sembari menunggu tes Swab PCR.

Baca Juga:  Menang di MA, Koster Minta Pemda Lain Ikuti Jejaknya dan Tak Takut
- Advertisement -

 

Katanya, syarat yang penting yakni vaksin lengkap dan membawa hasil negatif swab PCR  sudah  cukup.

 

“Syarat datang vaksin lengkap PCR sebenarnya sudah aman kalau sudah gitu harapan kita tidak perlu karantina. Kalaupun karantina cukup satu hari.  Nanti saya usulkan,” jelasnya. 

 

Di hadapan 15 calon duta besar yang diterima  di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar meminta para calon dubes sebagai duta Indonesia untuk ikut serta mempromosikan pariwisata Bali ke negara-negara sahabat.

Menurut Koster langkah ini sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata Bali yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19 selama 1,5 tahun belakangan ini.

“Jadi kami memohon kepada yang mulia duta besar, ketika sudah bertugas ikut menjadi bagian untuk mempromosikan Bali, mempromosikan upaya recovery pariwisata Bali, dan recovery perekonomian Bali,” paparnya.

Baca Juga:  Satgas Buka Peluang Pertandingan Olahraga

Koster juga mengatakan upaya pemulihan ekonomi Bali ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Semua ini saya kira juga menjadi kepentingan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana kita harapkan recovery pariwisata Bali, recovery ekonomi Bali menjadi arus untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Saya kira itu, hal pertama yang saya sampaikan,” kata Koster.

- Advertisement -

DENPASAR – Hampir sebulan pintu internasional bandara I Gusti Ngurah Rai sudah dibuka pada 14 Oktober 2021 lalu.  Namun, kedatangan wisatawan mancanegara belum tampak.

 

Gubernur Bali I Wayan Koster belum bisa memastikan apakah sudah ada turis yang merencanakan . Disinggung pernyataannya sebelumnya  bahwa akan ada 20 ribu warga negara asing yang datang November ini , Koster mengaku  sudah ada yang akan datang dari Jepang tapi belum bisa dipastikan tanggalnya. 

 

“Sudah saya dapat kabar dari maksapai Garuda ada  WNA Jepang, tapi masih konsolidasi,” kata Koster, saat menerima 15 calon duta besar Indonesia untuk negara-negara sahabat mengunjungi Bali Kamis (11/11). 

 

Disinggung mengenai keluhan waktu karantina, walau sudah dikurangi menjadi 3 hari dari sebelumnya 5 hari, menurut Koster lebih baik ditiadakan atau maksimal satu hari saja sembari menunggu tes Swab PCR.

Baca Juga:  Koster Sebut Kualitas Alam Bali Menurun,Walhi Bali Kirim Surat Terbuka

 

Katanya, syarat yang penting yakni vaksin lengkap dan membawa hasil negatif swab PCR  sudah  cukup.

 

“Syarat datang vaksin lengkap PCR sebenarnya sudah aman kalau sudah gitu harapan kita tidak perlu karantina. Kalaupun karantina cukup satu hari.  Nanti saya usulkan,” jelasnya. 

 

Di hadapan 15 calon duta besar yang diterima  di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar meminta para calon dubes sebagai duta Indonesia untuk ikut serta mempromosikan pariwisata Bali ke negara-negara sahabat.

Menurut Koster langkah ini sendiri diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam pemulihan pariwisata Bali yang terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19 selama 1,5 tahun belakangan ini.

“Jadi kami memohon kepada yang mulia duta besar, ketika sudah bertugas ikut menjadi bagian untuk mempromosikan Bali, mempromosikan upaya recovery pariwisata Bali, dan recovery perekonomian Bali,” paparnya.

Baca Juga:  Zona Merah Rabies di Kabupaten Jembrana Berkurang

Koster juga mengatakan upaya pemulihan ekonomi Bali ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Semua ini saya kira juga menjadi kepentingan pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden Joko Widodo, di mana kita harapkan recovery pariwisata Bali, recovery ekonomi Bali menjadi arus untuk pemulihan ekonomi Indonesia. Saya kira itu, hal pertama yang saya sampaikan,” kata Koster.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/