alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Manis Galungan, Taman Soekasada Diserbu Pengunjung

 

AMLAPURA- Taman Soekasada Ujung yang terletak di Desa Tumbu masih menjadi destinasi favorit wisatawan lokal saat Umanis Galungan. Seperti yang terlihat pada Umanis Galungan, Kamis (11/11) kemarin.

 

Sejak pukul 10.00, taman yang menyimpan peninggalan kerajaan Karangasem in sudah didatangi para wisatawan lokal.

 

Petugas di taman tersebut cukup ketat memberlakukan protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjung yang datang. Mulai dari mengecek suhu sebelum memasuki areal taman hingga pemakaian wajib masker. Selain itu, ada juga tempat cuci tangan yang disediakan bagi para pengunjung.

 

Salah seorang pengunjung asal Klungkung, Devi mengaku sudah merencanakan sejak kemarin untuk berlibur ke Taman Soekasada. Dia yang datang dengan beberapa temannya itu, sering mendatangi tempat-tempat wisata di Bali. Salah satunya TamanSoekasada ini.

“Nggak selalu ke sini (Taman Soekasada) sih. Digilir. Karena udah lama nggak ke sini, jadi direncanain sekarang bisa datang,” katanya.

 

Sekretaris Taman Soekasada Ujung, Ida Bagus Putra Manuaba mengakui, saat perayaan hari besar keagamaan, kunjungan di Taman Soekasada meningkat drastis dibanding hari biasanya yang hanya berkisar 85 sampai 150 orang.

 

Peningkatan kunjungan kata dia sudah terjadi sejak hari H Galungan. “Ya kunjungan memang meningkat. Dari kemarin (Rabu). Kemarin tembus 585 orang,” ujarnya.

  

Sementara untuk kunjungan saat Umanis Galungan diprediksi jauh lebih banyak. Berkaca pada Umanis Galungan tahun lalu di masa pandemi, jumlah kunjungan wisatawan lokal dalam sehari mencapai 2.500 orang. Mereka datang dari beberapa wilayah di Bali.

 

Hanya saja jika dibandingkan di masa normal sebelumnya, kunjungan Umanis Galungan sebelum pandemi bisa mencapai 10 ribu. “Jauh penurunannya kalau dibanding saat normal. Untuk saat ini pengunjung kami baru dari domestik saja. WNA masih jarang,” imbuhnya.

 

Sejak masa pandemi covid-19, Taman Soekasada kesulitan untuk menutupi biaya operasional. Beberapa skema pun dilakukan mulai dari penghematan hingga 50 persen hingga membayarkan gaji karyawan setengahnya. Terlebih saat adanya penutupan akibat penerapan PPKM.

“Ya kami harus banyak berbenah di tengah kondisi covid ini. Sangat berdampak pada operasional. Kami membayarkan gaji karyawan berdasarkan pendapatan. Semoga ke depan bisa normal,” tandasnya.



 

AMLAPURA- Taman Soekasada Ujung yang terletak di Desa Tumbu masih menjadi destinasi favorit wisatawan lokal saat Umanis Galungan. Seperti yang terlihat pada Umanis Galungan, Kamis (11/11) kemarin.

 

Sejak pukul 10.00, taman yang menyimpan peninggalan kerajaan Karangasem in sudah didatangi para wisatawan lokal.

 

Petugas di taman tersebut cukup ketat memberlakukan protokol kesehatan (prokes) bagi para pengunjung yang datang. Mulai dari mengecek suhu sebelum memasuki areal taman hingga pemakaian wajib masker. Selain itu, ada juga tempat cuci tangan yang disediakan bagi para pengunjung.

 

Salah seorang pengunjung asal Klungkung, Devi mengaku sudah merencanakan sejak kemarin untuk berlibur ke Taman Soekasada. Dia yang datang dengan beberapa temannya itu, sering mendatangi tempat-tempat wisata di Bali. Salah satunya TamanSoekasada ini.

“Nggak selalu ke sini (Taman Soekasada) sih. Digilir. Karena udah lama nggak ke sini, jadi direncanain sekarang bisa datang,” katanya.

 

Sekretaris Taman Soekasada Ujung, Ida Bagus Putra Manuaba mengakui, saat perayaan hari besar keagamaan, kunjungan di Taman Soekasada meningkat drastis dibanding hari biasanya yang hanya berkisar 85 sampai 150 orang.

 

Peningkatan kunjungan kata dia sudah terjadi sejak hari H Galungan. “Ya kunjungan memang meningkat. Dari kemarin (Rabu). Kemarin tembus 585 orang,” ujarnya.

  

Sementara untuk kunjungan saat Umanis Galungan diprediksi jauh lebih banyak. Berkaca pada Umanis Galungan tahun lalu di masa pandemi, jumlah kunjungan wisatawan lokal dalam sehari mencapai 2.500 orang. Mereka datang dari beberapa wilayah di Bali.

 

Hanya saja jika dibandingkan di masa normal sebelumnya, kunjungan Umanis Galungan sebelum pandemi bisa mencapai 10 ribu. “Jauh penurunannya kalau dibanding saat normal. Untuk saat ini pengunjung kami baru dari domestik saja. WNA masih jarang,” imbuhnya.

 

Sejak masa pandemi covid-19, Taman Soekasada kesulitan untuk menutupi biaya operasional. Beberapa skema pun dilakukan mulai dari penghematan hingga 50 persen hingga membayarkan gaji karyawan setengahnya. Terlebih saat adanya penutupan akibat penerapan PPKM.

“Ya kami harus banyak berbenah di tengah kondisi covid ini. Sangat berdampak pada operasional. Kami membayarkan gaji karyawan berdasarkan pendapatan. Semoga ke depan bisa normal,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/