alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Duh Gusti, Dua Pelajar Tewas Tenggelam, Kasek: Saya Tidak Diberi Tahu

SINGARAJA – Air terjun Tembok Barak yang berada di Gang Cengkeh, Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, memakan korban.

Dua orang siswi SMK Kesehatan Widarba Lingkungan Sangket Sukasada ditemukan tewas tenggelam saat trekking di air terjun, Senin pagi (11/12) kemarin. 

Berdasar informasi di lokasi kejadian, kedua remaja perempuan tersebut bernama Kadek Dwi Asmarani, 16, asal Desa Pegadungan, Sukasada siswi kelas X dan Luh Devi Cahyani, 17, asal Desa Tukadsumaga, Gerokgak siswi kelas XI.

Insiden ini amat disayangkan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Widarba Gusti Putu Arsila. Kepada Jawa Pos Radar Bali, dia menjelaskan tidak tahu ada kegiatan trekking yang dilakukan para siswanya.

“Saya di telepon ketua yayasan. Kemudian saya datang ke sekolah. Sampai di sekolah dibilang anak –anak diajak trekking entah kemana,” ungkap Gusti Putu Arsila.

Kemudian, ketua yayasan meminta Arsila untuk mencari anak-anak tersebut. Namun, yang ditemui adalah kabar duka. “Tahu-tahu dapat berita, dua anak kena musibah meninggal,” katanya.

Berati kegiatan tersebut tidak ada izin dari kepala sekolah maupun ketua yayasan? “Dulu pernah disampaikan namun kami tunda dulu.

Kami tunda sebelum ada kegiatan-kegiatan lainnya. Tahu-tahu tadi sudah diberangkatkan. Saya tidak ada di sekolah tadi pagi,” jawabnya.

Artinya acara yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 3 tersebut sudah direncanakan, namun sempat di tunda oleh Kepala Sekolah.

“Maunya sih Jumat (8/12) dilaksanakan, namun saya tunda karena ada kesibukan. Tahu-tahu tadi sudah diberangkatkan,” terangnya.

Di mata guru sekolah, kedua korban dikenal sebagai siswi yang cerdas. “Kedua korban ini orang yang pintar. Mereka tak pernah remidi dalam pelajaran bahasa Indonesia, saya sedih sekali,” ujar Wiwin, salah satu guru di SMK Kesehatan Widarba.



SINGARAJA – Air terjun Tembok Barak yang berada di Gang Cengkeh, Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, memakan korban.

Dua orang siswi SMK Kesehatan Widarba Lingkungan Sangket Sukasada ditemukan tewas tenggelam saat trekking di air terjun, Senin pagi (11/12) kemarin. 

Berdasar informasi di lokasi kejadian, kedua remaja perempuan tersebut bernama Kadek Dwi Asmarani, 16, asal Desa Pegadungan, Sukasada siswi kelas X dan Luh Devi Cahyani, 17, asal Desa Tukadsumaga, Gerokgak siswi kelas XI.

Insiden ini amat disayangkan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Widarba Gusti Putu Arsila. Kepada Jawa Pos Radar Bali, dia menjelaskan tidak tahu ada kegiatan trekking yang dilakukan para siswanya.

“Saya di telepon ketua yayasan. Kemudian saya datang ke sekolah. Sampai di sekolah dibilang anak –anak diajak trekking entah kemana,” ungkap Gusti Putu Arsila.

Kemudian, ketua yayasan meminta Arsila untuk mencari anak-anak tersebut. Namun, yang ditemui adalah kabar duka. “Tahu-tahu dapat berita, dua anak kena musibah meninggal,” katanya.

Berati kegiatan tersebut tidak ada izin dari kepala sekolah maupun ketua yayasan? “Dulu pernah disampaikan namun kami tunda dulu.

Kami tunda sebelum ada kegiatan-kegiatan lainnya. Tahu-tahu tadi sudah diberangkatkan. Saya tidak ada di sekolah tadi pagi,” jawabnya.

Artinya acara yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 3 tersebut sudah direncanakan, namun sempat di tunda oleh Kepala Sekolah.

“Maunya sih Jumat (8/12) dilaksanakan, namun saya tunda karena ada kesibukan. Tahu-tahu tadi sudah diberangkatkan,” terangnya.

Di mata guru sekolah, kedua korban dikenal sebagai siswi yang cerdas. “Kedua korban ini orang yang pintar. Mereka tak pernah remidi dalam pelajaran bahasa Indonesia, saya sedih sekali,” ujar Wiwin, salah satu guru di SMK Kesehatan Widarba.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/