alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Gubernur Mulai Bicara Relokasi Pengungsi, Ini Sasarannya…

DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan solusi jangka panjang berupa relokasi di dalam Bali atau keluar Bali jika Gunung Agung aktivitasnya terus menerus seperti ini.

“Seperti saya ini kan transmigrasi. Tetapi masalah relokasi ini agak sensitif. Nanti dibilang saya mengusir orang Bali,” ujar Pastika.

Gubernur yang masa jabatannya tinggal delapan bulan lagi itu mengungkapkan, bagi masyarakat yang punya modal lebih banyak tentu relokasi bisa menjadi jalan jangka panjang.

Namun masalahnya ketika dihadapi para penduduk yang hidupnya hanya dari bercocok tanam, dan berkebun dari hasil kesuburan Gunung Agung.

“Yang punya sapi, kebun, nanti kabunnya penuh abu sebentar lagi miskin betulan. Kita harus mulai bicara relokasi. Bahwa nanti tanah baru bisa dikelola setelah pasir diambil itu waktunya sangat panjang,” jelasnya.

Disinggung mengenai apakah ada rencana membuat hunian sementara, Pastika mengatakan boleh saja tetapi yang perlu dicari adalah lahan luas dan subur.

Karena di Bali sendiri untuk mencari lahan itu susah. Dia setuju untuk bisa dibangun sementara model blok dengan memanfaatkan kompleks UPT di Rendang atau Antiga.

Namun semuanya harus dipikirkan secara matang untuk pembangunan permanen.



DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan solusi jangka panjang berupa relokasi di dalam Bali atau keluar Bali jika Gunung Agung aktivitasnya terus menerus seperti ini.

“Seperti saya ini kan transmigrasi. Tetapi masalah relokasi ini agak sensitif. Nanti dibilang saya mengusir orang Bali,” ujar Pastika.

Gubernur yang masa jabatannya tinggal delapan bulan lagi itu mengungkapkan, bagi masyarakat yang punya modal lebih banyak tentu relokasi bisa menjadi jalan jangka panjang.

Namun masalahnya ketika dihadapi para penduduk yang hidupnya hanya dari bercocok tanam, dan berkebun dari hasil kesuburan Gunung Agung.

“Yang punya sapi, kebun, nanti kabunnya penuh abu sebentar lagi miskin betulan. Kita harus mulai bicara relokasi. Bahwa nanti tanah baru bisa dikelola setelah pasir diambil itu waktunya sangat panjang,” jelasnya.

Disinggung mengenai apakah ada rencana membuat hunian sementara, Pastika mengatakan boleh saja tetapi yang perlu dicari adalah lahan luas dan subur.

Karena di Bali sendiri untuk mencari lahan itu susah. Dia setuju untuk bisa dibangun sementara model blok dengan memanfaatkan kompleks UPT di Rendang atau Antiga.

Namun semuanya harus dipikirkan secara matang untuk pembangunan permanen.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/