alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Sebelum Tewas, Dua Pelajar SMK Itu Kirim Isyarat Lambaikan Tangan

SINGARAJA – Air terjun Tembok Barak yang berada di Gang Cengkeh, Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, memakan korban.

Dua orang siswi SMK Kesehatan Widarba Lingkungan Sangket Sukasada ditemukan tewas tenggelam saat trekking di air terjun, Senin pagi (11/12) kemarin. 

Berdasar informasi di lokasi kejadian, kedua remaja perempuan tersebut bernama Kadek Dwi Asmarani, 16, asal Desa Pegadungan, Sukasada siswi kelas X dan Luh Devi Cahyani, 17, asal Desa Tukadsumaga, Gerokgak siswi kelas XI.

“Kedua jenasah sedang di visum di RSU Singaraja,” ujar Kasubag Humas Polres Buleleng AKP I Nyoman Suartika kemarin.

Menurut AKP Suartika, musibah berawal ketika pukul 08.00 kemarin, puluhan siswa SMK Widarba yang libur jeda semester melakukan kegiatan trekking ke air terjun Batu Barak.

Baca Juga:  Hujan Abu di Tembok, Logistik Masker Diboyong ke Tejakula

Dalam perjalanannya, para siswa ini didampingi empat orang guru untuk menuju lokasi. Sampai di lokasi, para siswa sempat melakukan persembahyangan bersama di Pura Taman Suci yang ada di area air terjun.

Usai sembahyang, para siswa diberikan arahan oleh guru pendamping, I Gusti Ngurah Agus Deni. “Dari keterangan guru pendamping,

sebelum kejadian, pihaknya sudah memberikan imbauan yang melarang para siswa melakukan aktivitas mandi di areal lokasi,” ujarnya.

Beberapa siswa pun kemudian berpencar. Ada yang duduk santai sambil mengabadikan foto dan ada juga yang bercengkrama di sekitar air terjun.

Berdasar keterangan saksi, tiga orang siswa, yakni kedua korban dan satu orang siswa laki-laki bernama Darmayasa terlihat berjalan di kubangan air terjun.

Baca Juga:  HPN, LDII Ingatkan Tugas Berat Pers di Era New Media

Beberapa menit kemudian, ketiga siswa tersebut melambaikan tangan dari dalam kubangan air terjun yang deras itu.

Siswa lainnya pun panik. Sempat diberikan bantuan pertolongan, hanya saja satu laki-laki tersebut saja yang masih selamat. “Kedua siswi tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Agus Deni yang mendampingi siswa tersebut kemudian meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari kedua korban tersebut.

Sekitar pukul 11.00 kemudian, korban pun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban dievakuasi tim BPBD, BASARNAS, Sat Pol Air Buleleng, Unit IK, Reskrim Polsek Sukasada, Pokdarwis Sambangan dan masyarakat.

Kedua jenazah langsung dibawa ke RSU Singaraja guna visum yang tangani oleh tim medis, dr I Made Wenten.



SINGARAJA – Air terjun Tembok Barak yang berada di Gang Cengkeh, Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, memakan korban.

Dua orang siswi SMK Kesehatan Widarba Lingkungan Sangket Sukasada ditemukan tewas tenggelam saat trekking di air terjun, Senin pagi (11/12) kemarin. 

Berdasar informasi di lokasi kejadian, kedua remaja perempuan tersebut bernama Kadek Dwi Asmarani, 16, asal Desa Pegadungan, Sukasada siswi kelas X dan Luh Devi Cahyani, 17, asal Desa Tukadsumaga, Gerokgak siswi kelas XI.

“Kedua jenasah sedang di visum di RSU Singaraja,” ujar Kasubag Humas Polres Buleleng AKP I Nyoman Suartika kemarin.

Menurut AKP Suartika, musibah berawal ketika pukul 08.00 kemarin, puluhan siswa SMK Widarba yang libur jeda semester melakukan kegiatan trekking ke air terjun Batu Barak.

Baca Juga:  Salahkan Korban, Guru Pendamping Bilang Sudah Beri Warning

Dalam perjalanannya, para siswa ini didampingi empat orang guru untuk menuju lokasi. Sampai di lokasi, para siswa sempat melakukan persembahyangan bersama di Pura Taman Suci yang ada di area air terjun.

Usai sembahyang, para siswa diberikan arahan oleh guru pendamping, I Gusti Ngurah Agus Deni. “Dari keterangan guru pendamping,

sebelum kejadian, pihaknya sudah memberikan imbauan yang melarang para siswa melakukan aktivitas mandi di areal lokasi,” ujarnya.

Beberapa siswa pun kemudian berpencar. Ada yang duduk santai sambil mengabadikan foto dan ada juga yang bercengkrama di sekitar air terjun.

Berdasar keterangan saksi, tiga orang siswa, yakni kedua korban dan satu orang siswa laki-laki bernama Darmayasa terlihat berjalan di kubangan air terjun.

Baca Juga:  Sekolah Penggerak Dimulai, Sekolah di Buleleng Diminta Bersiap

Beberapa menit kemudian, ketiga siswa tersebut melambaikan tangan dari dalam kubangan air terjun yang deras itu.

Siswa lainnya pun panik. Sempat diberikan bantuan pertolongan, hanya saja satu laki-laki tersebut saja yang masih selamat. “Kedua siswi tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Agus Deni yang mendampingi siswa tersebut kemudian meminta tolong kepada warga sekitar untuk mencari kedua korban tersebut.

Sekitar pukul 11.00 kemudian, korban pun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban dievakuasi tim BPBD, BASARNAS, Sat Pol Air Buleleng, Unit IK, Reskrim Polsek Sukasada, Pokdarwis Sambangan dan masyarakat.

Kedua jenazah langsung dibawa ke RSU Singaraja guna visum yang tangani oleh tim medis, dr I Made Wenten.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/