alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Ungkap Perpeloncoan, Kwacab Pramuka Buleleng Turunkan Tim Investigasi

SINGARAJA- Munculnya protes orang tua dengan adanya aksi perploncoan saat orientasi kepramukaan dan pelantikan tamu ambalan di SMAN 1 Sukasada (Smansada), Rabu (12/12) menuai respon.

Pascaprotes dan aduan orang tua ke UPT. Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di Smansada.

 

Seperti ditegaskan Ketua Harian Kwarcab Buleleng, Made Tingkat.

Dikonfirmasi terkait protes orang tua, pihaknya mengatakan, jika tim masih melakukan pengumpulan data dan fakta terkait dugaan perpeloncoan itu.

 

Menurut Tingkat, seluruh kegiatan kepramukaan sudah diatur dalam norma-norma kependidikan yang berlaku.

 

Setiap Pembina pun sudah memahami hal tersebut, sebab telah disampaikan dalam proses kursus mahir.

Baca Juga:  Dekat dengan Kawah, Sejumlah Pengungsi Bertahan di Pengungsian

 

“Kalau baca kronologis yang muncul di media, bisa dibilang proses itu tidak benar. Proses pendidikan di pramuka tidak seperti itu. Tapi kami harus menunggu hasil penelusuran dari tim dulu,” kata Tingkat.

 

Tingkat menyatakan, kegiatan pramuka mengedepankan pendidikan untuk meningkatkan moral, akhlak mulia, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan.

 

Pola pendidikan itu pun dikemas dalam konsep kegiatan yang menarik, menyenangkan, bahkan menantang.

 

Sehingga karakter peserta didik pun benar-benar terasah.



SINGARAJA- Munculnya protes orang tua dengan adanya aksi perploncoan saat orientasi kepramukaan dan pelantikan tamu ambalan di SMAN 1 Sukasada (Smansada), Rabu (12/12) menuai respon.

Pascaprotes dan aduan orang tua ke UPT. Dinas Pendidikan Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng langsung menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di Smansada.

 

Seperti ditegaskan Ketua Harian Kwarcab Buleleng, Made Tingkat.

Dikonfirmasi terkait protes orang tua, pihaknya mengatakan, jika tim masih melakukan pengumpulan data dan fakta terkait dugaan perpeloncoan itu.

 

Menurut Tingkat, seluruh kegiatan kepramukaan sudah diatur dalam norma-norma kependidikan yang berlaku.

 

Setiap Pembina pun sudah memahami hal tersebut, sebab telah disampaikan dalam proses kursus mahir.

Baca Juga:  Dekat dengan Kawah, Sejumlah Pengungsi Bertahan di Pengungsian

 

“Kalau baca kronologis yang muncul di media, bisa dibilang proses itu tidak benar. Proses pendidikan di pramuka tidak seperti itu. Tapi kami harus menunggu hasil penelusuran dari tim dulu,” kata Tingkat.

 

Tingkat menyatakan, kegiatan pramuka mengedepankan pendidikan untuk meningkatkan moral, akhlak mulia, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan.

 

Pola pendidikan itu pun dikemas dalam konsep kegiatan yang menarik, menyenangkan, bahkan menantang.

 

Sehingga karakter peserta didik pun benar-benar terasah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/