alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Mentan Syahrul Limpo: Stop Alih Fungsi Lahan di Kawasan WBD Jatiluwih

TABANAN – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan kemarin.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mentan Syahrul Limpo mengingatkan Pemkab Tabanan dan Pemprov Bali untuk menjaga kelestarian tersebut lahan pertanian di Jatiluwih khusus Bali pada umumnya.

Apalagi Jatiluwih sudah masuk sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dan menjadi daerah tujuan wisata. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan.

“Ini heritage kawasan terlindungi dan menjadi warisan budaya dunia jangan boleh ada yang ganggu, tolong Pak Sekda jangan sampai terjadi alih fungsi lahan, supaya kedepan tetap indah dan makin bagus,” pintanya. 

Mentan Syahrul Limpo melirik pengembangan budidaya Mina Padi. Para petani di Desa Jatiluwih didorong mengembangkan pertanian dengan sistem tumpang sari. 

“Jadi petani disini bisa uji coba Mina Padi. Sehingga tidak hanya mengandalkan satu komoditi saja yakni padi. Tetapi dalam lahan pertanian bisa melakukan budidaya ikan.

Karena di Jatiluwih begitu melimpah sumber air untuk pertanian,” ujarnya didampingi Dirjen Pertanian dan Sekda Tabanan I Gede Susila. 

Mantan Gubernur Sulsel ini menjelaskan pertanian ditengah pandemi Covid-19, seharusnya mulai mengembangkan pertanian berbasis pangan.

Subak tak hanya menanam padi, tetapi harus budidaya ikan. Beberapa wilayah di Indonesia yang penghasil padi sudah mengembangkan budidaya Mina Padi.

Konsep ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani. “Nanti bibit ikan kami akan bantu Tabanan yang langsung ke kelompok subak (petani),” ungkapnya. 

Menteri Yasin Limpo juga menyatakan tak hanya ikan, dia juga akan mendorong begitu pemeliharan sapi Bali. Karena menurutnya potensi untuk memelihara sapi juga bagus di Bali.

Mengingat petani Bali tidak hanya mengandalkan alat pertanian modern semata. Tetapi masih memakai sapi untuk membajak lahan pertanian mereka.

“Untuk sapi segera buat kelompok, nanti akan saya koordinasikan ke Dirjen Peternakan agar bisa diberikan bantaun juga,” imbuh Yasin Limpo.

Menteri Yasin Limpo pun berjanji kepada Kabupaten Tabanan akan membantu secara maksimal. Khusus mina padi diminta untuk segera diwujudkan.

“Ayo bulan depan sudah bisa ditindak lanjuti, mari kita tembus pasar ekspor melalui program mina padi,” tandasnya. 

Sekda Tabanan Gede Susila yang mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyambut baik arahan Menteri Pertanian untuk Jatiluwih kembangkan mina padi.

Konsep ini segera akan dikomunikasikan ke petani subak di Jatiluwih.”Kita segera akan komunikasikan dengan para petani,

agar bisa dilaksanakan cocok atau tidak kembangkan mina padi. Lagi pula pak Menteri Pertanian meminta Januari sudah ada konsep dan draf,” tegasnya. 

Terkait dengan penjagaan Jatiluwih akan dilakukan bersama-sama jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. 

“Ya kita pasti akan jaga sama-sama ini sudah masuk WBD jangan sampai terjadi alih fungsi,” pungkasnya. 



TABANAN – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan kemarin.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mentan Syahrul Limpo mengingatkan Pemkab Tabanan dan Pemprov Bali untuk menjaga kelestarian tersebut lahan pertanian di Jatiluwih khusus Bali pada umumnya.

Apalagi Jatiluwih sudah masuk sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dan menjadi daerah tujuan wisata. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan.

“Ini heritage kawasan terlindungi dan menjadi warisan budaya dunia jangan boleh ada yang ganggu, tolong Pak Sekda jangan sampai terjadi alih fungsi lahan, supaya kedepan tetap indah dan makin bagus,” pintanya. 

Mentan Syahrul Limpo melirik pengembangan budidaya Mina Padi. Para petani di Desa Jatiluwih didorong mengembangkan pertanian dengan sistem tumpang sari. 

“Jadi petani disini bisa uji coba Mina Padi. Sehingga tidak hanya mengandalkan satu komoditi saja yakni padi. Tetapi dalam lahan pertanian bisa melakukan budidaya ikan.

Karena di Jatiluwih begitu melimpah sumber air untuk pertanian,” ujarnya didampingi Dirjen Pertanian dan Sekda Tabanan I Gede Susila. 

Mantan Gubernur Sulsel ini menjelaskan pertanian ditengah pandemi Covid-19, seharusnya mulai mengembangkan pertanian berbasis pangan.

Subak tak hanya menanam padi, tetapi harus budidaya ikan. Beberapa wilayah di Indonesia yang penghasil padi sudah mengembangkan budidaya Mina Padi.

Konsep ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani. “Nanti bibit ikan kami akan bantu Tabanan yang langsung ke kelompok subak (petani),” ungkapnya. 

Menteri Yasin Limpo juga menyatakan tak hanya ikan, dia juga akan mendorong begitu pemeliharan sapi Bali. Karena menurutnya potensi untuk memelihara sapi juga bagus di Bali.

Mengingat petani Bali tidak hanya mengandalkan alat pertanian modern semata. Tetapi masih memakai sapi untuk membajak lahan pertanian mereka.

“Untuk sapi segera buat kelompok, nanti akan saya koordinasikan ke Dirjen Peternakan agar bisa diberikan bantaun juga,” imbuh Yasin Limpo.

Menteri Yasin Limpo pun berjanji kepada Kabupaten Tabanan akan membantu secara maksimal. Khusus mina padi diminta untuk segera diwujudkan.

“Ayo bulan depan sudah bisa ditindak lanjuti, mari kita tembus pasar ekspor melalui program mina padi,” tandasnya. 

Sekda Tabanan Gede Susila yang mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyambut baik arahan Menteri Pertanian untuk Jatiluwih kembangkan mina padi.

Konsep ini segera akan dikomunikasikan ke petani subak di Jatiluwih.”Kita segera akan komunikasikan dengan para petani,

agar bisa dilaksanakan cocok atau tidak kembangkan mina padi. Lagi pula pak Menteri Pertanian meminta Januari sudah ada konsep dan draf,” tegasnya. 

Terkait dengan penjagaan Jatiluwih akan dilakukan bersama-sama jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. 

“Ya kita pasti akan jaga sama-sama ini sudah masuk WBD jangan sampai terjadi alih fungsi,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/