alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Penjual Bakso Ikut Program JKN–KIS, Mulyono: Masa Tua Saya Terlindungi

SINGARAJA – Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) menjadi salah satu jaminan kesehatan yang sangat penting saat ini dengan premi setiap bulannya yang tergolong terjangkau.

Menjadi peserta JKN-KIS adalah andalan di masa tua bagi Mulyono salah satu peserta JKN-KIS asal Kota Singaraja.

Saat ditemui oleh Radar Bali, Mulyono sedang berjualan bakso keliling di daerah sekitar Kota Singaraja mengaku tidak pernah lupa membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) di dalam dompetnya.

Hal tersebut ia katakan lantaran dirinya merasa jika sewaktu-waktu dibutuhkan, ia cukup menunjukkan kartu tersebut saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Saya berjualan bakso keliling sudah puluhan tahun dan bersyukur sampai sekarang tidak pernah mengalami keluhan sakit apapun,

paling hanya kaki terasa pegal dan sakit karena terlalu lama dan terlalu jauh berjalan untuk menjajakan dagangan bakso saya,” ungkapnya.

Semakin hari usianya semakin bertambah, kekhawatiran akan terserang suatu penyakit pasti ada di benaknya, untuk itulah ia memutuskan menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2015 lalu.

Saat dirinya memutuskan menjadi peserta JKN-KIS, awalnya dirinya ragu dalam hal membayar iuran setiap bulan karena yang ia tahu biasanya premi untuk sebuah jaminan kesehatan sangat mahal.

Akan tetapi ketika mengetahui iuran JKN-KIS yang dibayarkan sangat terjangkau, apalagi iuran untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 hanya Rp. 25.500/bulan/jiwa, 

dirinya sangat antusias untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dan memilih menjadi peserta segmen PBPU kelas 3.

Mulyono pun  mengaku sering mendengar banyak keluhan dari masyarakat bahwa memiliki jaminan kesehatan seperti JKN-KIS ini hanya membuang-buang uang setiap bulannya.

Namun, dirinya tidak ikut terbawa dengan omongan warga lainnya. Ia mengaku, di usia yang sudah senja, dirinya mengaku sangat butuh jaminan kesehatan untuk melindungi dirinya jika sewaktu-waktu jatuh sakit.

“Bagi saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sangatlah penting, apalagi yang sudah berumur senja seperti saya ini.

Saya berharap Program JKN-KIS ini selalu ada dan berkesinambungan serta BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan ini selalu dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pesertanya,” ujarnya

Mengakhiri perbincangan, Mulyono mengajak seluruh peserta JKN-KIS agar selalu rutin membayar iuran karena dari iuran yang dibayarkan setiap bulan dapat membantu peserta lain yang membutuhkan.

 



SINGARAJA – Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) menjadi salah satu jaminan kesehatan yang sangat penting saat ini dengan premi setiap bulannya yang tergolong terjangkau.

Menjadi peserta JKN-KIS adalah andalan di masa tua bagi Mulyono salah satu peserta JKN-KIS asal Kota Singaraja.

Saat ditemui oleh Radar Bali, Mulyono sedang berjualan bakso keliling di daerah sekitar Kota Singaraja mengaku tidak pernah lupa membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) di dalam dompetnya.

Hal tersebut ia katakan lantaran dirinya merasa jika sewaktu-waktu dibutuhkan, ia cukup menunjukkan kartu tersebut saat mengakses pelayanan kesehatan.

“Saya berjualan bakso keliling sudah puluhan tahun dan bersyukur sampai sekarang tidak pernah mengalami keluhan sakit apapun,

paling hanya kaki terasa pegal dan sakit karena terlalu lama dan terlalu jauh berjalan untuk menjajakan dagangan bakso saya,” ungkapnya.

Semakin hari usianya semakin bertambah, kekhawatiran akan terserang suatu penyakit pasti ada di benaknya, untuk itulah ia memutuskan menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2015 lalu.

Saat dirinya memutuskan menjadi peserta JKN-KIS, awalnya dirinya ragu dalam hal membayar iuran setiap bulan karena yang ia tahu biasanya premi untuk sebuah jaminan kesehatan sangat mahal.

Akan tetapi ketika mengetahui iuran JKN-KIS yang dibayarkan sangat terjangkau, apalagi iuran untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 hanya Rp. 25.500/bulan/jiwa, 

dirinya sangat antusias untuk mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dan memilih menjadi peserta segmen PBPU kelas 3.

Mulyono pun  mengaku sering mendengar banyak keluhan dari masyarakat bahwa memiliki jaminan kesehatan seperti JKN-KIS ini hanya membuang-buang uang setiap bulannya.

Namun, dirinya tidak ikut terbawa dengan omongan warga lainnya. Ia mengaku, di usia yang sudah senja, dirinya mengaku sangat butuh jaminan kesehatan untuk melindungi dirinya jika sewaktu-waktu jatuh sakit.

“Bagi saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sangatlah penting, apalagi yang sudah berumur senja seperti saya ini.

Saya berharap Program JKN-KIS ini selalu ada dan berkesinambungan serta BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara jaminan kesehatan ini selalu dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pesertanya,” ujarnya

Mengakhiri perbincangan, Mulyono mengajak seluruh peserta JKN-KIS agar selalu rutin membayar iuran karena dari iuran yang dibayarkan setiap bulan dapat membantu peserta lain yang membutuhkan.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/