alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Gubernur Koster Ngaku Ditelepon Akan Ada Penerbangan Australia-Bali

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster bahkan mengaku ditelepon bahwa penerbangan dari Australia-Bali juga akan dibuka. Bahkan sudah ada maskapan yang siap hilir-mudik. 

Meskipun PPKM level 3 diberlakukan di Bali, namun pemerintah tetap membuka pintu penerbangan internasional. Gubernur Bali Wayan Koster bahkan mengaku selain Singapore Airlines yang akan mendarat ke Bali 16 Februari ini, maskapai Garuda Indonesia juga akan membuka penerbangan dari Sydney ke Denpasar (Bali).

Selain itu juga Jetstar yang merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah Australia yang berpusat di Melbourne, Australia juga dikabarkan siap melakukan penerbangan Australia-Bali.

 

”Saya dapat telepon penerbangan dari Sydney-Denpasar ini langkah awal mudah-mudahan. Kami bekerja semua jajaran menangani pandemi. Mudah-mudahan berjalan baik,” ujarnya. 

Baca Juga:  Mahasiswa Demo Covid, Kantor Gubernur Bali Dijual untuk Bantu Rakyat

 

Dengan adanya penerbangan internasional datang ke Bali menjadi harapan pemulihan pariwisata.

 

Sebelumnya Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan masih dibukanya penerbangan internasional hal itu dikarenakan saat ini imported case sudah jarang ditemukan, penyebaran Covid-19 masih didominasi oleh transmisi lokal.

 

Ia pun optimistis dengan dibukanya penerbangan internasional ini, karena persyaratan wisatawan masuk Bali sudah lebih mudah dibandingkan dengan pertama kali dibuka tanggal 14 Oktober yang lalu.

 

“Karantina yang semula 10 hari sekarang bisa hanya dengan 4 malam. Pun untuk mendapatkan visa lebih dipermudah lagi. Apalagi sekarang ditambah dengan kebijakan travel bubble yang diyakini bisa menggerakkan pariwisata di Bali,” bebernya. 

Baca Juga:  Wabup Ngaku Lapor Koster, Minta Insiden Bentrok Sidatapa Tak Terulang

 

Di akhir wawancara ia pun berharap setelah gelombang Omicron terlewati, kondisi Kesehatan masyarakat juga membaik sehingga pemulihan ekonomi dan pariwisata di Bali bisa segera teratasi.

 

“Saat ini pemerintah terus berupaya agar kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan seimbang,” tutupnya.



DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster bahkan mengaku ditelepon bahwa penerbangan dari Australia-Bali juga akan dibuka. Bahkan sudah ada maskapan yang siap hilir-mudik. 

Meskipun PPKM level 3 diberlakukan di Bali, namun pemerintah tetap membuka pintu penerbangan internasional. Gubernur Bali Wayan Koster bahkan mengaku selain Singapore Airlines yang akan mendarat ke Bali 16 Februari ini, maskapai Garuda Indonesia juga akan membuka penerbangan dari Sydney ke Denpasar (Bali).

Selain itu juga Jetstar yang merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah Australia yang berpusat di Melbourne, Australia juga dikabarkan siap melakukan penerbangan Australia-Bali.

 

”Saya dapat telepon penerbangan dari Sydney-Denpasar ini langkah awal mudah-mudahan. Kami bekerja semua jajaran menangani pandemi. Mudah-mudahan berjalan baik,” ujarnya. 

Baca Juga:  Anggota DPRD Dapat Jatah Prioritas Vaksin, Supriatna: Kami Tidak Minta

 

Dengan adanya penerbangan internasional datang ke Bali menjadi harapan pemulihan pariwisata.

 

Sebelumnya Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan masih dibukanya penerbangan internasional hal itu dikarenakan saat ini imported case sudah jarang ditemukan, penyebaran Covid-19 masih didominasi oleh transmisi lokal.

 

Ia pun optimistis dengan dibukanya penerbangan internasional ini, karena persyaratan wisatawan masuk Bali sudah lebih mudah dibandingkan dengan pertama kali dibuka tanggal 14 Oktober yang lalu.

 

“Karantina yang semula 10 hari sekarang bisa hanya dengan 4 malam. Pun untuk mendapatkan visa lebih dipermudah lagi. Apalagi sekarang ditambah dengan kebijakan travel bubble yang diyakini bisa menggerakkan pariwisata di Bali,” bebernya. 

Baca Juga:  Bali Berpotensi Gempa Bumi 8,5 SR, Kini Kembangkan Sistem Kebencanaan

 

Di akhir wawancara ia pun berharap setelah gelombang Omicron terlewati, kondisi Kesehatan masyarakat juga membaik sehingga pemulihan ekonomi dan pariwisata di Bali bisa segera teratasi.

 

“Saat ini pemerintah terus berupaya agar kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan seimbang,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/