alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Sumber PAD Anjlok, Tabanan Tetap Alokasikan Mobil Alphard untuk Wabup

TABANAN – Kendati sumber PAD turun drastis akibat terdampak pandemi, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tabanan tetap mengambil kebijakan untuk membeli mobil dinas (mobdin) bagi pejabat dan wabup.

Hanya saja, jumlah pengadaan mobdin baru bagi OPD di lingkungan Pemkab Tabanan diklaim dikurangi dari tahun sebelumnya.

Keputusan pemangkasan jumlah mobdin  diambil Pemerintah Tabanan selain karena efisien anggaran juga dilakukan karena kondisi keuangan daerah Pemerintah Tabanan turun. 

Bahkan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam hal efisiensi anggaran juga telah memangkas tambahan penghasilan pegawai (TPP) dengan tidak menganggarkan kembali tahun ini. 

Sebelumnya, sekelas kepala dinas di lingkungan Pemkab Tabanan untuk mobil operasional kerja mereka mendapat mobil dinas dengan jenis Toyota Innova. Namun kini mendapat Toyota Avanza.

Pengurangan pengadaan mobil dinas terhadap masing-masing OPD tahun 2022 di lingkungan Pemkab Tabanan tak dipungkiri oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten (Bakueda) Tabanan A.A Gde Dalem Trisna Ngurah, yang dihubungi Sabtu (12/2).

Baca Juga:  Diterjang Hujan Lebat & Angin Kencang, Bale Sekulu Roboh

Dalem Trisna mengatakan pengadaan mobil plat merah pada tahun ini memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini karena adanya anggaran yang difokuskan kepada penanganan Covid-19.

Tahun 2021 lalu ada sebanyak 125 unit pengadaan mobil dinas dengan anggaran Rp 8 miliar. Sedangkan tahun 2022 ini turun menjadi 70 unit dengan anggaran hanya Rp 4 miliar.

Penurunan pengadaan mobil dinas ini, karena faktor kondisi keuangan daerah di Pemkab Tabanan yang mengalami penurunan, karena imbas pandemi Covid-19. Juga perintah pimpinan untuk efisiensi anggaran.

“Jadi yang tidak dapat mobil dinas saat ini sekretaris dinas, kalau dulu dapat. Di masing-masing hanya dijatah satu mobil avanza. Satu mobil tersebut untuk mobil operasional,” jelasnya.

Dalem Trisna juga tak menampik dari anggaran Rp 4 miliar tersebut untuk pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Tabanan.

Baca Juga:  Tabanan Ngemis ke Pemprov untuk Perbaiki Gedung LLK, Tapi Mau Bagi TPP

“Anggaran Rp 4 miliar itu sudah include dengan pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Tabanan yakni mobil Alphard,” ungkap Dalem Trisna.

Sambung alasan dilakukan pengadaan mobil-mobil dinas kembali tersebut mengingat usianya sudah cukup lama yang butuh peremajaan. Sehingga mobil tersebut dianggap tidak dapat mengikuti ritme aktivitas pejabat yang bersangkutan.

“Bahwa usia mobil ini sudah tidak bisa mengikuti ritme pekerjaan. Sehingga dilakukan pengadaan,” ujarnya.

Disinggung soal apakah pengadaan yang turun tidak mempengaruhi operasional kerja di masing-masing dinas.

Dalem Trisna mengatakan soal mobil dinas nanti OPD yang mengatur, karena bukan hanya satu mobil dinas di OPD. Melainkan ada pula mobil dinas yang lain.

“Pemerintah yang jelas telah menyediakan mobil dinas, tinggal OPD yang mengatur,” tandasnya. 



TABANAN – Kendati sumber PAD turun drastis akibat terdampak pandemi, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tabanan tetap mengambil kebijakan untuk membeli mobil dinas (mobdin) bagi pejabat dan wabup.

Hanya saja, jumlah pengadaan mobdin baru bagi OPD di lingkungan Pemkab Tabanan diklaim dikurangi dari tahun sebelumnya.

Keputusan pemangkasan jumlah mobdin  diambil Pemerintah Tabanan selain karena efisien anggaran juga dilakukan karena kondisi keuangan daerah Pemerintah Tabanan turun. 

Bahkan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam hal efisiensi anggaran juga telah memangkas tambahan penghasilan pegawai (TPP) dengan tidak menganggarkan kembali tahun ini. 

Sebelumnya, sekelas kepala dinas di lingkungan Pemkab Tabanan untuk mobil operasional kerja mereka mendapat mobil dinas dengan jenis Toyota Innova. Namun kini mendapat Toyota Avanza.

Pengurangan pengadaan mobil dinas terhadap masing-masing OPD tahun 2022 di lingkungan Pemkab Tabanan tak dipungkiri oleh Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten (Bakueda) Tabanan A.A Gde Dalem Trisna Ngurah, yang dihubungi Sabtu (12/2).

Baca Juga:  Izin RS Puri Bunda Terganjal, Setelah Ditelisik Ternyata Karena Ini…

Dalem Trisna mengatakan pengadaan mobil plat merah pada tahun ini memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ini karena adanya anggaran yang difokuskan kepada penanganan Covid-19.

Tahun 2021 lalu ada sebanyak 125 unit pengadaan mobil dinas dengan anggaran Rp 8 miliar. Sedangkan tahun 2022 ini turun menjadi 70 unit dengan anggaran hanya Rp 4 miliar.

Penurunan pengadaan mobil dinas ini, karena faktor kondisi keuangan daerah di Pemkab Tabanan yang mengalami penurunan, karena imbas pandemi Covid-19. Juga perintah pimpinan untuk efisiensi anggaran.

“Jadi yang tidak dapat mobil dinas saat ini sekretaris dinas, kalau dulu dapat. Di masing-masing hanya dijatah satu mobil avanza. Satu mobil tersebut untuk mobil operasional,” jelasnya.

Dalem Trisna juga tak menampik dari anggaran Rp 4 miliar tersebut untuk pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Tabanan.

Baca Juga:  Setelah Raka Icwara Mundur dari Kadis PU Tabanan, Dua Jabatan Lowong

“Anggaran Rp 4 miliar itu sudah include dengan pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Tabanan yakni mobil Alphard,” ungkap Dalem Trisna.

Sambung alasan dilakukan pengadaan mobil-mobil dinas kembali tersebut mengingat usianya sudah cukup lama yang butuh peremajaan. Sehingga mobil tersebut dianggap tidak dapat mengikuti ritme aktivitas pejabat yang bersangkutan.

“Bahwa usia mobil ini sudah tidak bisa mengikuti ritme pekerjaan. Sehingga dilakukan pengadaan,” ujarnya.

Disinggung soal apakah pengadaan yang turun tidak mempengaruhi operasional kerja di masing-masing dinas.

Dalem Trisna mengatakan soal mobil dinas nanti OPD yang mengatur, karena bukan hanya satu mobil dinas di OPD. Melainkan ada pula mobil dinas yang lain.

“Pemerintah yang jelas telah menyediakan mobil dinas, tinggal OPD yang mengatur,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/