alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

WASPADA, Gunung Agung Erupsi Empat Menit, Nawakerti Terpapar Hujan Abu

AMLAPURA – Gunung Agung, Karangasem kembali memuntahkan abu tipis ke langit Pulau Dewata kemarin malam.

Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. Ketinggian kolom asap mencapai 800 meter dengan arah condong ke timur. Akibatnya Dewa Nawakerti, Abang, terpapar hujan abu tipis.

Erupsi terjadi nyaris tengah malam Minggu (11/3) pukul 23.30 wita malam lalu. Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. sementara kolom abu mencapai 800 meter.

Selain Nawakerti beberapa wilayah di Kecamatan Kubu juga terpapar hujan abu. Hanya saja, hujan abu kali ini tidak sampai masuk ke pemukiman penduduk.

“Sempat terjadi hujan abu dan juga bau belarenng,” ujar Wayan Putu, Perbekel Nawakerti. Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris Pesebaya Agung I Wayan Suara Arsana.

Baca Juga:  Gede Sawita: Jadi Peserta JKN-KIS Bukan Semata Kewajiban

Sekalipun terjadi erupsi, namun warga sekitar lereng Gunung Agung tetap tenang. Mereka juga beraktiiftas seperti biasa.

Warga Desa Pakraman Duda, misalnya. Kemarin mereka tetap sibuk melakukan persiapan untuk Ngusaba Dodol.

Kebetulan kemarin adalah Penampahan Ngusaba. Warga Duda sebagian besar mebat untuk menyiapkan piranti upacara seperti membuat sate dan lawar.

Masyarakat juga tenang bahkan tetap fokus untuk melakukan upacara Ngusaba. “Ya, masih aktifitas seperti biasa sambil menunggu instruksi pemerintah,” ujar I Nyoman Dana 40.

Sementara itu Suara Arsana yang juga Perbekel Amerta Bhuana mengaku sudah berkordinasi dengan pihak Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.

Suara Arsana mengatakan, Pos Pantau tetap merekomendasikan radius 4 KM zona bahaya. Gunung Agung juga masih di level III. Karena itu, warga masyarakat di lereng Gunung Agung tetap tenang.

Baca Juga:  Hotspot Gunung Agung Hasilkan Energi 819 MW, Terbesar Sejak Erupsi

Kabid Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika, mangakui ada aktifitas namun tidak signifikan.

Justru, kata dia, kembang kempis atau deformasi Gunung Agung cenderung menurun. “Ada gempa tapi tidak signifikan,” akunya.



AMLAPURA – Gunung Agung, Karangasem kembali memuntahkan abu tipis ke langit Pulau Dewata kemarin malam.

Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. Ketinggian kolom asap mencapai 800 meter dengan arah condong ke timur. Akibatnya Dewa Nawakerti, Abang, terpapar hujan abu tipis.

Erupsi terjadi nyaris tengah malam Minggu (11/3) pukul 23.30 wita malam lalu. Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. sementara kolom abu mencapai 800 meter.

Selain Nawakerti beberapa wilayah di Kecamatan Kubu juga terpapar hujan abu. Hanya saja, hujan abu kali ini tidak sampai masuk ke pemukiman penduduk.

“Sempat terjadi hujan abu dan juga bau belarenng,” ujar Wayan Putu, Perbekel Nawakerti. Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris Pesebaya Agung I Wayan Suara Arsana.

Baca Juga:  Mahasiswi Cantik Poltekkes Tewas Disambar Bus, Ucapan Duka Mengalir

Sekalipun terjadi erupsi, namun warga sekitar lereng Gunung Agung tetap tenang. Mereka juga beraktiiftas seperti biasa.

Warga Desa Pakraman Duda, misalnya. Kemarin mereka tetap sibuk melakukan persiapan untuk Ngusaba Dodol.

Kebetulan kemarin adalah Penampahan Ngusaba. Warga Duda sebagian besar mebat untuk menyiapkan piranti upacara seperti membuat sate dan lawar.

Masyarakat juga tenang bahkan tetap fokus untuk melakukan upacara Ngusaba. “Ya, masih aktifitas seperti biasa sambil menunggu instruksi pemerintah,” ujar I Nyoman Dana 40.

Sementara itu Suara Arsana yang juga Perbekel Amerta Bhuana mengaku sudah berkordinasi dengan pihak Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.

Suara Arsana mengatakan, Pos Pantau tetap merekomendasikan radius 4 KM zona bahaya. Gunung Agung juga masih di level III. Karena itu, warga masyarakat di lereng Gunung Agung tetap tenang.

Baca Juga:  Hujan Deras, 3 Pelinggih Pura Pesambiangan Dalem Ped Jimbaran Hancur

Kabid Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika, mangakui ada aktifitas namun tidak signifikan.

Justru, kata dia, kembang kempis atau deformasi Gunung Agung cenderung menurun. “Ada gempa tapi tidak signifikan,” akunya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/