alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Fix! Seluruh Warga Dusun Munduk Bulat Tolak Pabrik Pengolahan Limbah

NEGARA–Penolakan warga terhadap rencana pembangunan pabrik limbah medis di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana makin deras.

Setelah sebelumnya warga menemui perbekel untuk menyampaikan penolakan, kini keputusan bulat kembali diambil warga Dusun Munduk atas rencana pembangunan pabrik.

Seperti dibenarkan salah satu tokoh Desa Pengambengan, Humaidi. Ditemui, Jumat (13/3), ia menegaskan, jika seluruh warga dusun yang menjadi lokasi pembangunan pabrik limbah menolak.

Alasannya? Kata Humaidi, warga menolak karena jarak antara lokasi pembangunan limbah medis dengan tempat ibadah (masjid) sangat dekat.

“Jadi semua warga Dusun Munduk sepakat menolak,” tegas Humaidi.

Menurutnya, keputusan bulat warga untuk menolak pembangunan pabrik limbah disampaikan pada pertemuan.

Keputusan penolakan disampaikan dalam pertemuan, karena sebelumnya, beredar kabar bahwa beberapa warga Dusun Munduk menyetujui pembangunan pabrik limbah medis.

Namun setela dilakukan rapat, dari hasil pertemuan, kata Humaidi,  seluruh warga dusun menolak pabrik limbah medis.

Selain itu, masih terkait penolakan warga, Humaidi juga berharap agar permintaan audiensi dengan Bupati Jembrana yang disampaikan pada Perbekel Desa Pengambengan bisa segera terlaksana.

Pasalnya, sejak penandatanganan penolakan pada bulan Januari 2020 lalu, sampai saat ini belum ada jawaban.

Di sisi lain, pihak investor yang akan membangun pabrik limbah medis tetap ngotot, sehingga membuat warga resah.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, mendatangi kantor desa, Kamis (12/3).

Kedatangan warga tersebut untuk menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik limbah medis dan meminta komitmen pemerintahan desa untuk menyampaikan aspirasi penolakan tersebut pada pemerintah kabupaten. 



NEGARA–Penolakan warga terhadap rencana pembangunan pabrik limbah medis di Dusun Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana makin deras.

Setelah sebelumnya warga menemui perbekel untuk menyampaikan penolakan, kini keputusan bulat kembali diambil warga Dusun Munduk atas rencana pembangunan pabrik.

Seperti dibenarkan salah satu tokoh Desa Pengambengan, Humaidi. Ditemui, Jumat (13/3), ia menegaskan, jika seluruh warga dusun yang menjadi lokasi pembangunan pabrik limbah menolak.

Alasannya? Kata Humaidi, warga menolak karena jarak antara lokasi pembangunan limbah medis dengan tempat ibadah (masjid) sangat dekat.

“Jadi semua warga Dusun Munduk sepakat menolak,” tegas Humaidi.

Menurutnya, keputusan bulat warga untuk menolak pembangunan pabrik limbah disampaikan pada pertemuan.

Keputusan penolakan disampaikan dalam pertemuan, karena sebelumnya, beredar kabar bahwa beberapa warga Dusun Munduk menyetujui pembangunan pabrik limbah medis.

Namun setela dilakukan rapat, dari hasil pertemuan, kata Humaidi,  seluruh warga dusun menolak pabrik limbah medis.

Selain itu, masih terkait penolakan warga, Humaidi juga berharap agar permintaan audiensi dengan Bupati Jembrana yang disampaikan pada Perbekel Desa Pengambengan bisa segera terlaksana.

Pasalnya, sejak penandatanganan penolakan pada bulan Januari 2020 lalu, sampai saat ini belum ada jawaban.

Di sisi lain, pihak investor yang akan membangun pabrik limbah medis tetap ngotot, sehingga membuat warga resah.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, mendatangi kantor desa, Kamis (12/3).

Kedatangan warga tersebut untuk menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik limbah medis dan meminta komitmen pemerintahan desa untuk menyampaikan aspirasi penolakan tersebut pada pemerintah kabupaten. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/