alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Desa di Buleleng Gunakan Villa Mewah untuk Isolasi Para Pekerja Migran

SINGARAJA – Sejumlah desa di Kabupaten Buleleng memilih menggunakan fasilitas villa mewah sebagai ruang isolasi bagi para pekerja migran maupun warga yang baru datang dari daerah transmisi lokal.

Pemilik  villa rela menyewakan vila dengan harga sewa Villa murah karena tak lagi ada wisatawan yang menginap sejak wabah pandemi  Covid-19 (Corona)

Sejumlah villa yang digunakan untuk tempat isolasi itu diantaranya vila di Desa Pejarakan,dan vila di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan.

Sekdes Bukti I Made Suparta mengatakan, fasilitas villa tersebut disewa dengan harga sangat murah, hanya Rp  50ribu per malam. Padahal villa yang digunakan cukup mewah, karena dilengkapi dengan dapur, mini bar, hingga kolam renang pribadi.

“Pemiliknya sudah kami ajak bicara, dan memang dia antusias karena ingin covid ini segera berakhir. Dia berikan harga murah. Tapi untuk makan dan keperluan sehari-hari yang diisolasi di sana, ditanggung desa,” kata Suparta, Senin (13/4).

Baca Juga:  Pemeriksaan Polisi, Pelajar Penabrak Warga Hingga Tewas Tak Punya SIM

Lebih lanjut Suparta mengatakan, untuk isolasi mandiri saja, pihak desa sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 33 juta yang meliputi biaya akomodasi dan konsumsi. Sedianya akan ada delapan orang pekerja migrant di Desa Bukti yang akan menjalani isolasi di fasilitas yang disiapkan.

“Yang sudah pulang dan isolasi mandiri itu ada 13 orang, karena sudah kembali sebelum edaran Bupati terbit. Masih ada lagi 8 (delapan) orang yang belum pulang. Rencananya 2 (dua) orang akan datang tanggal 15 lagi dua hari (Rabu, Red) ini. Kalau yang 6 (enam) orang lagi, belum ada kabar kapan akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Made Subur mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan di seluruh desa untuk penyediaan ruang isolasi itu.

Seluruh desa diharapkan bisa menyiapkan ruang isolasi selambat-lambatnya pada hari ini (14/4). Sementara untuk kelurahan, akan dikoordinir oleh masing-masing camat di wilayahnya.

Baca Juga:  Kelabakan, Satgas Kerahkan Pegawai Sortir Beras untuk Warga Bondalem

“Kami sedang bergerak terus memastikan satgas gotong royong di desa bisa menyiapkan ruang isolasi paling lambat besok (hari ini, Red). Bisa menggunakan home stay, villa, penginapan, sekolah, termasuk rumah penduduk yang disewakan juga boleh,” tegas Subur.

Menurutnya penyediaan ruang isolasi itu tergolong mendesak. Sebab dalam waktu dekat ini, akan ada gelombang kedatangan pekerja migran dari Amerika Serikat dan Italia. Kedua negara itu diketahui sebagai negara dengan kasus covid-19 tertinggi di dunia.

Sekadar diketahui, hingga kemarin tercatat ada 28 orang pekerja migran yang telah menjalani isolasi di ruang isolasi khusus.

Ruangan isolasi itu disiapkan oleh satgas gotong royong di tingkat desa/kelurahan. Dari puluhan orang itu, sebanyak 14 orang berada di Kecamatan Sukasada, 3 (tiga) orang di Kecamatan Busungbiu, 7 (tujuh) orang di  Kecamatan Buleleng, 2 (dua) orang di Kecamatan Gerokgak, dan 2 (dua) orang lainnya di Kecamatan Seririt.



SINGARAJA – Sejumlah desa di Kabupaten Buleleng memilih menggunakan fasilitas villa mewah sebagai ruang isolasi bagi para pekerja migran maupun warga yang baru datang dari daerah transmisi lokal.

Pemilik  villa rela menyewakan vila dengan harga sewa Villa murah karena tak lagi ada wisatawan yang menginap sejak wabah pandemi  Covid-19 (Corona)

Sejumlah villa yang digunakan untuk tempat isolasi itu diantaranya vila di Desa Pejarakan,dan vila di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan.

Sekdes Bukti I Made Suparta mengatakan, fasilitas villa tersebut disewa dengan harga sangat murah, hanya Rp  50ribu per malam. Padahal villa yang digunakan cukup mewah, karena dilengkapi dengan dapur, mini bar, hingga kolam renang pribadi.

“Pemiliknya sudah kami ajak bicara, dan memang dia antusias karena ingin covid ini segera berakhir. Dia berikan harga murah. Tapi untuk makan dan keperluan sehari-hari yang diisolasi di sana, ditanggung desa,” kata Suparta, Senin (13/4).

Baca Juga:  Hari pertama Kerja, Pjs Bupati Badung Lihadnyana Langsung Tancap Gas

Lebih lanjut Suparta mengatakan, untuk isolasi mandiri saja, pihak desa sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 33 juta yang meliputi biaya akomodasi dan konsumsi. Sedianya akan ada delapan orang pekerja migrant di Desa Bukti yang akan menjalani isolasi di fasilitas yang disiapkan.

“Yang sudah pulang dan isolasi mandiri itu ada 13 orang, karena sudah kembali sebelum edaran Bupati terbit. Masih ada lagi 8 (delapan) orang yang belum pulang. Rencananya 2 (dua) orang akan datang tanggal 15 lagi dua hari (Rabu, Red) ini. Kalau yang 6 (enam) orang lagi, belum ada kabar kapan akan datang,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Made Subur mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan di seluruh desa untuk penyediaan ruang isolasi itu.

Seluruh desa diharapkan bisa menyiapkan ruang isolasi selambat-lambatnya pada hari ini (14/4). Sementara untuk kelurahan, akan dikoordinir oleh masing-masing camat di wilayahnya.

Baca Juga:  Siasati Larangan, Pengusaha Galian Buat Depo Sementara

“Kami sedang bergerak terus memastikan satgas gotong royong di desa bisa menyiapkan ruang isolasi paling lambat besok (hari ini, Red). Bisa menggunakan home stay, villa, penginapan, sekolah, termasuk rumah penduduk yang disewakan juga boleh,” tegas Subur.

Menurutnya penyediaan ruang isolasi itu tergolong mendesak. Sebab dalam waktu dekat ini, akan ada gelombang kedatangan pekerja migran dari Amerika Serikat dan Italia. Kedua negara itu diketahui sebagai negara dengan kasus covid-19 tertinggi di dunia.

Sekadar diketahui, hingga kemarin tercatat ada 28 orang pekerja migran yang telah menjalani isolasi di ruang isolasi khusus.

Ruangan isolasi itu disiapkan oleh satgas gotong royong di tingkat desa/kelurahan. Dari puluhan orang itu, sebanyak 14 orang berada di Kecamatan Sukasada, 3 (tiga) orang di Kecamatan Busungbiu, 7 (tujuh) orang di  Kecamatan Buleleng, 2 (dua) orang di Kecamatan Gerokgak, dan 2 (dua) orang lainnya di Kecamatan Seririt.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/