alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Begini Kronologis Tenggelamnya Perahu Sekar Abadi Versi Polair…

NEGARA – Meski langit terlihat cerah, tidak dengan kondisi perairan Bali belakangan ini. Ombak dan arus kuat jadi makanan sehari-hari para nelayan saat mencari ikan.

Akibatnya dilaporkan sebuah perahu nelayan terbalik. Sebanyak 13 orang awak perahu tenggelam bersama perahu.

Beruntung perahu tenggelam di perairan dangkal, sehingga para awak perahu bisa segera diselamatkan. Namun sebagian barang perlengkapan milik nelayan hilang.

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, perahu nelayan yang tenggelam itu memakai nama lambung Sekar Abadi.

Perahu itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Perahu itu diketahui milik Ahmadi asal Desa Mimbo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Perahu berangkat dari pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 08.00 wita. Rencana untuk mencari ikan di perairan selatan Desa Perancak.

Karena angin cukup kencang, sekitar pukul 13.00 wita, angin mendadak cukup kencang. “Meski tidak dapat ikan, perahu memutuskan untuk balik pulang,” kata Iptu Eddy Waluyo.

Baca Juga:  Heboh, Malam Sempat Ajak Adiknya Cari Ikan, Pagi Malah Ditemukan Tewas

Namun, dalam perjalanan pulang, sekitar di perairan muara Perancak, tiba-tiba angin kencang datang dan ombak cukup tinggi datang dari arah selatan atau samping kiri perahu.

Akibatnya, mesin perahu mati, sehingga perahu kehilangan daya dorong. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 15.00 wita,

ombak besar datang menenggelamkan perahu di perairan dengan kedalaman sekitar 10 meter dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Awak perahu berenang di sekitar perahu yang tenggelam. Beruntung perahu dengan nama lambung Sumber Wangi yang berada di belakang Sekar Abadi langsung membantu.

Seluruh awak dinaikkan ke atas perahu, beberapa awak juga menyelam untuk sejumlah barang berharga. Proses evakuasi awak dan barang-barang yang mudah diselamatkan berlangsung hingga malam hari.

Proses evakuasi perahu dilanjutkan Sabtu (12/5) pagi. Empat buah perahu menarik perahu yang tenggelam menuju PPN Pengambengan.

Sayangnya, perahu tidak bisa masuk hingga kolam pelabuhan, hanya sampai di pintu masuk pelabuhan karena di dalam kolam masih banyak perahu lain.

Baca Juga:  PPKM Level 3 Dibatalkan, Satgas Percepat Vaksinasi Anak-anak

Sejumlah awak perahu, hingga kemarin masih sibuk mengevakuasi barang-barang dalam kapal, di antaranya mesin kapal, diesel, dan barang berharga lainnya.

Terlihat sejumlah awak perahu berenang masuk ke dalam perahu yang hanya terlihat bagian ujung depannya. Mesin perahu diangkat dan dibawa ke dermaga PPN pengembangan.

Eddy menegaskan, seluruh awak perahu selamat dalam peristiwa tersebut. Namun, jaring sepanjang 50 meter, satu unit mesin Diesel 300 PK serta 1 unit mesin diesel 20 PK hilang tenggelam.

Akibat kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai Rp. 80 juta. Iptu Eddy mengimbau para nelayan untuk tetap waspada karena cuaca di Selat Bali saat ini kurang bersahabat.

Angin kencang dan gelombang tinggi masih kerap mengancam bagi nelayan. “Sudah kami imbau pada nelayan untuk hati-hati,” tegasnya.



NEGARA – Meski langit terlihat cerah, tidak dengan kondisi perairan Bali belakangan ini. Ombak dan arus kuat jadi makanan sehari-hari para nelayan saat mencari ikan.

Akibatnya dilaporkan sebuah perahu nelayan terbalik. Sebanyak 13 orang awak perahu tenggelam bersama perahu.

Beruntung perahu tenggelam di perairan dangkal, sehingga para awak perahu bisa segera diselamatkan. Namun sebagian barang perlengkapan milik nelayan hilang.

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, perahu nelayan yang tenggelam itu memakai nama lambung Sekar Abadi.

Perahu itu memiliki panjang 7 meter dan lebar 3 meter. Perahu itu diketahui milik Ahmadi asal Desa Mimbo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Perahu berangkat dari pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 08.00 wita. Rencana untuk mencari ikan di perairan selatan Desa Perancak.

Karena angin cukup kencang, sekitar pukul 13.00 wita, angin mendadak cukup kencang. “Meski tidak dapat ikan, perahu memutuskan untuk balik pulang,” kata Iptu Eddy Waluyo.

Baca Juga:  Jalan-jalan Pagi Dalam Kondisi Linglung, IRT Muda Kecebur ke Laut

Namun, dalam perjalanan pulang, sekitar di perairan muara Perancak, tiba-tiba angin kencang datang dan ombak cukup tinggi datang dari arah selatan atau samping kiri perahu.

Akibatnya, mesin perahu mati, sehingga perahu kehilangan daya dorong. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 15.00 wita,

ombak besar datang menenggelamkan perahu di perairan dengan kedalaman sekitar 10 meter dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Awak perahu berenang di sekitar perahu yang tenggelam. Beruntung perahu dengan nama lambung Sumber Wangi yang berada di belakang Sekar Abadi langsung membantu.

Seluruh awak dinaikkan ke atas perahu, beberapa awak juga menyelam untuk sejumlah barang berharga. Proses evakuasi awak dan barang-barang yang mudah diselamatkan berlangsung hingga malam hari.

Proses evakuasi perahu dilanjutkan Sabtu (12/5) pagi. Empat buah perahu menarik perahu yang tenggelam menuju PPN Pengambengan.

Sayangnya, perahu tidak bisa masuk hingga kolam pelabuhan, hanya sampai di pintu masuk pelabuhan karena di dalam kolam masih banyak perahu lain.

Baca Juga:  CATAT!! Tanpa Vaksin, Satgas Larang Guru Mengajar Tatap Muka

Sejumlah awak perahu, hingga kemarin masih sibuk mengevakuasi barang-barang dalam kapal, di antaranya mesin kapal, diesel, dan barang berharga lainnya.

Terlihat sejumlah awak perahu berenang masuk ke dalam perahu yang hanya terlihat bagian ujung depannya. Mesin perahu diangkat dan dibawa ke dermaga PPN pengembangan.

Eddy menegaskan, seluruh awak perahu selamat dalam peristiwa tersebut. Namun, jaring sepanjang 50 meter, satu unit mesin Diesel 300 PK serta 1 unit mesin diesel 20 PK hilang tenggelam.

Akibat kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai Rp. 80 juta. Iptu Eddy mengimbau para nelayan untuk tetap waspada karena cuaca di Selat Bali saat ini kurang bersahabat.

Angin kencang dan gelombang tinggi masih kerap mengancam bagi nelayan. “Sudah kami imbau pada nelayan untuk hati-hati,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/