alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sekda Gianyar: Tenaga Kesehatan Puskesmas Gianyar II Positif Covid-19

GIANYAR – Kasus tenaga kesehatan (nakes) terpapar Coronavirus Disease (Covid-19) di Bali tambah banyak.

Kali ini, nakes berinisial IKS, 43, yang bertugas di UPT Kesmas Gianyar II positif Covid-19. Perawat asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli itu telah diisolasi.

Sedangkan, dua ruangan Puskesmas, yakni rawat inap dan UGD ditutup sementara.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Wisnu Wijaya yang membeberkan kronologis, tenaga Puskesmas itu sampai terpapar.

Pada 4 Juni IKS mengaku badan sakit, lemas disertai demam. “Yang bersangkutan (pasien, red) minta istirahat dan dirawat di Puskesmas,” ujar Made Wisnu Wijaya kemarin.

IKS dirawat dari 2 Juni hingga 9 Juni. “Tanggal 8 Juni, yang bersangkutan di-rapid dengan hasil reaktif. Sebelumnya di-rapid 3 kali, hasil non reaktif,” terang Wisnu Wijaya yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar itu.

Baca Juga:  Aksi Congkel Sadel Hantui Buleleng, Aktornya Ternyata Jukir, Duh…

Kemudian pada 9 Juni dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar karena mengeluh sesak. “Yang bersangkutan dirawat di Ruang Kamboja (isolasi). 9 Juni, diswab. Hasil PCR konfirmasi Covid-19,” terangnya.

Menurut Wisnu Wijaya, kasus tersebut masuk kategorik kasus luar wilayah. “Di banjar penderita (Bangli, red) sebelumnya ada kasus konfirmasi positif,” jelasnya.

Menindaklanjuti kasus yang menimpa tenaga Puskesmas, maka ada 6 hal yang dilakukan. Di antaranya melakukan sterilisasi semua ruangan puskesmas, gedung rawat inap dan rawat jalan.

Kemudian melakukan rapid test dan swab terhadap 20 staf rawat inap dan UGD. “Menutup sementara unit rawat inap dan UGD sampai keadaan kondusif.

Rawat jalan tetap dilaksanakan di gedung yang berbeda dengan tenaga terbatas bergilir (bagi tenaga hasil rapid non reaktif, red),” terangnya.

Baca Juga:  Terapkan Plasma Konvalesen, Ada Harapan Covid-19 Hilang dari Bali

Tindaklanjut berikutnya, menunggu hasil swab terhadap 20 orang dan seorang yang hasil rapid test positif.

“Pelacakan tracking pada masyarakat dan aparat yang sempat kontak. Karantina staf kontak erat sambil menunggu hasil swab,” ungkapnya.



GIANYAR – Kasus tenaga kesehatan (nakes) terpapar Coronavirus Disease (Covid-19) di Bali tambah banyak.

Kali ini, nakes berinisial IKS, 43, yang bertugas di UPT Kesmas Gianyar II positif Covid-19. Perawat asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli itu telah diisolasi.

Sedangkan, dua ruangan Puskesmas, yakni rawat inap dan UGD ditutup sementara.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Wisnu Wijaya yang membeberkan kronologis, tenaga Puskesmas itu sampai terpapar.

Pada 4 Juni IKS mengaku badan sakit, lemas disertai demam. “Yang bersangkutan (pasien, red) minta istirahat dan dirawat di Puskesmas,” ujar Made Wisnu Wijaya kemarin.

IKS dirawat dari 2 Juni hingga 9 Juni. “Tanggal 8 Juni, yang bersangkutan di-rapid dengan hasil reaktif. Sebelumnya di-rapid 3 kali, hasil non reaktif,” terang Wisnu Wijaya yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar itu.

Baca Juga:  Dalam Sehari di Jembrana Tambah 18 ODP Baru

Kemudian pada 9 Juni dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar karena mengeluh sesak. “Yang bersangkutan dirawat di Ruang Kamboja (isolasi). 9 Juni, diswab. Hasil PCR konfirmasi Covid-19,” terangnya.

Menurut Wisnu Wijaya, kasus tersebut masuk kategorik kasus luar wilayah. “Di banjar penderita (Bangli, red) sebelumnya ada kasus konfirmasi positif,” jelasnya.

Menindaklanjuti kasus yang menimpa tenaga Puskesmas, maka ada 6 hal yang dilakukan. Di antaranya melakukan sterilisasi semua ruangan puskesmas, gedung rawat inap dan rawat jalan.

Kemudian melakukan rapid test dan swab terhadap 20 staf rawat inap dan UGD. “Menutup sementara unit rawat inap dan UGD sampai keadaan kondusif.

Rawat jalan tetap dilaksanakan di gedung yang berbeda dengan tenaga terbatas bergilir (bagi tenaga hasil rapid non reaktif, red),” terangnya.

Baca Juga:  Aksi Congkel Sadel Hantui Buleleng, Aktornya Ternyata Jukir, Duh…

Tindaklanjut berikutnya, menunggu hasil swab terhadap 20 orang dan seorang yang hasil rapid test positif.

“Pelacakan tracking pada masyarakat dan aparat yang sempat kontak. Karantina staf kontak erat sambil menunggu hasil swab,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/