alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Razia Gencar, Kasus Harian Covid di Bali Malah Tembus Rekor, Ada Apa?

DENPASAR-Memasuki hari kesepuluh penerapan Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali justru terus meroket.

 

Bahkan, sesuai data harian Satuan tugas Penanganan Covid-19 Nasional, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali, per Selasa (13/7) hari ini, justru menembus rekor.

 

Sesuai data harian, ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif sebanyak 723 orang di Bali. Bahkan selain penambahan kasus positif, Satgas juga mencatat adanya jumlah pasien meninggal di Bali sebanyak 22 orang, sembuh 358 orang dan kasus aktif (menjalani perawatan/isolasi) sebanyak 4.933 orang.

 

Sementara itu, dari sebaran kasus, daerah (kabupaten/kota) penyumbang terbanyak kasus, yakni Denpasar, Badung dan Buleleng.

Baca Juga:  Sebulan Lebih Jalani Perawatan di RS, Pasien Corona Akhirnya Sembuh
- Advertisement -

 

Pencapaian rekor kasus harian di Bali ini sontak memunculkan sejumlah pertanyaaan. Terlebih, peningkatan kasus terjadi saat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan razia, serbuan vaksinasi, pengetatan semua sektor usaha, dan penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

 

Selain itu, akibat melonjaknya kasus positif Covid-19, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan efektifitas dari penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali yang sudah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu.

 

Menyikapi munculnya pertanyaan publik terkait efektifitas PPKM Darurat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim hal ini efektif.

 

“Pemberlakukan PPKM ini memperlihatkan data bahwa memang ada penurunan mobilitas Jawa-Bali di angka 15 persen, dari target kami sebenarnya adalah 20 persen,” kata Luhut dalam konferensi persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga:  Buka 6 SMA/K Baru di Bali, Disdik Janji Tak Ada Lulusan SMP Tercecer

 

Ia berharap, penurunan mobiltas kedepan dapat sesuai target, sehingga dapat meneken kasus positif harian di Jawa dan Bali.

 

“Implementasi di lapangan semakin baik dan dalam seminggu kedepan mobilitas masyarakat semakin turun lagi,” sebutnya. 

- Advertisement -

DENPASAR-Memasuki hari kesepuluh penerapan Pemberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali justru terus meroket.

 

Bahkan, sesuai data harian Satuan tugas Penanganan Covid-19 Nasional, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali, per Selasa (13/7) hari ini, justru menembus rekor.

 

Sesuai data harian, ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif sebanyak 723 orang di Bali. Bahkan selain penambahan kasus positif, Satgas juga mencatat adanya jumlah pasien meninggal di Bali sebanyak 22 orang, sembuh 358 orang dan kasus aktif (menjalani perawatan/isolasi) sebanyak 4.933 orang.

 

Sementara itu, dari sebaran kasus, daerah (kabupaten/kota) penyumbang terbanyak kasus, yakni Denpasar, Badung dan Buleleng.

Baca Juga:  Pemedek Membludak, Arah Menuju Pura Besakih Macet Total

 

Pencapaian rekor kasus harian di Bali ini sontak memunculkan sejumlah pertanyaaan. Terlebih, peningkatan kasus terjadi saat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan razia, serbuan vaksinasi, pengetatan semua sektor usaha, dan penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.

 

Selain itu, akibat melonjaknya kasus positif Covid-19, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan efektifitas dari penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali yang sudah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu.

 

Menyikapi munculnya pertanyaan publik terkait efektifitas PPKM Darurat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim hal ini efektif.

 

“Pemberlakukan PPKM ini memperlihatkan data bahwa memang ada penurunan mobilitas Jawa-Bali di angka 15 persen, dari target kami sebenarnya adalah 20 persen,” kata Luhut dalam konferensi persnya di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga:  Krisis Oksigen di Seluruh RS di Bali Berlanjut, Ternyata Ini Pemicunya

 

Ia berharap, penurunan mobiltas kedepan dapat sesuai target, sehingga dapat meneken kasus positif harian di Jawa dan Bali.

 

“Implementasi di lapangan semakin baik dan dalam seminggu kedepan mobilitas masyarakat semakin turun lagi,” sebutnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/