alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Perbekel Bondalem Ungkap Fakta Ini…

TEJAKULA – Pencarian terhadap Made Pica Antara, 45, nelayan asal Banjar Dinas Celagi Bantas, Desa Bondalem, yang dinyatakan hilang pada Minggu (11/8) lalu, belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terpaksa kembali ke daratan dengan tangan hampa. “Untuk sementara memang belum membuahkan hasil,” kata Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan.

Perbekel Bondalem Gede Ngurah Sadu Adnyana menyatakan, ini bukan pertama kalinya peristiwa nelayan tenggelam terjadi di Desa Bondalem.

Seingat dirinya, sudah tiga kali nelayan di Desa Bondalem hilang saat melaut. Menurut Sadu Adnyana, para nelayan sebenarnya sudah paham dengan prosedur keselamatan.

Setiap kelompok nelayan bahkan sudah memiliki jaket pelampung. Selain itu sejumlah nelayan yang punya kemampuan nelayan, bahkan sudah mengantongi lisensi sebagai penyelam.

Baca Juga:  160 Pengungsi Bertahan di Posko, Murti: Kami Serasa Bos

“Tapi namanya nelayan tradisional, memang sudah jadi kebiasaan seperti itu. Masalahnya, itu kebiasaan yang buruk.

Sebenarnya mereka sudah paham soal keselamatan saat melaut itu. Tapi mengubah kebiasaan dan mindset itu memang sulit,” kata Sadu Adnyana.

Menyusul terulang kembali peristiwa nelayan hilang di Desa Bondalem, pihaknya akan mengumpulkan para nelayan dalam waktu dekat ini.

Sehingga nelayan bisa memperhatikan keselamatan diri saat pergi melaut. Kalau toh memang harus menyelam, mereka diharapkan menggunakan peralatan yang lengkap.

“Memang merepotkan. Tapi namanya demi keselamatan, ya harus dijalankan. Kami akan coba mengubah kebiasaan ini pelan-pelan. Biar kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nelayan tenggelam saat hendak memasang tali jaring pada sebuah rumpon yang ada di lepas pantai Desa Bondalem.

Baca Juga:  Awas, Transaksi Online, Ribuan Kosmetik Tanpa Izin Edar Beredar Luas

Korban saat itu menceburkan diri sambil memegang tali. Rencananya tali itu akan dipasang pada tali jaring yang sudah ada di bawah rumpon. Setelah menceburkan diri, korban justru tak kunjung muncul di permukaan. 



TEJAKULA – Pencarian terhadap Made Pica Antara, 45, nelayan asal Banjar Dinas Celagi Bantas, Desa Bondalem, yang dinyatakan hilang pada Minggu (11/8) lalu, belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan terpaksa kembali ke daratan dengan tangan hampa. “Untuk sementara memang belum membuahkan hasil,” kata Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan.

Perbekel Bondalem Gede Ngurah Sadu Adnyana menyatakan, ini bukan pertama kalinya peristiwa nelayan tenggelam terjadi di Desa Bondalem.

Seingat dirinya, sudah tiga kali nelayan di Desa Bondalem hilang saat melaut. Menurut Sadu Adnyana, para nelayan sebenarnya sudah paham dengan prosedur keselamatan.

Setiap kelompok nelayan bahkan sudah memiliki jaket pelampung. Selain itu sejumlah nelayan yang punya kemampuan nelayan, bahkan sudah mengantongi lisensi sebagai penyelam.

Baca Juga:  Pelantikan Tunggu Rekomendasi KASN, Ini Calon Kadis Lolos Seleksi

“Tapi namanya nelayan tradisional, memang sudah jadi kebiasaan seperti itu. Masalahnya, itu kebiasaan yang buruk.

Sebenarnya mereka sudah paham soal keselamatan saat melaut itu. Tapi mengubah kebiasaan dan mindset itu memang sulit,” kata Sadu Adnyana.

Menyusul terulang kembali peristiwa nelayan hilang di Desa Bondalem, pihaknya akan mengumpulkan para nelayan dalam waktu dekat ini.

Sehingga nelayan bisa memperhatikan keselamatan diri saat pergi melaut. Kalau toh memang harus menyelam, mereka diharapkan menggunakan peralatan yang lengkap.

“Memang merepotkan. Tapi namanya demi keselamatan, ya harus dijalankan. Kami akan coba mengubah kebiasaan ini pelan-pelan. Biar kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang nelayan tenggelam saat hendak memasang tali jaring pada sebuah rumpon yang ada di lepas pantai Desa Bondalem.

Baca Juga:  Aneh…Danau Beratan Diuruk, DTW Sebut untuk Atasi Pendangkalan

Korban saat itu menceburkan diri sambil memegang tali. Rencananya tali itu akan dipasang pada tali jaring yang sudah ada di bawah rumpon. Setelah menceburkan diri, korban justru tak kunjung muncul di permukaan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/