alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Obok-obok Perairan Tejakula, Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan

TEJAKULA – Pencarian terhadap Made Pica Antara, 45, nelayan asal Banjar Dinas Celagi Bantas, Desa Bondalem, yang dinyatakan hilang pada Minggu (11/8) lalu, belum membuahkan hasil.

Kemarin, tim SAR gabungan terpaksa kembali ke daratan dengan tangan hampa. Tim SAR kemarin memutuskan memperluas zona pencarian ke arah barat dan ke arah timur, dari rumpon tempat korban Pica Antara terakhir kali dilihat.

Radius pencarian mencapai 15 mil laut, atau sekitar 24 kilometer. Selain melibatkan unsur Badan SAR Nasional (Basarnas), pencarian kemarin juga melibatkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Polisi Perairan, Polsek Tejakula, Kelompok Nelayan Artha Bakti Baruna tempat korban bernaung sebagai anggota kelompok, serta nelayan dari Kelompok Nelayan Merta Asih.

Baca Juga:  Ketapang-Lembar Beroperasi, Arus Lalin Denpasar–Gilimanuk Berkurang

Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, proses pencarian kemarin dibagi dalam empat kelompok.

Tim dari Basarnas masih fokus melakukan pencarian di sekitar rumpon. Sementara tim lain mencari di sisi barat rumpon, sebelah selatan rumpon, serta ada pula yang mencari di timur rumpon.

“Kalau ke baratnya itu kami sudah cari sampai di sekitar perairan Kubutambahan. Sedangkan kalau ke timur itu sampai perairan Tianyar. Untuk sementara memang belum membuahkan hasil,” kata Hendri.

Meski begitu, tim SAR akan tetap melakukan pencarian selama beberapa hari kedepan. Seluruh potensi SAR yang ada di sekitar lokasi juga akan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Radius pencarian juga akan diperluas.

Baca Juga:  Miris! Puluhan Pengungsi Korban Banjir Bandang Jembrana Mulai Sakit


TEJAKULA – Pencarian terhadap Made Pica Antara, 45, nelayan asal Banjar Dinas Celagi Bantas, Desa Bondalem, yang dinyatakan hilang pada Minggu (11/8) lalu, belum membuahkan hasil.

Kemarin, tim SAR gabungan terpaksa kembali ke daratan dengan tangan hampa. Tim SAR kemarin memutuskan memperluas zona pencarian ke arah barat dan ke arah timur, dari rumpon tempat korban Pica Antara terakhir kali dilihat.

Radius pencarian mencapai 15 mil laut, atau sekitar 24 kilometer. Selain melibatkan unsur Badan SAR Nasional (Basarnas), pencarian kemarin juga melibatkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Polisi Perairan, Polsek Tejakula, Kelompok Nelayan Artha Bakti Baruna tempat korban bernaung sebagai anggota kelompok, serta nelayan dari Kelompok Nelayan Merta Asih.

Baca Juga:  Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Perbekel Bondalem Ungkap Fakta Ini…

Kepala Pos SAR Buleleng Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, proses pencarian kemarin dibagi dalam empat kelompok.

Tim dari Basarnas masih fokus melakukan pencarian di sekitar rumpon. Sementara tim lain mencari di sisi barat rumpon, sebelah selatan rumpon, serta ada pula yang mencari di timur rumpon.

“Kalau ke baratnya itu kami sudah cari sampai di sekitar perairan Kubutambahan. Sedangkan kalau ke timur itu sampai perairan Tianyar. Untuk sementara memang belum membuahkan hasil,” kata Hendri.

Meski begitu, tim SAR akan tetap melakukan pencarian selama beberapa hari kedepan. Seluruh potensi SAR yang ada di sekitar lokasi juga akan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Radius pencarian juga akan diperluas.

Baca Juga:  Miris! Puluhan Pengungsi Korban Banjir Bandang Jembrana Mulai Sakit

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/