alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Covid di Tabanan Tinggi Bukan karena Varian Delta, Diskes Ungkap Ini

TABANAN – Kendati angka kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan dengan rata-rata per hari ratusan orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Apalagi status Kabupaten Tabanan masih zona merah penularan Covid-19.

 

Bahkan per Kamis (12/8) tercatat sebanyak 154 kasus terjadi penambahan dengan jumlah harian meninggal dunia sebanyak 5 kasus dan pasien yang sembuh 165 orang.

 

Sementara itu secara akumulasi kasus Covid-19 sudah mencapai 9.012 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan pasien dalam perawatan secara keseluruhan dari kasus tersebut 13.84 orang dan sembuh sebanyak 7.245 orang dan total orang meninggal dunia 383 orang.

 

Dinas Kesehatan Tabanan menyebut angka kasus tersebut bukan merupakan penularan kasus Covid-19 dari varian baru jenis delta. Melainkan itu disebabkan penularan pada transmisi lokal klaster keluarga.

 

“Di Tabanan sendiri belum terbukti penularan kasus Covid-19 dari varian baru Delta. Kita sudah uji sampel kok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Kamis (12/8).

Baca Juga:  Kisruh LPD Selat Pandan Banten, BKS LPD Sarankan Mediasi

 

Lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan terakhir ini sehingga Tabanan juga ikut menerapkan perpanjangan PPKM Level 4.

 

Dikatakan dr. Suratmika, karena memang penyebaran kasus Covid-19 yang begitu cepat dan belum sempurna terbentuknya kekebalan imunitas secara kelompok.

 

Penularan Covid-19 dari mana saja bisa terjadi. Mulai klaster penularan dari keluarga, upacara adat, tempat keramaian yang mengundang kerumunan termasuk pula perkantoran.

 

“Namun di Tabanan sendiri dominan klaster lingkungan keluarga,” akunya.

 

Selama ini dari varian baru Covid-19 jenis Delta Tabanan telah melakukan uji klinis sampel pasien terkonfirmasi Covid-19. Awalnya sebanyak 25 sampel pertama pasien Covid-19 dikirim untuk diuji apakah terjadi penularan varian baru delta.

 

“Hasilnya pun telah keluar dengan tidak temukan varian Delta Covid-19,” jelas Suratmika.

 

Tidak sampai di situ pihaknya pun telah mengirim 40 sampel pasien Covid-19 untuk mendeteksi apakah lantaran itu varian baru Delta kasus Covid-19 meningkat di Tabanan.

Baca Juga:  Ngaben Massal, Belasan Warga dan Bendesa Gunaksa Positif Covid-19

 

“Itu 40 sampel kami kirim bulan Mei lalu, nah hasilnya belum keluar masih menunggu,” ungkapnya.  

 

Suratmika menambahkan sampel-sampel Covid-19 yang dikirim untuk diuji klinis. Berdasarkan dari kasus-kasus pasein yang dicurigai begitu cepat penyebaran dalam satu klaster.

 

Kemudian pasien yang sembuh namun kembali terjangkit Covid-19 dengan begitu cepat.

 

“Sampel inilah yang kami kirim dari hasil laporan rumah-rumah sakit di Tabanan yang merawat pasien covid-19. Untuk memastikan varian Delta,” tuturnya.

 

Lanjutnya, mengenai kekebalan kelompok (herd Immunity) sejauh ini belum terbentuk. Meski masyarakat Tabanan telah menerima vaksin Covid-19. Penyebab karena baru sebagian besar masyarakat Tabanan menerima vaksin sekali.

 

“Apabila kita sudah tervaksin dua kali, otomatis kekebalan itu terbentuk,” pungkasnya.

TABANAN – Kendati angka kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan dengan rata-rata per hari ratusan orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Apalagi status Kabupaten Tabanan masih zona merah penularan Covid-19.

 

Bahkan per Kamis (12/8) tercatat sebanyak 154 kasus terjadi penambahan dengan jumlah harian meninggal dunia sebanyak 5 kasus dan pasien yang sembuh 165 orang.

 

Sementara itu secara akumulasi kasus Covid-19 sudah mencapai 9.012 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan pasien dalam perawatan secara keseluruhan dari kasus tersebut 13.84 orang dan sembuh sebanyak 7.245 orang dan total orang meninggal dunia 383 orang.

 

Dinas Kesehatan Tabanan menyebut angka kasus tersebut bukan merupakan penularan kasus Covid-19 dari varian baru jenis delta. Melainkan itu disebabkan penularan pada transmisi lokal klaster keluarga.

 

“Di Tabanan sendiri belum terbukti penularan kasus Covid-19 dari varian baru Delta. Kita sudah uji sampel kok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Kamis (12/8).

Baca Juga:  Badung Persiapkan Penyusunan RPJMD Semesta Berencana Tahun 2021-2026

 

Lonjakan kasus Covid-19 beberapa bulan terakhir ini sehingga Tabanan juga ikut menerapkan perpanjangan PPKM Level 4.

 

Dikatakan dr. Suratmika, karena memang penyebaran kasus Covid-19 yang begitu cepat dan belum sempurna terbentuknya kekebalan imunitas secara kelompok.

 

Penularan Covid-19 dari mana saja bisa terjadi. Mulai klaster penularan dari keluarga, upacara adat, tempat keramaian yang mengundang kerumunan termasuk pula perkantoran.

 

“Namun di Tabanan sendiri dominan klaster lingkungan keluarga,” akunya.

 

Selama ini dari varian baru Covid-19 jenis Delta Tabanan telah melakukan uji klinis sampel pasien terkonfirmasi Covid-19. Awalnya sebanyak 25 sampel pertama pasien Covid-19 dikirim untuk diuji apakah terjadi penularan varian baru delta.

 

“Hasilnya pun telah keluar dengan tidak temukan varian Delta Covid-19,” jelas Suratmika.

 

Tidak sampai di situ pihaknya pun telah mengirim 40 sampel pasien Covid-19 untuk mendeteksi apakah lantaran itu varian baru Delta kasus Covid-19 meningkat di Tabanan.

Baca Juga:  Delapan SPBU di Tabanan Ditera Ulang untuk Antisipasi Kecurangan

 

“Itu 40 sampel kami kirim bulan Mei lalu, nah hasilnya belum keluar masih menunggu,” ungkapnya.  

 

Suratmika menambahkan sampel-sampel Covid-19 yang dikirim untuk diuji klinis. Berdasarkan dari kasus-kasus pasein yang dicurigai begitu cepat penyebaran dalam satu klaster.

 

Kemudian pasien yang sembuh namun kembali terjangkit Covid-19 dengan begitu cepat.

 

“Sampel inilah yang kami kirim dari hasil laporan rumah-rumah sakit di Tabanan yang merawat pasien covid-19. Untuk memastikan varian Delta,” tuturnya.

 

Lanjutnya, mengenai kekebalan kelompok (herd Immunity) sejauh ini belum terbentuk. Meski masyarakat Tabanan telah menerima vaksin Covid-19. Penyebab karena baru sebagian besar masyarakat Tabanan menerima vaksin sekali.

 

“Apabila kita sudah tervaksin dua kali, otomatis kekebalan itu terbentuk,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/